JATIMTIMES — Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memastikan armada bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya akan diluncurkan secara resmi pada 30 Oktober 2026 mendatang.
Kepastian ini disampaikan Khofifah dalam pidato resminya pada Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Senin (12/10/2026).
“Mohon doa, insya Allah 30 Oktober nanti kita kembali akan meluncurkan Trans Jatim koridor yang kedua di Malang Raya,” ujar Khofifah di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Jatim serta sejumlah kepala daerah yang hadir.
Khofifah menjelaskan, melalui pilar Jatim Akses, pengoperasian bus Trans Jatim terbukti menjadi penopang utama konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan aglomerasi perkotaan.
Saat ini, sebanyak 8 koridor Trans Jatim telah beroperasi aktif, dengan rincian 7 koridor melayani kawasan Gerbangkertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) dan 1 koridor di Malang Raya.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022 hingga tahun 2026, revolusi transportasi publik kebanggaan warga Jatim ini telah melayani hampir 23 juta penumpang dengan tingkat keterisian (occupancy rate) rata-rata menembus 103 persen.
“Angka ini merupakan bukti nyata akan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap hadirnya transportasi massal yang aman, nyaman, terjangkau, dan tepat waktu,” tegas Gubernur Khofifah.
Pengembangan Trans Jatim di wilayah Malang Raya sendiri dirancang mencakup tiga koridor utama. Koridor I dengan rute Terminal Hamid Rusdi (Kota Malang) menuju Terminal Batu via Terminal Landungsari telah beroperasi sejak November 2025 dengan tarif terjangkau, yakni Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 untuk pelajar, santri, serta mahasiswa.
Adapun armada Koridor II yang siap diresmikan akhir bulan ini membentang sepanjang kurang lebih 49 kilometer, melayani rute Terminal Arjosari – Sulfat – Terminal Madyopuro – Terminal Hamid Rusdi – Gondanglegi – Terminal Talangagung (Kepanjen). Layanan Koridor II ini juga dilengkapi dengan skema bebas tarif lanjutan (free transfer) bagi penumpang yang berpindah antarkoridor dalam durasi di bawah dua jam.
Sementara itu, Koridor III yang melayani pengembangan rute kawasan Malang Raya hingga Pasuruan saat ini masih dalam tahap persiapan serta perencanaan lanjutan, yang ditargetkan mulai dibahas dan dioperasikan pada tahun depan.
Melihat keberhasilan dan tingginya antusiasme warga, Pemprov Jatim turut merespons permohonan perluasan rute Trans Jatim dari daerah lain, seperti Kabupaten Lamongan hingga wilayah lingkar Mataraman. Khofifah menegaskan bahwa pihaknya bersama pemerintah kabupaten/kota terus mematangkan skema dan format infrastruktur terbaik demi merespons kebutuhan mobilitas publik secara merata di Jawa Timur.
“Mohon maaf ini Lamongan juga mengajukan, kemudian Mataraman juga mengajukan. Kita saling menyiapkan format terbaik untuk memberikan layanan publik yang terkait dengan transportasi publik,” pungkas Khofifah.
Baca Juga: Hari Jadi Jawa Timur, Layanan Trans Jatim Disediakan Gratis
Baca Juga: HUT ke-81 Jatim, Trans Jatim Malang Raya Gratis Sehari pada 12 Oktober