JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Jemaah Umrah RI Keluhkan Penerbangan Tertunda, Kemenhaj Minta Hindari Lokasi Rawan

Reporter: Binti Nikmatur • Editor: Dede Nana
📅 12 Oktober 2026, 10:03 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Keluhan jemaah umrah asal Indonesia yang tertunda pulang ke Tanah Air ramai dibicarakan di media sosial. Salah satu unggahan di Threads menyebut penerbangan Garuda Indonesia GA 745 rute Jeddah-Surabaya batal berangkat dengan alasan keamanan.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI juga mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi lokasi rawan menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Unggahan keluhan itu salah satunya dibagikan akun Threads @idawah*** pada Senin (12/10/2026) dini hari waktu Indonesia. Pemilik akun mengaku harus menginap di Jeddah karena penerbangannya tidak jadi berangkat sesuai jadwal.

"Pesawat Garuda GA 745 (jeddah-Surabaya pukul 17.30 waktu Arab) batal terbang ke Indonesia Dan kami terpaksa menginap diJeddah karena alasan keamanan," tulis akun tersebut.

Pemilik akun juga menceritakan bahwa penumpang mendapatkan akomodasi dari pemerintah Arab Saudi, termasuk hotel dan makanan.

"Alhamdulillah dapet MBG dari Pemerintah Arab Saudi," tulisnya.

Dalam unggahan yang sama, pemilik akun mengaku mendapat akomodasi hotel berbintang dengan fasilitas kamar luas yang dilengkapi ruang keluarga dan ruang makan.

"Alhamdulillah dapet akomodasi hotel bintang 5, kelas executive kayaknya…kamarnya luas banget, ada living n dinning room, macam apartemen gitu," lanjutnya.

Menurut akun tersebut penundaan penerbangan dilakukan karena alasan keamanan. "(Penundaan penerbangan karena) keamanan Pemerintah Arab Saudi ada rasa kelawatiran pastinya jadi kami diinapkan diJeddah," tulis akun tersebut.

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha meminta WNI di Arab Saudi tetap tenang, menjaga keselamatan diri, dan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.

"Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jamaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas," ujar Ichsan, dikutip keterangan resminya.

Ichsan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, apalagi menyebarkan kabar yang berpotensi memicu keresahan. WNI diminta mengutamakan informasi resmi saat menentukan aktivitas maupun perjalanan selama berada di Arab Saudi.

Bagi jemaah yang masih berada di Arab Saudi, Kemenhaj meminta agar terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), memantau perkembangan perjalanan, serta mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat.

Penyelenggara perjalanan umrah juga diharapkan memastikan kondisi jemaah tetap terpantau dan menyampaikan informasi penting secara berkala.

Sementara itu, jemaah yang belum berangkat ke Arab Saudi diminta memantau situasi dan informasi resmi terkait perjalanan. Mereka juga perlu berkoordinasi dengan PPIU untuk memastikan jadwal, status penerbangan, dan kesiapan keberangkatan.

"Kami meminta jamaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan," kata Ichsan.

Sebagaimana diberitakan, terjadi serangan berulang terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi.

Pada Sabtu (10/10/2026), serangan terhadap bandara tersebut dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Berdasarkan keterangan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi, korban tewas terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Serangan kembali terjadi pada Minggu (11/10/2026). Dalam insiden terbaru itu, seorang warga Pakistan tewas dan 11 orang lainnya terluka. Otoritas menyatakan para korban luka telah dibawa ke rumah sakit, sementara kerusakan fasilitas bandara masih diperiksa.

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menuding kelompok Houthi dari Yaman bertanggung jawab atas serangan sebelumnya. Kelompok tersebut juga mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan dalam kurun waktu 24 jam.

Baca Juga: Video Dugaan Penistaan Alquran di Bondowoso Viral, Massa Datangi Polsek Tlogosari

Baca Juga: Meski Bersiap Mabung, Murai Batu Cenil Juara Tiket Utama Piala Bakorwil III Malang

Topik Terkait
# jemaah umrah# garuda indonesia# kemenhaj

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap