JATIMTIMES - Mao Zedong merupakan tokoh penggerak revolusi komunis yang menjadi bapak pendiri Republik Rakyat China. Mao menjabat sebagai Ketua Partai Komunis China mulai 1935 hingga kematiannya pada 1976, dan Ketua Republik Rakyat China dari 1949-1959.
Buah pemikiran mulai dari teori, strategi militer, visi, hingga kebijakan politiknya dikenal sebagai Maoisme.Namun dalam kepemimpinannya, Mao Zedong pernah membuat rakyatnya kelaparan hingga 43 juta rakyatnya meninggal dunia. Lantas seperti apa kisahnya? Simak penjelasannya berikut ini:
Baca Juga : Penerbangan Hantu Gegerkan Australia, Berkaitan dengan Mistis?
Melansir akun Tiktok @famnote_, saat itu Mao Zedong berniat untuk meningkatkan ekonomi negara dengan program bernama 'Lompatan Besar ke Depan'. Salah satu yang dikampanyekan dari program tersebut adalah pemusnahan burung pipit untuk memperbaiki hasil pertanian.
Mao saat itu tidak tahu apa-apa tentang binatang dan tidak mau membahas rencananya itu dengan para ahli. Dia hanya memutuskan bahwa ada 4 hama termasuk burung pipit yang harus dimusnahkan.
Dengan kampanye yang dilakukan Mao, warga China pun berbondong-bondong menangkap burung pipit yang dianggap sebagai hama dan mengumpulkannya dalam satu tempat. Namun bukan berdampaknya positif, kampanye tersebut justru mengakibatkan gagal panen.
Baca Juga : Pelaku Pembacokan di Wajak Diduga Pemilik Grup Kesenian Bantengan
Hal itu dikarenakan burung pipit yang seharusnya memakan serangga justru dimusnahkan oleh Mao. Hasil panen turun drastis akibat populasi hama belalang melonjak tajam. Akibat hal ini, China mengalami bencana kelaparan parah yang menewaskan hingga 43 juta orang.
