Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Politik

Bersentuhan Langsung dengan Rakyat, DPD PAN Jember Dukung Program Bunga Desaku

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : Dede Nana

25 - Mar - 2026, 13:09

Placeholder
Ketua DPD PAN Jember H. Abdus Salam

JATIMTIMES - DPD PAN Jember mendukung program Bunga Desaku (Bupati Ngantor Di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Bupati Jember Muhammad Fawait, SE., MSc , tetap dilanjutkan, ditengah tuntutan efisiensi anggaran.

H. Abdus Salam atau biasa disapa cak Salam ketua DPD PAN Jember menilai, program tersebut telah banyak memberikan dampak positif dan dinilai berhasil dalam menjalankan beberapa program Bupati Jember.

Baca Juga : Jelang Muscab PKB Kabupaten Blitar, Enam Nama Berebut Kursi Ketua DPC

"Program Bupati ngantor didesa dan bermalam, yang biasa disebut dengan program Bunga Desaku, kami mendukung dan sepakat untuk dilanjutkan, di program tersebut, merupakan kesempatan bagi rakyat untuk bisa bertemu dengan bupatinya, dan hanya di Jember ada Bupati bermalam di desa," ujar Cak Salam.

Menurut Cak Salam, di program Bunga Desaku, masyarakat bisa menyampaikan langsung aspirasi dan Bupati langsung memberikan tanggapan, terlebih pada saat program tersebut dijalankan, Bupati juga mengajak seluruh kepala OPD sebagai pelaksana lapangan.

"Program ini merupakan bagian dari pemerataan pembangunan di Jember, tidak hanya di kota, masyarakat desa bisa menyampaikan keinginannya kepada Bupati, seperti pembangunan infrastruktur maupun layanan lainnya," jelasnya.

Cak Salam juga menyatakan, meski Pemkab Jember, dalam hal ini Gus Fawait (panggilan Bupati Jember) juga membuka kanal aduan yang diberi nama Wadul Gus'e, namun tidak semua masyarakat bisa mengakses kanal tersebut, terutama masyarakat yang tinggal di desa.

Belum lagi pada saat acara, Bupati juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar, tempat digelarnya program Bunga Desaku.

Pihaknya justru menyayangkan sikap dari Partai PDI Perjuangan, yang meminta program Bunga Desaku dihentikan, terlebih PDI Perjuangan, selama ini selalu mengutamakan jargon sebagai partai yang peduli wong cilik.

"Program Bunga Desaku ini, langsung bersentuhan terhadap layanan dan keinginan masyarakat, saya justru menyayangkan partai yang memiliki jargon sebagai partai wong cilik, tapi tidak pro pada kegiatan yang bersentuhan langsung dengan wong cilik," sindirnya.

Cak Salam juga menilai, bahwa sejauh ini, Bupati Jember bekerja sesuai on the track, banyak program dan layanan yang bersentuhan dan dirasakan langsung oleh masyarakat, diantaranya UHC dan layanan Adminduk.

"Banyak program yang sangat dirasakan oleh rakyat, seperti layanan UHC, Adminduk yang tersebar di seluruh kecamatan, dan ini satu satunya di Jawa Timur, belum lagi beasiswa dan juga pemberian insentif honor guru ngaji, dan kami siap menjadi garda terdepan untuk mendukung program-program tersebut," pungkasnya. 

Baca Juga : Pemkot Dorong Kurangi Penggunaan Kemasan Plastik, Bagaimana Respons Pedagang?

Sebelumnya, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember melalui ketua DPC Widarto menyampaikan sarannya melalui sebuah pemberitaan, agar program Bunga Desaku ditiadakan sebagai bentuk efisiensi anggaran ditengah krisis ekonomi global.

Widarto menilai, program tersebut sudah bagus, namun untuk efisiensi, kegiatan bisa dilakukan melalui media sosial seperti IG, tiktok, Facebook dan juga kanal wadul Guse.

"Mohon maaf. Saya bukan tidak sepakat dengan acaranya. Tapi acara itu bisa diganti, dan Bupati sudah melakukan sebetulnya selama ini, seperti live di IG dan tiktok, dan ini sangat efisien, karena murah," ujar Widarto.

Pihaknya juga menilai, interaksi dengan masyarakat melalui media sosial, juga lebih leluasa, masyarakat bisa menyampaikan uneg-unegnya tanpa merasa sungkan.

"Saat di bunga desaku, justru masyarakat merasa sungkan untuk menyampaikan keluhan, karena di acara tersebut ada pak kades, ada pak camat dan pejabat lainnya," jelasnya.

Sementara Azka mahasiswa asal Dusun Sumberjo Desa Rowotengah Sumberbaru Jember menilai, bahwa seorang Bupati memang harus dekat dengan rakyatnya, interaksi secara langsung, akan memberikan dampak signifikan, masyarakat merasa dekat tanpa sekat.

"Kegiatan Bupati bertemu dengan rakyatnya seperti berinteraksi, dan berbincang, itu sangat bagus, karena seorang pemimpin harus dekat dengan rakyat dan tidak menjaga jarak, pendekatan melalui media sosial dan secara langsung, tetap ada rasa yang tidak sama," pungkasnya saat mahasiswa yang kuliah di Surabaya ini usai bertemu dan berbincang dengan Bupati pada acara lebaran Idul Fitri 1447 H. 


Topik

Politik bupati jember bunga desaku program pemkab jember pan jember



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

Dede Nana