Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

DPUPRPKP Kota Malang Luruskan Penyebab Luapan Air di Suhat, Sampah Jadi Biang Utama Banjir 

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Nurlayla Ratri

09 - Mar - 2026, 15:28

Placeholder
Drainase Suhat saat ditinjau oleh Wagub Jatim Emil Listyanto Dardak bersama Pemkot Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Isu banjir yang kembali terjadi di kawasan Jalan Soekarno Hatta (Suhat) Kota Malang beberapa waktu lalu akhirnya diluruskan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menegaskan bahwa luapan air yang sempat terjadi bukan disebabkan oleh saluran drainase baru yang telah dibangun oleh Pemprov Jatim. 

Menurut Dandung, banjir yang terlihat di kawasan tersebut terjadi akibat saluran lama yang tersumbat oleh tumpukan sampah. Akibatnya, air yang seharusnya mengalir menuju saluran drainase baru tidak dapat masuk dan justru meluap ke permukaan.

Baca Juga : Tak Ingin Proyek Kepentingan Tertentu, DPUPRPKP Kota Malang Verifikasi Ketat Usulan Musrenbang 2027

“Sambil saya luruskan, kemarin yang katanya drainase Suhat masih banjir lagi ya,” ujar Dandung. Ia menjelaskan bahwa titik sumbatan berada di saluran yang berada di sekitar Warung Cak Uut. 

Pada lokasi tersebut sebelumnya dipasang ram atau penyaring untuk menahan sampah agar tidak masuk ke saluran baru. Namun volume sampah yang menumpuk cukup besar sehingga justru menghambat aliran air.

“Banjir kemarin beberapa waktu yang lalu luapan air itu bukan karena saluran yang baru, jadi saluran yang disebelah Warung Cak Uut itu dulu Cak Per ya itu tersumbat. Sehingga air yang harusnya masuk ke saluran yang baru Itu tidak bisa, lalu dia meluap,” jelasnya.

Dandung menambahkan bahwa keberadaan ram memang bertujuan menahan sampah agar tidak merusak sistem saluran baru. Namun saat sampah menumpuk dalam jumlah besar, aliran air menjadi tertahan dan memicu luapan.

“Ya tapi karena volume nya sampah yang cukup tinggi ini akhirnya menahan air yang harusnya masuk ke saluran baru, tapi tidak bisa masuk karena sampah itu kemudian air meluap,” imbuhnya.

Mengetahui kondisi tersebut, pihak DPUPRPKP langsung melakukan penanganan di lokasi. Petugas segera membersihkan saluran dan melakukan normalisasi agar aliran air kembali lancar. “Kemarin langsung dilakukan penanganannya,” katanya.

Dandung juga menegaskan bahwa pembersihan dilakukan dengan pengerukan sampah yang menyumbat saluran. Setelah dibersihkan, aliran air di kawasan tersebut kembali normal.

Baca Juga : Apa Itu Siaga 1 yang Diperintahkan Panglima TNI Dampak Memanasnya Timur Tengah? 

“Tapi ya masyarakat jangan buang sampah sembarangan di saluran. Kemarin itu dikeruk dan langsung kita normalisasi, kita bersihkan,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan saluran air. Menurutnya, kebiasaan membuang sampah ke sungai, irigasi, maupun drainase masih menjadi penyebab utama terjadinya penyumbatan.

“Pertanyaannya cuma satu, masyarakat untuk tidak membuang sampah di saluran, apapun itu, baik sungai, irigasi, maupun drainase,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dandung menjelaskan bahwa untuk saat ini pengelolaan saluran drainase baru di kawasan Suhat masih menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Hal itu karena proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.

“Iya, dia kan harus menunggu masa pemeliharaan selesai. Setelah masa pemeliharaan selesai, nanti saluran itu diberikan ke pemerintah kota untuk pengelolaannya. Sementara ini masih menjadi tanggung jawab provinsi,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan DPUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto banjir suhat proyek drainase



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Nurlayla Ratri