JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Bangunan Sekolah Enam Lantai jadi Legacy Pramono Anung di DKI, Bagaimana dengan di Jawa Timur?

Reporter: M. Bahrul Marzuki • Editor: Sri Kurnia Mahiruni
📅 15 Oktober 2026, 12:47 WIB • ⏱️ 4 menit baca

JATIMTIMES - Pertengahan bulan Oktober 2026 ini, Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Pramono Anung memperlihatkan salah satu legacynya pada periode pertama menjabat sebagai gubernur. Yakni, renovasi Gedung sekolah di SDN 05 Pekayon dan juga SMPN 91 di Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Dua sekolah yang sudah direvitalisasi dan terintegrasi dalam satu gedung bertingkat itu menelan anggaran Rp 101,3 miliar. Pramono mengatakan kedua gedung sekolah tersebut sebelumnya telah berusia puluhan tahun. Gedung SD berusia sekitar 50 tahun, sedangkan gedung SMP berusia sekitar 60 tahun.

Pramono menjelaskan, bangunan sekolah yang sebelumnya berbentuk datar atau satu lantai kini diintegrasikan menjadi gedung bertingkat. Konsep tersebut dipilih untuk mengoptimalkan penggunaan lahan di Jakarta yang semakin terbatas.

Dengan konsep itu, area sekolah kini dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari lapangan basket, lapangan sepak bola mini, hingga sarana olahraga lainnya. “Untuk melakukan integrasi ini dari SD kemudian SMP, biaya yang dibutuhkan adalah Rp 101,3 miliar,” ujarnya dikutip dari Detik.com.

Pramono menilai fasilitas di sekolah tersebut sudah cukup lengkap. Selain lapangan olahraga, gedung sekolah dilengkapi lift, perpustakaan, kantin, serta ruang belajar dan mengajar yang lebih representatif. Ia bahkan menilai fasilitas sekolah tersebut tidak kalah dibanding sekolah di luar negeri. "Ketika diusulkan diintegrasikan, ada yang 6 tingkat, ada yang 5 tingkat, saya menyetujui itu karena pasti lebih efektif dan efisien," imbuhnya.

Lantas bagaimana dengan di Jawa Timur? Pada saat Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Gubernur Khofifah menyampaikan beberapa keunggulan dunia pendidikan di Jatim.

Menurutnya, di bidang pendidikan Jawa Timur dikuatkan dengan Jatim Cerdas, di mana Pemprov Jatim terus memperluas kesempatan belajar melalui program Jatim World Class Education. Menurutnya program ini merupakan ikhtiar untuk penguatan pendidikan, baik vokasi, perguruan tinggi, dan kepondokpesantrenan.

"Melalui beasiswa santri unggul, penguatan vokasi, hingga kolaborasi prestisius dengan King's College London, kita sedang mencetak talenta-talenta berdaya saing internasional. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Jawa Timur menemukan ruang terbaiknya untuk tumbuh dan mekar,” tegasnya.

“Dari ruang-ruang kelas yang kita bangun hari inilah, kelak akan lahir para guru yang mencerahkan, tenaga kesehatan yang tangguh, peneliti yang inovatif, pengusaha yang membuka lapangan kerja, seniman yang menghaluskan budi, serta para pemimpin besar yang akan meneruskan kejayaan Jawa Timur," imbuhnya.

Sementara itu soal renovasi sekolahan di Jatim, berdasarkan data yang dihimpun media ini setidaknya ada 24 SMA, 100 SMK, serta 48 SLB negeri maupun swasta butuh bantuan revitalisasi. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai saat menerima kunjungan Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti saat dalam acara Penguatan Implementasi Program Prioritas dan Revitalisasi Satuan Pendidikan, di Kantor Disdik Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026).

Dikonfirmasi terpisah mengenai hal ini Aries meminta waktu untuk kembali mengumpulkan data. “Nanti kita rekap,” ujarnya.

Soal pembagunan gedung melalui APBD seperti halnya yang dilakukan oleh Pemprov DKI menurut Aries tidak lah sama. “Tidak bisa dibandingkan, DKI APBD triliunan. Kita 38 kabupaten/kota yang diurus, DKI hanya satu provinsi dengan lima kota di dalamnya menjadi urusan DKI,” ujarnya.

Aries menjelaskan dengan APBD trilunan tersebut Provinsi DKI Jakarta akan sangat mampu membangun sekolah apapun. Karena luas wilayahnya sangat jauh berbeda dengan Jawa Timur yang memiliki wilayah 38 kabupaten serta kota di dalamnya.

Senada, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih menyampaikan jika secara fiskal Jatim tidak bisa dibandingkan dengan DKI. “Karena kemampuan DKI dari sumber pendapatan asli daerahnya kan amat sangat tinggi ya, jaulah dengan kita,” ujarnya.

Menurut dia untuk membangun unit sekolah baru Pemprov Jatim masih sangat bergantung kepada dana dari APBN. Pemprov menyediakan lahan, kemudian yang membangunkan adalah Kemendikdasmen.

“Itupun dalam perencanaan saat ini belum. Belum tahun ini belum ada unit sekolah baru yang dibangun karena kita ingin memaksimalkan sekolah-sekolah yang ada dulu untuk dilayani dengan lebih optimal,” ujarnya.

Soal legacy dari Gubernur Khofifah jelas Hikma yang menonjol adalah ketika lulusan SMA, SMK sederajat di Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri terbanyak. “Terbesar di seluruh wilayah Indonesia. Itu sih, karena kan salah satu indikator keberhasilan lulusan atau ketuntasan belajar itu ya studi lanjut ya, tentu saja salah satunya,” ujarnya.

Kemudian juga yaitu, bantuan BOSDA yang dari APBD provinsi itu tidak dibedakan antara untuk negeri dan untuk swasta. “Jadi berapapun nilai yang ada itu dibagi sama rata baik untuk negeri maupun untuk swasta. Itu kira-kira yang menurut saya dalam amatan saya cukup menonjol,” imbuh politisi PKB ini.

Pada tahun 2026 ini APBD Jatim sendiri tembus di angka Rp 26,3 triliun. Dari jumlah tersebut 20 persen dialokasikan untuk dunia pendidikan sebesar Rp 9,4 triliun. Sementara untuk DKI Jakarta APBD berada di angka Rp 81,32 trilun, dimana minimal 20 persen juga sama dialokasikan untuk dunia pendidikan seusai dengan undang-undang.

Baca Juga: Dikunjungai Ditjen Otoda Kemendagri, Gus Fawait Paparkan Capaian Layanan Pemkab Jember

Baca Juga: Festival Dai Cilik Semarakkan MTQ Jember 2026

Topik Terkait
# Bangunan Sekolah# Legacy# Pramono Anung# DKI# Jawa Timur

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap