JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Pemkab Malang Studi Tiru ke GBLA Bandung, Berencana Jadikan Kanjuruhan Kawasan Terintegrasi

Reporter: Tubagus Achmad • Editor: Dede Nana
📅 8 Oktober 2026, 18:47 WIB • ⏱️ 4 menit baca

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama DPRD Kabupaten Malang melakukan studi tiru ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk melihat langsung pengelolaan kawasan Stadion GBLA oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. 

Dalam kegiatan studi tiru tersebut hadir Bupati Malang HM. Sanusi didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar beserta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Malang. Selain itu, turut dalam rombongan kegiatan studi tiru yakni Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Malang Kholiq, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Malang Alayk Mubarok, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Malang Sudarman, serta General Manager Arema FC Muhammad Yusrinal Fitriandi. 

Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan, studi tiru tersebut diarahkan untuk menyiapkan konsep pengelolaan Stadion Kanjuruhan sebagai kawasan terintegrasi. Di mana kawasan Stadion Kanjuruhan tidak hanya difokuskan untuk tempa pertandingan sepak bola, tetapi juga akan dijadikan sebagai tempat aktivitas masyarakat, olahraga hingga potensi destinasi wisata baru. 

Menurut Sanusi, pengalaman Pemkot Bandung dalam mengelola Stadion GBLA bersama pihak ketiga menjadi referensi penting bagi Pemkab Malang. Terlebih lagi, Pemkab Malang tengah menyiapkan kerja sama pengelolaan Stadion Kanjuruhan dengan Arema FC.

"Kita berada di Pemerintah Kota Bandung untuk menindaklanjuti SKB Tiga Menteri terkait efektivitas dan penggunaan stadion untuk menunjang keberadaan dan perkembangan olahraga sepak bola," ungkap Sanusi. 

Pihaknya menyebut, studi tiru tersebut bukan semata-mata untuk melihat kondisi fisik stadion. Namun, hal yang lebih penting adalah mempelajari bagaimana pemerintah daerah menyusun skema kerja sama, pembagian kontribusi, pemeliharaan aset serta pengelolaan risiko ketika stadion dikelola bersama pihak ketiga.

Sanusi mengatakan, Pemkot Bandung telah memasuki tahun ketiga dalam kerja sama pengelolaan Stadion GBLA dengan manajemen Persib Bandung. Karena itu, pengalaman tersebut dinilai dapat memberikan gambaran bagi Pemkab Malang sebelum menentukan model pengelolaan Stadion Kanjuruhan.

Dari proses tersebut, Pemkab Malang juga menangkap peluang untuk mengembangkan kawasan Stadion Kanjuruhan dengan konsep yang lebih luas. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang ini ingin kawasan Stadion Kanjuruhan nantinya tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari kawasan publik yang terhubung dengan Alun-Alun Kabupaten Malang.

"Kita terus berupaya agar keberadaan Stadion Kanjuruhan menjadi stadion yang terintegrasi dan dapat berdampingan dengan Alun-Alun Kabupaten Malang," kata Sanusi. 

Menurutnya, kawasan Stadion Kanjuruhan memiliki modal awal untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas masyarakat. Salah satunya yakni area parkir stadion yang selama ini telah menjadi titik keramaian warga dalam aktivitas sehari-hari.

Ia menyebut, kondisi keramaian di kawasan Stadion Kanjuruhan tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi aktivitas yang lebih terencana melalui kolaborasi Pemkab Malang dengan Arema FC.

Gagasan itu juga terinspirasi dari pengalaman Sanusi melihat pengelolaan stadion di Barcelona. Menurutnya, stadion yang dikelola secara optimal dapat memiliki aktivitas di luar agenda pertandingan dan bahkan menjadi salah satu tujuan wisata.

"Saya pernah ke Barcelona melihat pengelolaan stadion. Memang di sana sangat luar biasa, tiap hari tidak ada sepinya. Megah dan indah. Sehingga stadion di samping sebagai tempat olahraga juga tempat pusat pariwisata," jelas Sanusi. 

Sanusi menegaskan, sejumlah aspek masih perlu dipelajari lebih jauh, mulai dari kontribusi pihak ketiga, mekanisme pemeliharaan, manajemen risiko, hingga jangka waktu dan kemungkinan perubahan dalam perjanjian kerja sama.

Studi tiru ke Bandung ini pun menjadi salah satu tahapan Pemkab Malang untuk menyiapkan pengelolaan Kanjuruhan yang lebih berkelanjutan. Target akhirnya bukan sekadar membuat stadion kembali aktif, melainkan membangun kawasan terintegrasi yang mampu menghidupkan olahraga, ruang publik dan potensi ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain menjelaskan, Stadion GBLA telah dikelola melalui kerja sama dengan PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB). Kerja sama tersebut ditandatangani pada 3 Juli 2024 dengan durasi pengelolaan selama 30 tahun melalui anak perusahaan PT. PBB, PT. Persib Jasa Sejahtera (PJS).

Dalam tiga tahun pertama, terdapat masa tenggang dengan kewajiban finansial tetap sebesar Rp 2,7 miliar per tahun kepada Pemkot Bandung. Setelah periode tersebut, penerimaan pemerintah daerah dihitung berdasarkan persentase pendapatan dari pengelolaan stadion.

Selain skema pendapatan, pihak pengelola juga memiliki kewajiban investasi sekitar Rp 32 miliar untuk perbaikan dan pembangunan fasilitas modern. "Pemeliharaan stadion menjadi tanggung jawab pihak pengelola, sedangkan area parkir masih dikelola Pemkot Bandung," pungkas Iskandar. 

Baca Juga: Bukan Cuma Listrik, Pasar Besar Dibayangi Masalah Atap dan Drainase

Baca Juga: Penenun Gedog Tuban Didominasi Usia Lanjut, Hany DPRD Jatim Tekankan Pentingnya Regenerasi

Topik Terkait
# bupati malang# stadion kanjuruhan# stadion gbla# studi tiru# pemkot bandung

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap