Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Blitar Budi Santosa memimpin Apel Siaga Gelar Pasukan dan Penyerahan Bantuan Perkuatan Satlinmas Dalam Rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar Tahun 2020 di Alun-alun Kantor Bupati Blitar di Kanigoro, Rabu (2/12/2020).
Dalam mengamankan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar Tahun 2020 Pemkab Blitar bersama dengan TNI-Polri menerjunkan 7.496 personel. Rincianya Anggota Polres Blitar 485 personel, BKO dari Polres Probolinggo, Nganjuk, Tulungagung, Brimob sebanyak 232 personel, Anggota Polres Blitar Kota 365 personel, anggota TNI 416 personel dan 6.016 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).
Baca Juga : Jelang Pilkada 9 Desember, KPU Kabupaten Kediri Gelar Debat Pamungkas
Dalam amanatnya, Pjs Bupati Blitar Budi Santosa mengungkapkan, penugasan Satlinmas dalam membantu pengamanan di PPK, PPS dan TPS dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar dilaksanakan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.
6.016 personel Satlinmas ini diserahkan Pemkab Blitar kepada instansi kepolisian. Ya, dalam melaksanakan tugasnya personel Satlinmas berada di bawah kendali operasi (BKO) Polres Blitar dan Polres Blitar Kota. Mereka akan bertugas di 2.276 TPS, 246 PPS Desa/Kelurahan dan 22 PPK Kecamatan se Kabupaten Blitar.
“Untuk wilayah hukum Polres Blitar Kota sejumlah 1.911 personel. Sementara untuk wilayah hukum Polres Blitar sejumlah 4.105 personel Satlinmas,” terang Budi Santosa.
Pjs Bupati menambahkan, apel siaga yang digelar kali ini diharapkan dapat meningkatkan efektifitas kerjasama dan koordinasi antara instansi penanggung jawab pelaksanaan pengamanan pilkada dengan instansi pendukung. Dengan dimikian akan terjalin sinergitas yang solid dan menghasilkan kinerja yang baik.
“Pesan saya tetap waspada dan selalu jaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan. Dan juga ciptakan situasi dan kondisi yang kondusif dengan selalu waspada dan antisipasi dini terhadap potensi yang dapat mengganggu situasi sosial politik serta kamtibmas sejak masa persiapan hingga pelaksanaan pencoblosan,” tegasnya.
Baca Juga : Dilengkapi Fasilitas Cuci Tangan, Warga Jember Diminta Tetap Nyoblos Meski Masih Pandemi Covid-19
Lebih dalam Budi juga berpesan kepada Satlimnas yang bertugas untuk melaksanakan deteksi dini dan cegah dini terhadap segala gejala yang timbul di masyarakat. Sehingga dalam pelaksanaan pilkada nanti tidak muncul permasalahan dan konflik.
”Deteksi dini dan cegah dini harus dilakukan. Agar tidak sampai berkembang menjadi konflik secara terbuka. Mudah-mudahan pilkada 9 Desember mendatang dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, sukses, aman dan damai,” pungkasnya.(Adv/Kmf)
