JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Rocket Revolution Jadi Tema Pekan Antariksa Dunia 2026, Ini Makna dan Sejarahnya

Reporter: Binti Nikmatur • Editor: Yunan Helmy
📅 7 Oktober 2026, 18:40 WIB • ⏱️ 5 menit baca

JATIMTIMES - Dunia tengah memperingati Pekan Antariksa Dunia atau World Space Week yang jatuh setiap 4-10 Oktober. Pada 2026, peringatan ini mengangkat tema "Rocket Revolution" yang memyoroti perubahan dalam teknologi peluncuran ke luar angkasa.

Hingga Rabu (7/10/2026) malam, kata kunci Pekan Antariksa Dunia menjadi trending dalam penelusuran Google. Banyak warganet yang mencaritahu soal hal ini. 

Diketahui, tema "Rocket Revolution" menggambarkan perkembangan teknologi roket yang semakin pesat. Jika dahulu perjalanan menuju luar angkasa identik dengan program pemerintah dengan biaya yang sangat besar. Kini industri peluncuran antariksa semakin berkembang dengan hadirnya perusahaan komersial, startup, institusi pendidikan hingga negara-negara baru yang ikut mengembangkan teknologi antariksa.

Salah satu perkembangan yang menjadi sorotan adalah teknologi roket yang dapat digunakan kembali atau reusable rockets. Teknologi tersebut menjadi bagian dari perubahan dalam industri peluncuran karena memungkinkan komponen roket digunakan kembali untuk misi berikutnya.

Melalui tema "Rocket Revolution", World Space Week 2026 mengajak masyarakat melihat bagaimana teknologi peluncuran terus berubah dan membuka akses yang semakin luas terhadap aktivitas antariksa.

Apa Itu Pekan Antariksa Dunia?

World Space Week merupakan perayaan antariksa tahunan terbesar di dunia. Peringatan ini digelar setiap 4-10 Oktober untuk mengapresiasi kontribusi sains dan teknologi antariksa terhadap kehidupan manusia di Bumi.

Peringatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengenalkan perkembangan eksplorasi antariksa kepada masyarakat. Mulai dari perjalanan manusia menjelajah luar angkasa, perkembangan satelit dan roket hingga teknologi pengamatan alam semesta.

Peringatan ini ditetapkan secara resmi oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 54/68 pada 6 Desember 1999.

Pemilihan tanggal 4-10 Oktober berkaitan dengan dua peristiwa penting dalam sejarah keantariksaan.

Mengapa Diperingati 4-10 Oktober?

Tanggal 4 Oktober 1957 menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah eksplorasi antariksa. Pada hari tersebut, Uni Soviet meluncurkan Sputnik 1, satelit buatan manusia pertama yang berhasil mengorbit Bumi.

Peluncuran Sputnik 1 menandai dimulainya era antariksa dan membuka jalan bagi perkembangan teknologi serta misi eksplorasi luar angkasa pada masa berikutnya.

Sementara itu, 10 Oktober 1967 menandai mulai berlakunya Treaty on Principles Governing the Activities of States in the Exploration and Use of Outer Space atau Perjanjian Antariksa.

Perjanjian tersebut menjadi salah satu kerangka hukum internasional yang mengatur aktivitas negara dalam eksplorasi dan pemanfaatan luar angkasa. Karena kedudukannya yang penting dalam tata kelola aktivitas antariksa, perjanjian tersebut kerap dijuluki sebagai "Magna Carta of Space".

Dua peristiwa tersebut menjadi alasan dipilihnya rentang 4-10 Oktober sebagai waktu peringatan World Space Week.

Apa Tujuan World Space Week?

Peringatan Pekan Antariksa Dunia memiliki sejumlah tujuan. Salah satunya mendorong generasi muda dan pelajar untuk mengenal serta mendalami bidang sains, teknologi, rekayasa dan matematika atau STEM.

Bidang-bidang tersebut dinilai penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengembangkan teknologi masa depan, termasuk teknologi keantariksaan.

World Space Week juga menjadi momentum untuk menunjukkan dukungan masyarakat terhadap program keantariksaan yang dilakukan secara nasional maupun internasional.

Selain itu, masyarakat diajak memahami manfaat teknologi antariksa dalam kehidupan sehari-hari.

Teknologi yang dikembangkan melalui aktivitas antariksa telah digunakan dalam berbagai bidang, seperti komunikasi, navigasi, pemantauan cuaca, pengamatan permukaan Bumi hingga penelitian ilmiah.

Peringatan ini juga mendorong kerja sama internasional dalam memperluas edukasi dan sosialisasi mengenai ilmu pengetahuan serta teknologi antariksa.

"Rocket Revolution" dan Perubahan Industri Antariksa

Tema "Rocket Revolution" pada 2026 berkaitan erat dengan perubahan dalam industri peluncuran antariksa.

Perkembangan teknologi membuat aktivitas peluncuran tidak lagi sepenuhnya bergantung pada program pemerintah. Perusahaan swasta kini ikut mengambil peran dalam pengembangan kendaraan peluncur dan layanan peluncuran ke orbit.

Teknologi roket yang dapat digunakan kembali menjadi salah satu contoh perkembangan tersebut. Konsep ini memungkinkan bagian tertentu dari roket kembali digunakan setelah sebuah misi selesai.

Di saat yang sama, tim akademisi dari universitas, perusahaan rintisan dan semakin banyak negara turut terlibat dalam pengembangan teknologi antariksa.

Kondisi tersebut membuat industri antariksa berkembang semakin dinamis. Akses terhadap teknologi peluncuran juga perlahan menjadi lebih terbuka bagi berbagai pihak.

Google Doodle Ikut Meriahkan World Space Week

Peringatan World Space Week 2026 juga mendapat perhatian dari Google melalui Google Doodle pada 6 Oktober 2026.

Doodle tersebut menampilkan citra Rosebud Nebula yang ditangkap oleh James Webb Space Telescope (JWST) milik NASA.

Penggunaan citra tersebut menjadi bagian dari perayaan terhadap perkembangan teknologi pengamatan dan astrofotografi. Kemajuan teleskop antariksa memungkinkan manusia memperoleh gambaran objek-objek jauh di alam semesta dengan detail yang semakin tinggi.

Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia

Peringatan World Space Week juga berlangsung di Indonesia. Salah satu rangkaian kegiatan digelar di Planetarium dan Observatorium Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM).

Planetarium dan Observatorium Jakarta menggelar Pekan Astronomi Jakarta 2026 pada 6-10 Oktober 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki.

Sejumlah kegiatan keastronomian disiapkan untuk masyarakat selama acara berlangsung.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi:

• Pameran Astronomi, 6-10 Oktober 2026.

• Pertunjukan Planetarium Mini, 6-9 Oktober 2026.

• Peneropongan Matahari, 6-10 Oktober 2026.

• Eksperimen Roket Air, 6-9 Oktober 2026.

• Talkshow Astronomi, 10 Oktober 2026.

Beragam kegiatan tersebut memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal astronomi dan teknologi antariksa secara lebih dekat.

Baca Juga: Jelang 3 Tahun Perang Gaza, Sekjen PBB Serukan Gencatan Senjata Permanen

Baca Juga: Heboh Pes Peru Dicurigai Jadi Penyebab Peneliti Rusia Meninggal, Ini Faktanya

Topik Terkait
# Pekan Antariksa Dunia# Rocket Revolution# antariksa

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap