JATIMTIMES - Rencana peluncuran armada bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya pada 30 Oktober 2026 mendatang mendapat sambutan dan apresiasi hangat dari kalangan legislatif.
Anggota DPRD Jawa Timur (Jatim), Puguh Wiji Pamungkas, mendorong agar trayek baru tersebut dirancang terkoneksi secara langsung dengan spot-spot wisata unggulan di Malang Raya.
Puguh menyampaikan bahwa wilayah Malang Raya tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga destinasi pariwisata utama yang kini telah dikenal luas di tingkat nasional hingga global.
Oleh karena itu, kehadiran moda transportasi publik massal harus mampu menjadi instrumen penting dalam mengoptimalkan potensi daerah. “Idealnya memang Bus Trans Jatim ini melewati spot-spot wisata yang ada di Malang Raya," ujar Puguh Wiji Pamungkas, Rabu (14/10/2026).
"Konektivitas transportasi publik dari satu titik ke titik lain yang menjadi simpul optimalisasi potensi daerah, terutama pariwisata dan pertanian, harus dibangun secara terintegrasi,” lanjut legislator asal Dapil Malang Raya ini.
Sekretaris Fraksi PKS itu menilai ikhtiar Pemerintah Provinsi Jatim dalam menguatkan sistem transportasi massal patut mendapat apresiasi tinggi.
Menurutnya, penyediaan sarana transportasi publik yang affordable atau terjangkau serta memiliki aksesibilitas mumpuni antarwilayah merupakan elemen paling krusial dalam menopang proses pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Puguh mengungkapkan bahwa gagasan integrasi ini juga telah dibahas secara mendalam dalam diskusi publik beberapa waktu lalu.
Agenda tersebut melibatkan lintas pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Kota Malang, Ketua DPRD Kota Malang, kalangan akademisi, hingga perwakilan Organisasi Angkutan Darat (Organda).
Di sisi lain, Puguh mengingatkan Pemprov Jatim untuk bersikap responsif terhadap dinamika sosial di lapangan, khususnya aksi protes dari para pengemudi angkutan kota (angkot) atau mikrolet yang terjadi beberapa waktu lalu. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik agar melahirkan skema win-win solution.
“Pemprov Jatim seyogianya membangun komunikasi yang baik untuk menghadirkan win-win solution. Penambahan koridor baru ini secara eksistensi jangan sampai mereduksi atau menghilangkan keberadaan para sopir mikrolet yang sudah eksis sebelumnya," paparnya.
"Harus dicarikan solusi terbaik agar proses peningkatan kualitas konektivitas wilayah berjalan, penguatan transportasi publik lewat Trans Jatim terlaksana, namun mata pencaharian para sopir angkot tetap diperhatikan dan terjaga,” tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebelumnya memastikan bahwa armada bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya tersebut akan diluncurkan secara resmi pada 30 Oktober 2026.
Kepastian itu disampaikan Khofifah dalam pidato resminya pada Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Senin (12/10/2026).
Pengembangan layanan di Malang Raya ini merupakan bagian dari ekspansi masif revolusi transportasi publik kebanggaan warga Jatim.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022 hingga tahun 2026, Trans Jatim secara keseluruhan telah mengoperasikan delapan koridor—meliputi tujuh koridor di kawasan Gerbangkertasusila serta satu koridor di Malang Raya—dan telah melayani hampir 23 juta penumpang dengan tingkat keterisian (occupancy rate) rata-rata menembus 103 persen.
Adapun Koridor I Trans Jatim di Malang Raya dengan rute Terminal Hamid Rusdi (Kota Malang) menuju Terminal Batu via Terminal Landungsari telah beroperasi sejak November 2025 dengan tarif terjangkau, yakni Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 untuk pelajar, santri, serta mahasiswa.
Sementara itu, armada Koridor II yang siap diresmikan akhir bulan ini membentang sepanjang kurang lebih 49 kilometer dengan rute Terminal Arjosari – Sulfat – Terminal Madyopuro – Terminal Hamid Rusdi – Gondanglegi – Terminal Talangagung (Kepanjen).
Layanan ini juga dilengkapi skema bebas tarif lanjutan (free transfer) bagi penumpang yang berpindah antarkoridor dalam durasi di bawah dua jam.
Di sisi lain, perencanaan Koridor III yang menghubungkan wilayah Malang Raya hingga Pasuruan kini dipersiapkan untuk mulai dibahas dan dioperasikan pada tahun depan.
Baca Juga: Kebut Raperda Transportasi Terintegrasi, Komisi D DPRD Jatim Konsultasi ke Kemenhub dan Kemendagri
Baca Juga: Tiket Kereta Tarif Khusus KAI Daop 8 Naik hingga Rp 60 Ribu, Cek Rute yang Terdampak