JATIMTIMES - Polri membuka penerimaan anggota baru pada tahun anggaran 2025 ini. Dalam penerimaan tahun ini Polri akan memprioritaskan para santri dan hafiz Al-Quran untuk menjadi anggota Polri.
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh sekaligus Rektor Universitas Brawijaya periode 2014-2018 Prof Dr Ir H Mohammad Bisri MS memberikan tanggapannya dengan adanya hal tersebut, Jumat (21/2/2025). Ia menyambut baik program seleksi penerimaan anggota Polri dari kalangan hafidz Al-Quran.
Baca Juga : Kuatkan Reputasi Akademik Institusi, Magister Pendidikan Matematika FITK UIN Malang Jalani Asesmen
Prof Bisri menilai kebijakan yang dilakukan Polri itu merupakan langkah positif, menjadikan sosok anggota kepolisian yang memiliki integritas moral dan spiritualitas tinggi dalam memberikan pengayoman, melindungi, dan melayani masyarakat. Terlebih para hafiz Al-Quran adalah individu yang telah ditempa dengan kedisiplinan, kesabaran, serta nilai-nilai luhur Islam.
“Jika mereka menjadi anggota Polri, saya yakin mereka dapat membawa manfaat besar bagi institusi kepolisian dan masyarakat luas,” ungkap Prof Bisri.
Dari pengalamannya sebagai pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh yang berada di Jalan Joyo Agung, Tlogomas, Lowokwaru, Prof Bisri sudah mendidik dan memiliki alumni ribuan santri yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Quran, tetapi juga dibekali dengan pemahaman agama serta sikap disiplin yang kuat.
Tidak diragukan lagi, di bawah kepemimpinan Prof Bisri, Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh telah mencetak banyak hafiz yang memiliki kualitas keilmuan dan karakter kuat. Latar belakang akademisnya yang mumpuni juga menjadi bukti pendidikan agama dan pendidikan formal dapat berjalan beriringan.
Karena itu, Prof Bisri menilai kehadiran hafiz Al-Quran dalam tubuh Polri dapat memperkuat karakter kepribadian yang jujur, amanah, dan berakhlak mulia di lingkungan kepolisian. Hal ini sejalan dengan visi Polri dalam membangun institusi yang profesional, modern, dan terpercaya.
“Saya berharap seleksi ini bisa berjalan dengan baik, dan para hafidz yang terpilih dapat memberikan kontribusi besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan pendekatan yang humanis serta berlandaskan nilai-nilai keislaman,” tambah guru nesar teknik pengairan pertama di Indonesia.
Baca Juga : Pemkot Batu Siapkan Rp 200 Juta untuk Revitalisasi Taman Hutan Kota Bondas
Dengan kombinasi latar belakang keagamaan dan akademiknya, Prof.il Bisri menegaskan hafiz Al-Quran memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk dalam institusi kepolisian.
“Kami berharap program seleksi anggota Polri ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak hafiz yang turut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan pendekatan yang lebih humanis dan berintegritas,” tutup pria yang juga dikenal sebagai praktisi dan akademisi di bidang pengelolaan sumber daya air ini.