JATIMTIMES - Dugaan pemberian uang Rp 500 ribu kepada korban selamat KM Virgo Transport 8 viral di media sosial. Uang tersebut diduga diberikan bersamaan dengan surat yang meminta korban menandatangani pernyataan agar tidak mengajukan tuntutan kepada pihak perusahaan.
Informasi itu diunggah akun Threads @alepriva**. Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku kembali memposting informasi tersebut setelah sebelumnya menyensor NIK yang tercantum dalam dokumen.
Baca Juga : Anak Buahnya Terjaring OTT KPK, Nusron Wahid Akhirnya Buka Suara
"Atas saran teman2 threads, aku posting ulang dengan NIK ku sensor… Bos nya virgo, kapal yg tenggelam dan makan korban, bagi2 500rb ke korban yg selamat dan meminta ttd surat tutup mulut," katanya.
"Lah maksud lo???? Kelalaian apa yg km tutupin? Nyawa org km hargai 500rb??? Lalu truk kami yg tenggelam, siapa tgg jawab? Aneh, uang tutup mulut berkedok santunan korban So fucked up. Korupsi apa nehh?," imbuh @alepriv***.
Unggahan tersebut juga mempertanyakan alasan adanya surat yang harus ditandatangani korban di tengah proses penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8.
"Gaes, terlepas dari nominal, yg aku emosi adalahhhh ini bukannya fokus evakuasi, malah sudah sebar surat untuk korban supaya tidak menuntut. Ituuu lhooooo mksdnya gmn?? Itu aja yg aku ga habis pikir," imbuhnya.
"Terlepas dari nominal, uang yg kita blm bs konfirmasi apa benar nominal segitu atau itu nominal sudah dikorting bbrp pihak, yg bikin emosi ya tidak ada tgg jwb dr pihak kapal. Thats it," jelasnya.
Dalam unggahan berikutnya, akun tersebut mengoreksi informasi soal nominal santunan yang didengarnya.
"Update : Katanya salah dengar, diumumkan di tv santunan 5jt. Ada yg lihat pas live tadi?
Angka 5jt gimana gaes???? Pantas kah???????
5jt x yg selamat sekitar 100 org itu cuma 500jt lho total.. just fyi…" tambah akun tersebut.
Informasi mengenai santunan Rp5 juta memang muncul dalam pemberitaan terkait korban selamat KM Virgo Transport 8. Namun, santunan tersebut berasal dari Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin secara pribadi.
Dikutip dari laporan ANTARA, Muhidin memberikan Rp 5 juta kepada 108 korban selamat pada Rabu (16/9/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk membantu korban kembali ke daerah asal setelah menjalani proses evakuasi.
Muhidin menjelaskan korban selamat yang kondisinya sehat tidak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja. Berbeda dengan korban meninggal yang memperoleh santunan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, angka Rp 5 juta yang beredar dalam informasi mengenai santunan korban KM Virgo tidak sama dengan dugaan pemberian Rp 500 ribu dari pihak pengelola kapal yang disebut dalam unggahan @alepriv***.
Sementara itu, belum ada keterangan resmi perusahaan yang membenarkan ataupun menjelaskan isi dokumen yang beredar tersebut.
Baca Juga : Klarifikasi BNPB Soal 94 Pengungsi Gempa NTT Meninggal: Mayoritas Lansia
Di tengah munculnya dugaan tersebut, kesaksian korban selamat mengenai proses evakuasi KM Virgo Transport 8 juga menjadi sorotan.
Penumpang selamat Rinto Harahap sebelumnya mengungkap informasi yang ia dengar mengenai penggunaan sekoci ketika kapal mulai terbalik di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Rinto menyebut kapten dan anak buah kapal (ABK) diduga lebih dahulu menggunakan sekoci. Namun, ia menegaskan informasi tersebut bukan berdasarkan penglihatannya sendiri.
"Terkait sekoci, kalau saya dengar kata-kata orang, sekoci itu kaptennya dulu naik," ujar Rinto seperti dilansir TribunBanjarmasin, Jumat (18/9/2026).
"Ada satu orang yang lihat, kapten dan ABK duluan nurunin sekoci katanya," tambahnya.
Sebagaimana diberitakan, KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Kapal sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026). Kapal tersebut dilaporkan kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 Wita.
Berdasarkan data manifes, KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang. Pada perkembangan operasi SAR 15 September, sebanyak 108 orang ditemukan selamat dan enam orang meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Perkembangan pencarian kemudian terus berubah. Hingga 18 September 2026, sembilan orang telah dikonfirmasi meninggal dunia, 108 orang selamat, dan 126 orang masih hilang. Operasi pencarian masih berlangsung di lokasi kapal yang tenggelam.
Penyebab pasti kecelakaan KM Virgo Transport 8 juga masih dalam proses penyelidikan.
