JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang menyebut seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya mendapat sanksi suspend kini telah kembali beroperasi. Dari enam SPPG yang sempat dihentikan sementara, tiga di antaranya disebut telah lebih dulu dicabut status suspend-nya.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, persoalan yang menyebabkan suspend tersebut berkaitan dengan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pemkot bersama satgas terus memantau penyelesaian persoalan tersebut.
Baca Juga : Disamarkan di Tangki Vespa, 10,8 Kg Ganja dari Sumut Digagalkan di Gresik
"Kemarin kan ada enam yang di-suspend, kemudian itu hanya terkait dengan SLHS. Akhirnya tiga sudah bisa keluar, dicabut suspend-nya," kata Wahyu.
Menurut wali kota, tiga SPPG lainnya juga telah diproses untuk mendapatkan pencabutan suspend. Wahyu menyebut seluruhnya ditargetkan tidak lagi berstatus suspend.
"Insya Allah hari ini sudah dicabut. Jadi, kita tidak ada yang di-suspend," ujarnya.
Meski demikian, kondisi operasional SPPG di Kota Malang belum sepenuhnya seragam. Wahyu menyebut masih ada satu SPPG yang tidak beroperasi, namun persoalannya bukan karena sanksi suspend. "Yang tidak beroperasional hanya satu, itu karena memang dari mitra, yaitu yang ada di Lanud," jelasnya.
Pemkot Malang kini mengandalkan pemantauan bersama untuk memastikan pelaksanaan program tersebut tetap berjalan. Evaluasi dilakukan melalui satgas dengan melibatkan unsur forkopimda serta jajaran koordinator wilayah dan kecamatan.
Baca Juga : PALESKA Jadi Upaya Hidupkan Sisi Utara Kayutangan, Pemkot Malang Dorong Stadsklok Jadi Magnet Wisata Baru
Wahyu mengatakan, laporan sementara dari koordinator wilayah dan koordinator kecamatan menunjukkan operasional SPPG lainnya berjalan normal. Pemkot juga masih akan melihat perkembangan pelaksanaan program tersebut di lapangan.
"Yang lainnya berjalan seperti biasa, tidak ada hal-hal berdasarkan hasil laporan dari ketua korwil dan korcam," katanya.
Langkah pengawasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya persoalan dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi di Kota Malang. Terlebih, sejumlah daerah lain sebelumnya menghadapi persoalan dalam penyelenggaraan program serupa. "Kami berharap tidak ada masalah yang seperti di daerah-daerah lain," kata Wahyu.
