JATIMTIMES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) mendapatkan total kuota sebanyak 1.275 peserta Program Pro ASN yang dilaksanakan secara bertahap.
Menurut Kepala BKPP Kabupaten Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, bekerja sama dengan Pusat Penilaian Kompetensi BKN (Badan Kepegawaian Negara) RI dalam tahap perama program ini pihaknya mendapatkan kuota 601 peserta untuk mengikui Profiling ASN.
Dalam mengikuti Pro ASN para ASN akan melakukan tes pemetaan potensi, kompetensi, penilaian literasi digital, sekaligus mengukur talent.
Tahap pertama telah diikuti oleh 601 orang, sedangkan tahap kedua direncanakan menyusul berikutnya.Hasil pemetaan ini mencakup bentuk pemeringkatan (perankingan) serta pemetaan potensi peserta," ujar Ilzam Nuzuli di ruang kerjanya Kamis (8/10/2026).
Dia menuturkan peserta yang mengikuti Pro ASN mulai dari tingkat eselon 2, eselon 3, hingga staf. “Hasil pemetaan ini nantinya akan menjadi basis data utama untuk penerapan manajemen talenta berbasis sistem merit," tambahnya
Alumni Universitas Brawijaya (UB) Malang tersebut menambahkan kegiatan Pro ASN telah dilaksanakan di Ruang Computer Assisted Test (CAT) BKPP Kabupaten Banyuwangi pada 5 - 7 Oktober 2026. Sedangkan Pro ASN tahap akan dilaksanakan pada 2027 mendatang.
Salah satu tujuan pelaksanaan program ini sebagai wahana pengembangan karir, promosi, hingga mutasi ASN di Banyuwangi nantinya akan mempertimbangkan hasil pemetaan ini, imbuh pejabat yang akrab disapa Gus Ilzam.
Lebih lanjut dia menambahkan BKPP Banyuwangi berharap hasil tes ini dapat menjadi basis data bagi pimpinan dan tim penilai kinerja dalam merencanakan pengembangan karir ASN."
"Pengumuman hasil tes bersifat terbuka tetapi terbatas, di mana peserta dapat melihat hasil milik masing-masing secara langsung melalui akun *MyASN* dua hari setelah tes dilaksanakan,” pungkas Gus Ilzam.
Baca Juga: Parkir Badan Jalan Makin Menekan, Tiga Kawasan Ini Diusulkan Punya Kantong Parkir
Baca Juga: Pemkab Malang Studi Tiru ke GBLA Bandung, Berencana Jadikan Kanjuruhan Kawasan Terintegrasi