JATIMTIMES – Kebijakan Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin membuka Makam Bung Karno (MBK) selama 24 jam mendapat dukungan dari keluarga Sang Proklamator. Romy Soekarno, cucu Bung Karno sekaligus anggota Komisi II DPR RI, menilai perluasan waktu kunjungan memberi masyarakat kesempatan lebih luas untuk berziarah, berdoa, sekaligus mendekatkan diri pada warisan pemikiran Bung Karno.
Dukungan itu disampaikan Romy saat menghadiri rutinan Minggu Kliwon di kompleks Makam Bung Karno, Sabtu (19/9/2026) malam. Seusai mengikuti rangkaian kegiatan bersama Wali Kota Blitar, ulama, tokoh masyarakat, dan jamaah, Romy berziarah serta melakukan tabur bunga di pusara kakeknya.
Bagi Romy, operasional 24 jam membuka ruang baru bagi masyarakat Blitar maupun peziarah dari berbagai daerah yang ingin datang tanpa terbentur batas waktu kunjungan.
“Luar biasa. Ini adalah satu kultur baru yang saya harap bisa membuat masyarakat Blitar maupun seluruh Indonesia yang menghargai jasa Bung Karno mempunyai waktu lebih banyak untuk berziarah dan mendoakan beliau, sehingga apa yang dicita-citakan beliau bisa kita jalankan,” kata Romy.
Akses Lebih Luas, Fungsi Ziarah Tetap Dijaga

Putra Rachmawati Soekarnoputri itu secara khusus mengapresiasi kebijakan pembukaan Makam Bung Karno selama 24 jam. Menurut Romy, perluasan akses tersebut merupakan langkah positif yang perlu diiringi pengelolaan kawasan secara tertib agar marwah MBK sebagai tempat ziarah dan penghormatan terhadap Sang Proklamator tetap terjaga.
“Buka 24 jam, ide yang sangat bagus. Tapi jangan sampai nanti kalau pagi-pagi banyak yang tidur-tiduran. Ini Mas Wali mesti lihat. Orang yang datang ke makam memang benar-benar untuk mendoakan, bukan menjadikannya tempat istirahat,” ujarnya.
Catatan Romy sejalan dengan langkah Pemkot Blitar yang sejak awal menempatkan operasional MBK 24 jam sebagai kebijakan yang terus dievaluasi. Karena masih tergolong kebijakan baru, Pemkot Blitar mengawal pelaksanaannya melalui data kunjungan sekaligus kondisi di lapangan. Mas Ibin optimistis perluasan akses tidak hanya mendekatkan masyarakat dengan Bung Karno, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi warga di sekitar kawasan.
“Menurut data, kunjungannya terus naik. Dan saya yakin nanti efeknya ekonomi akan naik di siang hari ataupun di malam hari,” ujarnya.
Pemkot Blitar juga mulai mengisi operasional 24 jam dengan sejumlah kegiatan. Ziarah serta pembacaan Yasin dan tahlil digelar rutin setiap malam Jumat. Rutinan Minggu Kliwon pun mulai berjalan sebagai ruang doa sekaligus penguatan kembali sejarah dan pemikiran Bung Karno.
Gagasan tersebut sebelumnya telah disiapkan Mas Ibin untuk berkembang dalam skala yang lebih besar. Pemkot ingin Minggu Kliwon tidak berhenti sebagai kegiatan rutin, tetapi tumbuh menjadi agenda yang mampu menarik masyarakat dari berbagai daerah.
“Kita ingin Minggu Kliwon kita naikkan menjadi skala nasional. Sangat mungkin bisa lebih ramai daripada CFD,” kata Mas Ibin.
Kunjungan MBK Tumbuh

Perluasan akses tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan kunjungan. Data Pemkot Blitar mencatat, kunjungan ke Makam Bung Karno pada Agustus 2026 mencapai 21.031 orang. Sebanyak 18.502 kunjungan berlangsung pada siang hari dan 2.529 lainnya pada malam hingga pagi.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 157 persen dibandingkan Agustus 2025 yang mencatat 8.191 pengunjung.
Tren positif berlanjut pada September. Sepanjang 1–15 September 2026, MBK mencatat sekitar 11.701 pengunjung, terdiri atas 9.206 kunjungan siang dan 2.495 kunjungan malam. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah pengunjung sekitar 9.936 orang. Dengan demikian, terjadi pertumbuhan sekitar 18 persen.
Angka kunjungan malam sekaligus menunjukkan bahwa akses 24 jam mulai dimanfaatkan masyarakat. Bagi Pemkot Blitar, perkembangan tersebut menjadi pijakan untuk terus menata kawasan sekaligus menghadirkan kegiatan yang memperkuat posisi MBK sebagai ruang sejarah dan kebangsaan.
Ziarah Tak Berhenti pada Romantisme Sejarah
Bagi Romy, akses yang semakin terbuka pada akhirnya harus membawa masyarakat lebih dekat kepada gagasan Bung Karno. Ziarah, menurut dia, tidak semestinya berhenti pada penghormatan terhadap masa lalu.
Sebagai cucu Bung Karno, Romy mengatakan dirinya memiliki tanggung jawab meneruskan cita-cita Sang Proklamator. Ia kembali mengangkat pesan Bung Karno tentang pentingnya mewarisi semangat perjuangan, bukan sekadar simbol sejarah.
“Cita-cita Bung Karno itu memang kewajiban saya sebagai cucu untuk menjalankan. Warisi apinya, bukan abunya. Kalau abu sudah menjadi abu. Api terus membara, kita harus terus bakar,” kata Romy.

Ia menyinggung kekayaan sumber daya Indonesia sebagai modal untuk berdiri sejajar dengan bangsa lain. Pesan Bung Karno dalam pidato To Build the World Anew, menurut Romy, memperlihatkan keyakinan Sang Proklamator terhadap kebesaran dan kemampuan Indonesia.
“Bangsa ini bangsa yang besar. Kita mempunyai semua resources, kita mempunyai nikel, emas, minyak. Kita harus maju, kita tidak boleh kalah dengan bangsa-bangsa yang lain,” tegasnya.
Dari pusara Bung Karno, dukungan Romy memberi makna lain bagi kebijakan MBK 24 jam: membuka pintu ziarah lebih luas sekaligus membuka ruang agar generasi hari ini terus bersentuhan dengan sejarah, gagasan, dan api perjuangan Sang Proklamator.





