JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Pria di Malang Ini Kaget Jantungnya Tersumbat 90 Persen, Padahal Tak Pernah Sakit

Reporter: Binti Nikmatur • Editor: Sri Kurnia Mahiruni
📅 5 Oktober 2026, 14:28 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Dwi Suswinarto (49) tidak pernah merasa dirinya sedang sakit. Pria asal Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, itu masih sibuk bekerja mengelola bisnis tour and travel dan beraktivitas di lapangan.

Sesekali memang muncul nyeri dada, sakit punggung hingga tangan kesemutan. Namun, Dwi menganggapnya sebagai efek dari aktivitas yang padat, kurang tidur atau terlambat makan.

“Selama ini saya merasa tidak pernah sakit. Tetapi kalau sedang banyak aktivitas kerja, kadang dada terasa nyeri, punggung juga sakit dan tangan sering kesemutan. Karena pekerjaan saya banyak di lapangan, saya pikir mungkin hanya karena capek, kurang istirahat atau telat makan,” ungkap Dwi.

Anggapan itu berubah pada suatu malam. Dwi merasakan nyeri di dada dengan sensasi dingin seperti terkena es.

Ia sempat mencoba tidur untuk beristirahat. Namun beberapa jam kemudian, kondisi justru semakin tidak nyaman. Dadanya terasa panas, disertai sesak napas dan mulut pahit.

“Malam sebelum masuk rumah sakit, dada saya sakit dan rasanya dingin seperti ada es. Saya kemudian mencoba tidur. Tetapi tengah malam dada malah terasa panas, sesak napas dan mulut terasa pahit. Saat itu saya merasa kondisinya sudah berbeda dan tidak bisa dianggap biasa lagi,” kenangnya.

Dwi akhirnya dibawa ke RSUD Kota Malang. Setelah menjalani pemeriksaan awal, ia kemudian dirujuk ke RST dr. Soepraoen Malang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Di rumah sakit itulah Dwi mendapat kabar yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyumbatan pembuluh darah hingga 90 persen.

Dwi kemudian harus menjalani tindakan kateterisasi.

“Saya benar-benar tidak menyangka karena sebelumnya merasa sehat dan masih bisa bekerja seperti biasa. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata ada penyumbatan sampai 90 persen dan saya harus menjalani kateterisasi. Ini pertama kalinya saya mengetahui mengalami serangan seperti ini,” tuturnya.

Pengalaman tersebut membuat Dwi mulai melihat keluhan yang selama ini dianggap sepele dengan cara berbeda. Ia tidak ingin kesibukan bekerja membuat kondisi tubuh kembali diabaikan.

“Saya berharap teman-teman di luar sana jangan meremehkan sinyal yang diberikan tubuh. Saya sendiri awalnya merasa sehat dan menganggap keluhan hanya karena capek. Ternyata setelah diperiksa ada masalah serius pada jantung. Kalau sudah ada keluhan, lebih baik segera periksa dan jangan menunggu sampai kondisinya berat,” pesan Dwi.

Bagi Dwi, pengalaman itu juga terasa berbeda karena ia merupakan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Saat harus menjalani pemeriksaan hingga tindakan medis, kepesertaan JKN membuatnya tidak terlalu memikirkan biaya pengobatan.

“Kalau tidak ada JKN, saya tidak tahu berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk pemeriksaan, perawatan sampai tindakan yang saya jalani. Justru saat kondisi seperti ini saya merasakan manfaatnya. Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang, tetapi ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan, JKN bisa digunakan sesuai prosedur,” ujarnya.

Momentum Hari Jantung Sedunia menjadi pengingat bagi Dwi untuk lebih memperhatikan kesehatan. Ia kini memahami bahwa seseorang tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh meski masih sanggup bekerja dan menjalani aktivitas sehari-hari.

“Hari Jantung Sedunia ini menjadi pengingat bagi saya bahwa kesehatan jangan menunggu sakit dulu baru dijaga. Sesibuk apa pun bekerja, tubuh tetap membutuhkan istirahat dan setiap keluhan jangan dianggap sepele. Saya juga bersyukur sudah menjadi peserta JKN karena ketika kondisi seperti ini datang tanpa diduga, ada jaminan kesehatan yang bisa diandalkan. Semoga pengalaman saya bisa menjadi pelajaran bagi orang lain untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantungnya,” tutup Dwi. 

Baca Juga: Rela Berhenti Bekerja demi Dampingi Istri, JKN Jadi Tumpuan Berobat

Baca Juga: Kenapa Tenggorokan Cepat Kering Saat Kemarau? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Topik Terkait
# Jantung# jantung tersumbat# sakit jantung

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap