Friday, 18 September 2026 | Malang MALANG
TRENDING HukumPendidikanOlahragaPemerintahanGaya HidupKuliner
Malang Times

Wali Kota Blitar Perkuat Pembinaan Olahraga, 550 Peserta Sirkuit 3 IBCA MMA Jatim Berlaga di Bumi Bung Karno

BAGIKAN:

JATIMTIMES – Gelanggang Mixed Martial Arts (MMA) Jawa Timur berdenyut di Bumi Bung Karno. Sebanyak 550 atlet dari berbagai kabupaten dan kota memadati GOR Soekarno Hatta, Kota Blitar, dalam Kejuaraan Provinsi IBCA MMA Jawa Timur Sirkuit 3 Tahun 2026. Jumlah peserta itu jauh melampaui target awal penyelenggara yang hanya 350 atlet.

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin hadir memberikan dukungan pada pembukaan kejuaraan, Jumat (18/9/2026). Di hadapan ratusan atlet, Mas Ibin menegaskan bahwa kompetisi bukan semata arena mencari kemenangan. Kejuaraan harus menjadi ruang pembinaan untuk menempa kemampuan, karakter, dan sportivitas atlet.

Baca Juga : Komitmen Dukung Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Raih Apresiasi

"Bertanding kuncinya adalah sportif. Kalau di tengah lapangan maka bertanding, kalau sudah di luar arena pertandingan maka bersaudara dan bersahabat," kata Mas Ibin.

Ia meminta para atlet memanfaatkan kompetisi untuk mengasah kemampuan menuju jenjang yang lebih tinggi. Pemerintah Kota Blitar, kata dia, siap mendukung kegiatan olahraga yang memberi ruang bagi atlet untuk berkembang dan berprestasi.

"Selamat bertanding, selamat berolahraga. Semoga Anda menjadi atlet-atlet yang berprestasi," ujarnya.

Peserta Membludak, Target 350 Tembus 550 Atlet

Ibin

Antusiasme terhadap Sirkuit 3 menjadi catatan tersendiri. Ketua Pelaksana Gus Zaka Maulana Robi Cahyadi dalam laporannya menyebut kejuaraan diikuti kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Wasit yang bertugas juga telah mengantongi lisensi nasional maupun internasional.

Sirkuit 3 diikuti 550 atlet dari 28 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dalam sambutannya, Mas Ibin menyebut sejumlah daerah yang ambil bagian, di antaranya Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Ngawi, Kota Madiun, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Jember, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kota Batu, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Surabaya, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Magetan. Jumlah peserta tersebut jauh melampaui target awal penyelenggara sebanyak 350 atlet.

"Pesertanya 550, padahal ditarget cuma 350, tapi bisa membludak. Sebagian besar dari luar Kota Blitar atau se-Jawa Timur. Ini merupakan animo yang membahagiakan," kata Mas Ibin.

Bagi Mas Ibin, tingginya partisipasi tersebut tidak hanya menggambarkan gairah pembinaan MMA di Jawa Timur. Kehadiran ratusan atlet, pelatih, ofisial hingga keluarga pendamping juga membawa pergerakan orang ke Kota Blitar.

Karena itu, ia melihat penyelenggaraan kejuaraan olahraga memiliki efek yang lebih luas. Selain menjadi panggung prestasi, event olahraga dapat ikut menghidupkan aktivitas kota dan mengenalkan destinasi Bumi Bung Karno kepada masyarakat dari berbagai daerah.

“Saya mendorong agar Kota Blitar semakin banyak menjadi tempat penyelenggaraan Kejurprov maupun event olahraga lainnya. Selain meramaikan kota, kegiatan seperti ini juga menambah semangat atlet-atlet kita untuk terus berprestasi,” katanya.

Dalam sambutannya, Mas Ibin bahkan mengajak kontingen memanfaatkan waktu di sela pertandingan untuk menikmati Kota Blitar. Ia memperkenalkan beragam destinasi wisata, ruang publik, Car Free Day hingga keramahan aktivitas ekonomi kota yang berlangsung sampai malam.

"Kami Pemerintah Kota Blitar sangat siap untuk mendukung dan memfasilitasi adik-adik semua dalam olahraga ini," tegasnya.

