Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Saat Candaan Jadi Cerita Abadi, Nu’aiman dan Sahabat yang Dijual di Pasar

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

03 - Feb - 2026, 08:25

Placeholder
Ilustrasi sahabat Rasulullah dengan candaannya yang kerap membuat banyak orang tertawa (ist)

JATIMTIMES - Para sahabat Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai generasi terbaik umat Islam. Mereka bukan hanya saksi dakwah Rasulullah SAW, tetapi juga manusia biasa dengan karakter yang beragam. Salah satu sahabat yang paling dikenang karena sisi jenakanya adalah Nu’aiman bin Amr bin Rafa’ah, seorang Anshar yang kerap membuat orang di sekitarnya tertawa dengan keluguan dan ide-ide isengnya.

Salah satu kisahnya terjadi saat ia ikut dalam rombongan kafilah dagang yang dipimpin Abu Bakar ash Shiddiq. Setelah memperoleh izin dari Rasulullah SAW, rombongan itu berangkat dari Madinah menuju Negeri Syam. Perjalanan panjang tersebut akhirnya terhenti sejenak di dekat sebuah oasis untuk beristirahat.

Baca Juga : Kamad MAN 2 Kota Malang Dorong Layanan Madrasah yang Relevan dan Berdampak

Abu Bakar kemudian pergi ke pasar terdekat untuk membeli kebutuhan logistik dan mengecek harga barang. Sebelum berangkat, ia meminta Suwaibith bin Harmalah menjaga kereta yang penuh dengan perbekalan makanan. Amanah itu disanggupi tanpa ragu.

Tak lama setelah Abu Bakar pergi, Nu’aiman datang menghampiri Suwaibith. Dengan wajah letih, ia bertanya, “Wahai Suwaibith, apa yang engkau lakukan di depan kereta perbekalan ini, dan di manakah Abu Bakar?”

Suwaibith menjawab tenang, “Beliau pergi ke pasar. Aku ditugaskan untuk menjaga perbekalan ini.”

Merasa lapar, Nu’aiman pun meminta bagian makanan. “Kalau begitu, berikanlah kepadaku sepotong roti. Aku benar-benar kelaparan,” pintanya. 

Namun Suwaibith menolak. “Aku tidak bisa memberikannya sebelum mendapat izin dari Abu Bakar,” katanya tegas.

Permintaan itu diulang berkali-kali, tetapi tetap ditolak. Nu’aiman pun berkata setengah bercanda, setengah serius, “Sungguh, engkau akan kuberi pelajaran.” 

Suwaibith menimpali tanpa gentar, “Aku tidak takut.”

Nu’aiman lalu pergi meninggalkan oasis. Namun tujuannya bukan menyusul Abu Bakar, melainkan menuju pasar. Di sana, ia menemui para pedagang yang biasa membeli budak dan berkata, “Aku ingin menjual seorang budak. Harga aslinya 300 dirham, tetapi hari ini cukup 20 dirham saja.”

Para pedagang itu terkejut sekaligus tergiur. Setelah sepakat, mereka bertanya, “Di mana budak itu?” 

Baca Juga : Resmi Dibuka! Panduan Lengkap SNBP 2026: Cara Daftar, Syarat, Ketentuan, dan Jadwal Pentingnya

Nu’aiman menjelaskan ciri-cirinya seraya berpesan, “Ia berada di dekat oasis dan sering mengaku sebagai orang merdeka. Jangan percaya ucapannya.”

Tanpa curiga, para pedagang segera menuju oasis dan menangkap Suwaibith. Ia pun berteriak membantah, “Demi Allah, aku orang merdeka.” 

Namun mereka menjawab keras, “Kami sudah tahu tabiatmu. Jangan mengelak.”

Suwaibith dibawa ke pasar dalam keadaan terikat. Tak lama kemudian, Abu Bakar kembali dan mendapati penjaga kereta telah hilang. Ketika bertanya, Nu’aiman menceritakan kejadian itu apa adanya. Terkejut, Abu Bakar segera menyusul ke pasar dan menebus Suwaibith dari para pedagang tersebut.

Sekembalinya ke Madinah, Abu Bakar menyampaikan kisah itu kepada Rasulullah SAW. Mendengar cerita tersebut, Nabi SAW tertawa hingga tampak gigi geraham beliau. Bahkan, dalam berbagai kesempatan setelahnya, Rasulullah SAW sering menceritakan kembali kisah itu sebagai selingan.

Dalam salah satu riwayat disebutkan, Rasulullah SAW bersabda, “Nu’aiman akan masuk surga sambil tertawa, karena ia sering membuatku tertawa.”

Kisah Nu’aiman bin Amr ini diriwayatkan oleh para ulama sejarah Islam, di antaranya dicatat Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah serta Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah. Cerita tersebut menjadi gambaran bahwa keceriaan dan humor yang lahir dari hati bersih memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan para sahabat Nabi.


Topik

Agama nabi muhammad sahabat nabi nuaiman bin amr kisah islam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana