Ustaz Rifky Ja'far Thalib Sebut Sound Horeg seperti Diskotek Berjalan 

Reporter

Binti Nikmatur

11 - Sep - 2026, 03:28

Pendakwah asal Malang, Ustaz Rifky Ja'far Thalib. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Pendakwah asal Malang, Ustaz Rifky Ja'far Thalib ikut menyoroti fenomena sound horeg yang ramai di Jawa Timur. Dia menyinggung perubahan pertunjukan sound horeg yang kini dilengkapi lampu sorot hingga dancer.

Ustaz Rifky bahkan menyebut sound horeg yang digelar malam hari dengan dancer sebagai "diskotek berjalan".

Baca Juga : 6 Keutamaan Salat Jumat, dari Menghapus Dosa hingga Raih Kasih Sayang Allah

"Saya lagi senang ngomong sound horeg ini. Panjenengan yang pecinta sound horeg, biasa mawon nggeh, santai mawon nggeh. Cocok nggih didamel, mboten cocok pura-sepu gak krungu lah ya," ujar Rifky dalam video yang diunggah akun Instagram @ustadrifkyjafar.official, dikutip Jumat (11/9/2026).

Ustaz Rifky kemudian membahas perubahan pertunjukan sound horeg dari waktu ke waktu. Menurutnya, dulu sound horeg lebih banyak digelar pada siang hari. Namun kini pertunjukan lebih sering digelar malam karena dilengkapi lampu.

"Dan sound horeg itu sekarang, enggak cuma sound, ketambahan lampu sorot. Maka zaman kemarin, sound horeg itu jalannya siang. Sekarang, malam, karena ada tambahan lampu," tuturnya.

Menurut Ustaz Rifky, tambahan hiburan dalam pertunjukan sound horeg tidak berhenti pada lampu sorot. Dia menyinggung dancer yang berada di belakang sound.

"Seiring berjalannya waktu, ketambahan lagi. Sekarang di belakangnya sound horeg ada dancer. Dan dancernya itu dibayar. Ini diskotik berjalan," sambungnya.

Ustaz Rifky lantas membandingkannya dengan kondisi saat dirinya dan masyarakat sebayanya masih kecil. Saat itu, kata dia, diskotek merupakan tempat yang membuat orang malu untuk datang dan anak-anak tidak diperbolehkan masuk.

"Zaman panjenengan dan saya kecil, orang ke diskotek itu kan isin ya. Malu-malu. Itu pun masuknya, bayar. Anak kecil, gak boleh masuk," katanya.

Ustaz Rifky lantas menyoroti pertunjukan sound horeg yang dapat disaksikan langsung dari lingkungan permukiman. Menurutnya, anak-anak juga bisa ikut melihat pertunjukan tersebut.

"Sekarang, diskoteknya lewat di depan rumah kita. Dan ibu ngajak anaknya nonton-nonton. Anak cilik 'tutupen le kupingmu le, meripate rapopo le, kuping iku sing bahaya'," tambahnya.

Baca Juga : Titik Api Muncul di Gunung Kilap, Tim Gabungan Buat Sekat Bakar di Cikasur Gunung Argopuro Situbondo

Ustaz Rifky meminta warga yang tidak setuju dengan fenomena tersebut tidak hanya diam. Dia menyarankan keberatan disampaikan melalui perangkat lingkungan.

"Maka orang-orang yang masih lurus model panjenengan harus bersuara. Tujuannya apa? Biar perangkat RT, RW, desa, camat, itu mereka juga menghargai orang yang tidak sependapat," katanya.

Warga, menurut Rifky, bisa menyampaikan keberatan secara resmi dan membahasnya bersama lingkungan sekitar.

"Sampaikan. Datang ke Pak RT. Bawa surat resmi. Datang ke Pak RW. Nanti diskusi warga. Apa manfaatnya?" lanjutnya.

Ustaz Rifky kemudian mengajak masyarakat melihat persoalan tersebut dengan hati dan pikiran yang jernih.

"Coba dipikir dengan hati yang bersih. Hati yang senang ya. Nah maka kalau senang dengan sesuatu yang tidak baik, itu artinya hatinya sedang tidak baik. Maka perlu diluruskan," pungkas Ustaz Rifky.