Kompetisi Jadi Jalan Menuju Kejurnas

MMA

Kejuaraan ini juga memiliki posisi penting dalam pembinaan atlet Jawa Timur. Ketua IBCA MMA Jawa Timur Arif Budi Prasetyo mengatakan performa para atlet di Sirkuit 3 akan menjadi bagian dari pemantauan menuju pemusatan latihan daerah (Puslatda).

Atlet-atlet potensial dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Nasional Piala Presiden yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026. Karena itu, Arif meminta peserta tidak sekadar mengejar kemenangan, tetapi memperlihatkan kualitas terbaik selama pertandingan.

"Hasil dari kompetisi Sirkuit 3 ini kami siapkan untuk Puslatda Kejurnas pada bulan Desember. Saya berharap seluruh atlet menyajikan prestasi yang luar biasa untuk nama IBCA Jawa Timur," kata Arif.

Baca Juga : 14 Gunung di Jatim Terbakar Sepanjang Kemarau 2026, Ini Daftarnya

Ia mengaku terkejut dengan besarnya animo peserta. Menurut dia, keputusan membawa Sirkuit 3 ke Kota Blitar mendapat respons yang melampaui perkiraan.

"Saya sangat terkejut dengan antusias para atlet sampai pesertanya membludak seperti ini. Saya sangat bangga Kota Blitar ditentukan sebagai tempat untuk berprestasi, sekaligus menjadi destinasi wisata," ujarnya.

Arif berharap gelanggang di Kota Blitar menjadi salah satu titik lahirnya atlet-atlet yang kelak mampu bersaing pada level lebih tinggi. "Harapan saya, para atlet bisa bertumbuh, berkembang dan berprestasi bermula dari sini," katanya.

Ketua IBCA MMA Kota Blitar Agik Yulianto juga menekankan bahwa Sirkuit 3 bukan sekadar perebutan medali. Kompetisi menjadi ruang membangun disiplin, keberanian, sportivitas, sekaligus persaudaraan di antara atlet.

"Menang adalah sebuah prestasi. Tetapi menjaga sportivitas, menghormati sesama, dan memberikan penampilan terbaik adalah suatu kebanggaan," kata Agik.

Sport Tourism, Prestasi dan Pergerakan Ekonomi Kota

Ibin

Kepercayaan menjadi tuan rumah Sirkuit 3 sekaligus memperkuat arah Kota Blitar dalam mengembangkan kegiatan olahraga sebagai bagian dari denyut kota. Ratusan peserta yang datang dari berbagai penjuru Jawa Timur membawa potensi pergerakan pada sektor penginapan, kuliner, perdagangan, transportasi hingga destinasi wisata.

Mas Ibin berharap momentum itu berjalan beriringan dengan pembinaan atlet lokal. Semakin banyak kompetisi berkualitas digelar di Kota Blitar, semakin terbuka pula kesempatan atlet daerah mengukur kemampuan dengan lawan dari berbagai wilayah.

"Teman-teman atlet Kota Blitar harus tambah semangat dan tambah berprestasi untuk mengharumkan nama Kota Blitar tercinta," ujarnya.

Penyelenggara pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Blitar atas dukungan terhadap kejuaraan tersebut. Kompetisi ini diharapkan menjadi ruang lahirnya atlet-atlet Jawa Timur yang siap naik kelas menuju panggung nasional hingga internasional.

“Harapan kami, atlet-atlet ini terus tumbuh, berkembang, dan berprestasi. Dari Kota Blitar ini, kami ingin lahir atlet-atlet Jawa Timur yang mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkas Arif.

Dari GOR Soekarno Hatta, Pemerintah Kota Blitar di bawah kepemimpinan Mas Ibin menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan olahraga. Sirkuit 3 IBCA MMA menjadi ruang pembinaan atlet, jalan menuju prestasi, sekaligus penggerak geliat Bumi Bung Karno melalui olahraga.

Bagikan artikel ini ke media sosial:

Ikuti Perkembangan Berita di Google News

Dapatkan update berita terkini, terverifikasi, dan ulasan mendalam setiap hari dari Malang Times langsung di Google News. Buka Google News →

REDAKSI PELIPUT

Aunur Rofiq

PENANGGUNG JAWAB / EDITOR

Sri Kurnia Mahiruni

Terverifikasi Dewan Pers