JATIMTIMES - Beredarnya video dugaan penistaan terhadap kitab suci Alquran yang melibatkan seorang pemuda asal Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, memicu kemarahan warga dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam.
Video berdurasi sekitar satu menit tersebut tersebar luas melalui sejumlah grup WhatsApp. Dalam rekaman itu, seorang pemuda terlihat melakukan tindakan asusila terhadap kitab suci Alquran.
Pemuda dalam video tersebut diketahui merupakan warga Desa Trotosari, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso.
Merespons situasi tersebut, warga bersama sejumlah perwakilan ormas Islam berkumpul di Polsek Tlogosari pada Minggu (11/10/2026) malam. Langkah ini dilakukan untuk meredam kemarahan massa sekaligus mencegah aksi main hakim sendiri.
Ketua Ansor Kecamatan Tlogosari, Erfan, membenarkan identitas wilayah asal pemuda yang terekam dalam video tersebut.
"Benar, benar, Troto)," ujarnya.
Erfan mengungkapkan bahwa sejumlah anggota ormas berkumpul di Polsek Tlogosari. Mereka berupaya mencegah massa mendatangi rumah pemuda tersebut di tengah meningkatnya kemarahan warga.
Sejumlah perwakilan Ansor-NU, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Urusan Agama (KUA), serta ormas lainnya turut hadir di Polsek Tlogosari untuk mengawal penanganan kasus tersebut.
Erfan menegaskan, pihaknya mendesak kepolisian segera memproses kasus itu sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, penegakan hukum menjadi langkah penting agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi tindakan anarkis.
"Pokoknya harus diproses secara hukum. Kalau teman-teman yang bergerak, ya hancur. Ini banyak yang mau menggeruduk, tapi diminta menahan diri di Polsek," pungkasnya.
Baca Juga: Meski Bersiap Mabung, Murai Batu Cenil Juara Tiket Utama Piala Bakorwil III Malang
Baca Juga: Gempa di Jatim Pada Awal Oktober Didominasi Dangkal, Guncangan Magnitudo 4,4 Terjadi di Pacitan