JATIMTIMES - Arema FC kembali harus berbagi angka di BRI Super League 2026/2027. Menjamu Persik Kediri dalam derbi Jatim di Stadion Kanjuruhan, Jumat (18/9/2026), Singo Edan ditahan imbang 1-1.
Sebanyak 4.084 Aremania menyaksikan langsung duel yang berlangsung ketat tersebut. Arema FC bahkan sempat berada dalam posisi tertekan setelah Persik lebih dulu membuka keunggulan sebelum penalti Raianderson da Costa Morais atau Careca mengubah jalannya pertandingan.
Baca Juga : Rp23 Triliun dari APBN 2027 untuk Gaji PPPK, Said Abdullah: Paruh Waktu Jadi Penuh Bertahap
Persik mencuri gol pada menit ke-12 melalui Zanadin. Berawal dari bola liar di luar kotak penalti Arema, Zanadin langsung melepaskan tembakan yang meluncur deras ke arah gawang dan gagal dihentikan Adi Satryo.
Arema sebenarnya sempat mencetak gol pada menit kedelapan. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Careca dinilai berada dalam posisi offside.
Tertinggal membuat Arema meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-17, kombinasi Arkhan dan Careca membuka ruang di pertahanan Persik, tetapi sepakan Careca masih melambung di atas mistar.
Tekanan Singo Edan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-26. Arkhan dijatuhkan Park di dalam kotak penalti sehingga wasit menunjuk titik putih.
Careca maju sebagai eksekutor. Penyerang asal Brasil tersebut menjalankan tugasnya dengan tenang dan sukses mengirim bola ke dalam gawang Persik untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Persik nyaris kembali unggul menjelang turun minum. Pada menit ke-42, Park melepaskan tandukan yang mengarah ke gawang, tetapi Adi Satryo sigap mengamankan bola.
Selepas jeda, pertandingan berjalan lebih terbuka. Arema mulai tampil lebih agresif dan berusaha mengambil alih kendali permainan.
Peluang emas didapat Arema pada menit ke-56. Vinicius melepaskan tembakan yang sebenarnya berpotensi mengubah skor, tetapi bola justru membentur mistar gawang Persik.
Persik tidak tinggal diam. Tim tamu beberapa kali mencoba memanfaatkan celah di lini pertahanan Arema, tetapi upaya tersebut belum mampu menghasilkan gol tambahan.
Drama kembali terjadi pada menit ke-86. Arema sempat mencetak gol melalui tandukan Maia yang membuat Kanjuruhan bergemuruh.
Namun, kegembiraan Aremania hanya berlangsung sesaat. Gol tersebut kembali dianulir wasit setelah Gustavo Franca lebih dahulu dinyatakan berada dalam posisi offside.
Baca Juga : Komitmen Dukung Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Raih Apresiasi
Pada menit-menit akhir, Arema terus menggempur pertahanan Persik demi mengamankan tiga poin. Namun, rapatnya pertahanan tim tamu membuat Singo Edan harus puas dengan satu poin.
Hasil imbang tersebut juga menjadi gambaran ketatnya persaingan kedua tim dalam derbi Jatim. Arema memiliki sejumlah peluang untuk memenangkan pertandingan, tetapi dua gol yang dianulir dan kegagalan memaksimalkan peluang membuat kemenangan belum berpihak kepada tuan rumah.
Pelatih Arema FC Marcos Santos mengakui pertandingan berjalan sulit dan berlangsung seimbang. Menurut dia, Persik lebih mampu menguasai lini tengah pada babak pertama sebelum Arema melakukan perubahan strategi saat turun minum.
“Pertandingan yang sulit, pertandingan yang sangat seimbang. Di babak pertama mereka mengendalikan permainan di lini tengah. Di jeda babak, kami berhasil melakukan penyesuaian taktik dan tampil lebih baik. Babak kedua menjadi milik kami,” kata Marcos dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Pelatih asal Brasil itu menilai anak asuhnya memiliki peluang yang cukup untuk mengamankan kemenangan. Namun, penyelesaian akhir serta faktor keberuntungan membuat Arema gagal mencetak gol kedua.
“Kami menciptakan peluang-peluang yang seharusnya bisa memberi kami kemenangan, namun sedikit kurang beruntung untuk memenangkan laga derbi ini. Laga derbi memang selalu sulit,” ujarnya.
Marcos menyebut timnya telah berusaha membangun serangan pada babak kedua. Akan tetapi, upaya tersebut belum mampu menghasilkan gol kemenangan.
“Di babak kedua kami membangun alur untuk menang, tetapi sayangnya gagal mencetak gol kedua,” tambahnya.
Sementara itu, Careca melihat permainan Arema jauh lebih berkembang setelah turun minum. Ia juga menilai pertandingan derbi sering kali ditentukan oleh detail kecil yang terjadi selama pertandingan.
“Seperti yang disampaikan pelatih, di babak pertama mereka lebih banyak memegang bola, tetapi tidak punya banyak peluang berbahaya untuk mencetak gol. Di babak kedua, saya rasa kami bisa lebih mengendalikan permainan,” katanya.
Careca memastikan hasil imbang tersebut tidak membuat pemain Arema berhenti bekerja keras. Evaluasi akan dilakukan untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya sekaligus memburu kemenangan.
“Kami masuk ke lapangan untuk bermain bagus dan sudah bekerja keras sepanjang minggu. Laga derbi selalu ditentukan oleh detail-detail kecil. Sekarang fokus kami adalah bekerja lebih keras lagi agar bisa meraih tiga poin di pertandingan berikutnya,” pungkasnya.