JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten Jember, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) pada Sabtu (26/4/2025) mengikuti layanan KB serentak.
Kegiatan yang digelar bersama dengan Rumah Sakit dr. Soebandi Jember ini dalam rangka MURI Vasektomi/MOP seluruh Indonesia. Layanan KB Vasektomi atau MOP ini turut dihadiri Ketua TP PKK Jember Ning Gyta Eka Puspita Fawait.
Baca Juga : Wednesday Season 2 Bakal Tayang Agustus, Lebih Horor dan Penuh Misteri
Dalam kesempatan tersebut, Ning Gyta menyampaikan bahwa KB tidak hanya milik istri, tapi juga ada yang milik suami. Tidak hanya itu, istri Gus Bupati juga menyebutkan jika suami yang ikut KB, menunjukkab rasa cinta kepada istrinya.
"Karena banyak wanita tidak mau KB, karena takut gemuk, ada flek, atau gangguan lainnya. Tapi jika suami yang ikut KB, maka istri juga merasa aman dan terlindungi," jelas Ning Gyta.
Tidak hanya itu, menurut Ning Gyta, KB untuk suami, juga aman. Sebab, tidak akan mempengaruhi kualitas sebagai pria dan justru bisa menambah stamina dan juga kesehatan.
Sementara, Plt. Kepala DP3AKB Jember Regar Jane menyatakan bahwa layanan KB Vasektomi yang digelar di rumah sakit dr. Soebandi, dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia untuk memecahkan rekor MURI.
Jember sendiri mendapat kuota peserta KB pria sebanyak 15 orang. Dari saat pendaftaran, peserta lebih dari 15 orang. Namun saat pelaksanaan, ada beberapa di antaranya yang mengundurkan diri.
Baca Juga : Kaesang Halalbihalal ke Pemkab Malang, Riuh Diajak Selfi dan Diajak Makan Rawon
"Pelaksanaan layanan KB pria ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia dan Jember mendapat jatah 15 orang. Hanya saja ada yang mengundurkan diri, sehingga jumlah peserta hanya 14 orang," ujar Regar.
Selain itu, untuk mengikuti layanan KB Pria ini, Regar menyatakan bahwa peserta tidak hanya mendapat layanan KB Gratis. Melainkan juga akan mendapat souvenir dan tentunya uang pengganti saat tidak bekerja.
Dikarenakan usai menjalani KB, seseorang harus istirahat beberapa hari dan tidak melakukan aktivitas bekerja yang berat. (*)