Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran di Kota Malang, Lahan Jadi Objek Paling Banyak Terbakar

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

08 - Sep - 2026, 16:10

Placeholder
Petugas saat berupaya memadamkan api di lahan kawasan Kota Malang. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Sebanyak 85 kejadian kebakaran tercatat di Kota Malang sepanjang Januari hingga Agustus 2026, dengan lonjakan kasus terjadi dalam tiga bulan terakhir. Kondisi kemarau kering dan panas menjadi salah satu faktor yang mempercepat perambatan api, terutama pada lahan dan semak-semak kering.

Dalam tiga bulan terakhir, jumlah kejadian terus naik, dari 7 kasus pada Juni menjadi 22 kasus pada Juli dan kembali meningkat hingga 28 kasus sepanjang Agustus 2026.

Baca Juga : 261 Siswa SMK di Jatim Jadi Petani Modern, Hasil Panen Naik 5 Kali Lipat

Kondisi kemarau yang kering dan panas disebut menjadi salah satu faktor yang membuat api lebih cepat merambat, terutama ketika kebakaran terjadi pada lahan, semak-semak, maupun tumpukan sampah kering.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan peningkatan kejadian dalam tiga bulan terakhir perlu menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menjalar ke area di sekitarnya.

“Peningkatan kejadian kebakaran pada Juni hingga Agustus dipengaruhi kondisi kemarau yang kering dan panas. Kondisi tersebut mempercepat perambatan api, terutama pada objek seperti lahan, semak-semak, dan sampah yang dalam kondisi kering,” kata Pandu, Selasa (8/9/2026).

Dari 85 kejadian tersebut, kebakaran lahan menjadi objek yang paling banyak terbakar dengan 36 kasus atau sekitar 42 persen. Selanjutnya, kebakaran rumah tercatat sebanyak 14 kasus atau 16 persen.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kecamatan Lowokwaru menjadi daerah dengan kejadian kebakaran terbanyak, yakni 23 kasus atau 27 persen. Disusul Kecamatan Blimbing, Sukun, dan Kedungkandang yang masing-masing mencatat 18 kasus atau sekitar 21 persen.

Sementara di tingkat kelurahan, terdapat tiga wilayah yang mencatat kejadian kebakaran tertinggi. Kelurahan Bandungrejosari, Lesanpuro, dan Tulusrejo masing-masing mengalami lima kejadian kebakaran sepanjang periode pencatatan.

Pandu mengimbau masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas yang melibatkan api. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kebiasaan membakar sampah tanpa pengawasan.

Baca Juga : PLN UPT Probolinggo dan BPBD Situbondo Perkuat Sinergi Antisipasi Karhutla di Sekitar Sistem Ketenagalistrikan

“Jangan membakar sampah kemudian ditinggalkan begitu saja. Api yang awalnya kecil dapat merambat ke tumpukan sampah lain, lahan atau semak kering, bahkan sampai ke bangunan rumah tinggal,” tegasnya.

Selain menghindari pembakaran sampah tanpa pengawasan, masyarakat juga diminta memastikan kondisi rumah sebelum bepergian. Kompor harus dipastikan sudah dalam keadaan mati, termasuk memeriksa regulator dan tabung gas untuk memastikan tidak terjadi kebocoran.

“Peralatan elektronik yang tidak digunakan sebaiknya dicabut dari sumber listrik. Sebelum meninggalkan rumah, pastikan kompor sudah mati dan tidak ada kebocoran pada regulator maupun tabung gas. Langkah sederhana ini penting untuk mencegah terjadinya kebakaran,” imbau Pandu.

Dengan kondisi cuaca yang masih kering dan panas, masyarakat diimbau tidak meremehkan sumber api sekecil apa pun. Kewaspadaan sejak awal dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.


Topik

Peristiwa Kebakaran Kebakaran Lahan Kemarau Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni