JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Serangan Susulan Houthi di Bandara Riyadh: Tewaskan Warga Pakistan, 11 Orang Terluka

Reporter: Binti Nikmatur • Editor: Dede Nana
📅 12 Oktober 2026, 09:25 WIB • ⏱️ 2 menit baca

JATIMTIMES - Serangan kembali menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Insiden pada Minggu (11/10/2026) itu menewaskan seorang warga Pakistan dan menyebabkan 11 orang lainnya terluka.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mengonfirmasi identitas korban tewas sebagai warga Pakistan yang tinggal di negara tersebut. Para korban luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, sementara kerusakan akibat serangan masih diperiksa.

Dilansir Anadolu Agency, Senin (12/10/2026), proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4 bandara pada Minggu sore waktu setempat dan memicu kebakaran.

Serangan tersebut terjadi sehari setelah insiden sebelumnya di bandara yang sama menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Dengan demikian, kedua serangan itu menimbulkan korban dalam jumlah besar dalam kurun waktu dua hari.

Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menuding kelompok Houthi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap bandara Riyadh. Koalisi juga menyatakan akan memberikan tanggapan tegas dan menilai serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil itu melanggar hukum humaniter internasional.

Kelompok Houthi yang didukung Iran sebelumnya mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan dalam 24 jam terakhir, termasuk terhadap bandara di Riyadh.

Dilansir AFP, Minggu (11/10/2026), Houthi juga mengancam akan terus menargetkan pusat-pusat transportasi di Arab Saudi. Kelompok tersebut menyebut fasilitas itu sebagai medan operasi bagi pasukannya.

Serangan itu turut membuat warga di Riyadh mendengar suara beberapa ledakan pada Minggu. Salah seorang warga di kawasan Al-Aarid, bagian utara ibu kota Arab Saudi, menggambarkan kuatnya suara ledakan yang terdengar.

"Burung-burung menjadi panik setelah mendengar suara itu. Seluruh rumah berguncang," ujar warga tersebut.

Situasi keamanan di sekitar bandara juga berdampak pada operasional penerbangan. Pihak berwenang menghentikan aktivitas bandara setelah serangan, menurut seorang sumber senior penerbangan.

Layanan pemantau lalu lintas udara Flightradar24 melaporkan penutupan bandara diperpanjang hingga pukul 21.00 waktu setempat pada Minggu (11/10/2026).

Sumber penerbangan lainnya mengonfirmasi penghentian operasional hingga pemberitahuan lebih lanjut. Menurut sumber tersebut, peralatan radar dan komunikasi mengalami kerusakan, sedangkan kondisi landasan pacu perlu diperiksa sebelum aktivitas penerbangan dapat kembali berjalan.

Baca Juga: Rocket Revolution Jadi Tema Pekan Antariksa Dunia 2026, Ini Makna dan Sejarahnya

Baca Juga: Jelang 3 Tahun Perang Gaza, Sekjen PBB Serukan Gencatan Senjata Permanen

Topik Terkait
# houti# riyadh# serangan houti

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap