Hari Keempat Pencarian 5 Jurnalis, Rompi Pelampung Dipastikan Bukan Milik Korban

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

11 - Sep - 2026, 08:09

Pencarian 5 jurnalis, 2 awak kapal dan 1 pemandu yang hilang di kawasan Gunung Anak Krakatau. (Foto: Basarnas Banten)

JATIMTIMES - Harapan menemukan petunjuk dari rompi pelampung yang ditemukan di perairan dekat Anyer, Banten, pupus. Polda Banten memastikan rompi tersebut bukan bagian dari perlengkapan kapal Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis sebelum hilang kontak di Selat Sunda.

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan kepastian itu didapat setelah tim melakukan pemeriksaan terhadap Sandi, pemilik kapal Arupadhatu 1 dan Arupadhatu 2.

Baca Juga : Jurnalis Surabaya Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan yang Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau

"Bahwa hasil pemeriksaan, maupun interogasi kepada Bapak Sandi selaku pemilik kapal, karena pemilik kapal ada dua kapal, Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2, tidak menggunakan life jacket seperti yang ditemukan. Jadi tidak, bukan merupakan, milik kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan," tutur Hengki, dikutip Antara, Jumat (11/9/2026).

Rompi pelampung tersebut sebelumnya ditemukan KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten di perairan dekat Anyer pada Kamis (10/9/2026). 

Meski temuan itu dipastikan bukan milik kapal rombongan, pencarian tetap dilanjutkan. Memasuki hari keempat, tim SAR gabungan masih menyisir sejumlah sektor di Perairan Selat Sunda.

"Sampai dengan hari ini, hari keempat masih dilakukan searching maupun pemantauan langsung di sekitar TKP dengan pembagian beberapa sektor yang sudah ditentukan oleh Basarnas Provinsi dan sekarang masih berjalan," ucap Hengki.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan operasi pencarian hari keempat diperkuat dengan 13 kapal. Seluruh armada dibagi ke dalam empat sektor pencarian. "Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor," kata Amrad.

Belasan kapal yang dikerahkan yakni KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahawang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.

Untuk sektor A, area pencarian mencapai sekitar 1.026 nautical mile. Pencarian dilakukan menggunakan KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Pahawang.

"Karena luas areanya cukup luas, jadi di situ kami menggunakan tiga alutsista dan di situ posisinya di laut lepas, kurang lebih di Tanjung Belimbing, Lampung," ujar Amrad.

Sektor B memiliki luas sekitar 1.020 nautical mile. KRI Leuser dan KAL Anyer ditugaskan menyisir wilayah barat Pulau Lampung.

Kemudian sektor C memiliki luas sekitar 585 nautical mile. Pencarian dilakukan KN SAR Basudewa dari Lampung dan satu RIB dari Lampung.

"Ini posisinya di utara Tanjung Belimbing. KN SAR melakukan pencarian di wilayah tengah, sedangkan RIB melakukan penyisiran di pesisir pulau atau Tanjung Belimbing tersebut," paparnya.

Sementara sektor D juga memiliki luas sekitar 585 nautical mile. Area tersebut disisir menggunakan KP Hayabusa dari bagian utara sektor C hingga Tanjung Panaitan.

Baca Juga : Libatkan 420 Peserta Lintas Daerah, Turnamen Tenis NU Open 2026 Geliatkan Sport Tourism Kota Batu

Selain membagi pencarian ke dalam empat sektor utama, Tim SAR gabungan juga memperluas pemantauan ke sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.

"Dan ada beberapa sektor yang kami tambahkan, yang di luar empat sektor tadi. Hal ini sudah kami lakukan sebelumnya, mulai dari hari pertama sampai dengan hari ketiga," ucap Amrad.

Tim juga kembali memantau Pulau Krakatau, Pulau Panjang, Pulau Sertung, hingga Pulau Sebesi.

"Kita akan monitoring secara keseluruhan di Pulau Krakatau, Pulau Panjang, serta di Pulau Sertung, dan satu RIB dari Lampung, RIB 02, akan mengelilingi pencarian di sekitar Pulau Sebesi," tuturnya.

Sebagai informasi, lima jurnalis tersebut berada dalam satu speed boat bersama tiga orang lainnya saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Total ada delapan orang di dalam kapal, terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, dan seorang pemandu.

Lima jurnalis itu yakni pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistira dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan pewarta lepas.

Sementara tiga orang lainnya adalah Warta (55) selaku nakhoda, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.

Rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Senin (7/9/2026) malam. 

Hingga hari keempat, keberadaan delapan orang di dalam speed boat Arupadhatu 1 tersebut masih dalam pencarian Tim SAR gabungan.