JATIMTIMES - Tenggorokan terasa kering dan seperti ingin terus minum menjadi salah satu keluhan yang cukup sering muncul saat cuaca panas dan musim kemarau. Kondisi ini biasanya terasa semakin mengganggu ketika seseorang banyak beraktivitas di luar ruangan atau berada di ruangan dengan udara yang kering.
Tenggorokan kering tidak selalu berarti sedang sakit. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan berkurangnya cairan tubuh hingga udara yang terlalu kering. Namun, jika berlangsung terus-menerus atau disertai keluhan lain, tenggorokan kering juga perlu diperhatikan karena bisa memiliki penyebab lain.
Lantas, kenapa tenggorokan cepat kering saat kemarau dan bagaimana cara mengatasinya?
Penyebab tenggorokan cepat kering saat kemarau
Dilansir dari NHS, salah satu penyebab utama mulut kering adalah dehidrasi. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh kekurangan cairan, termasuk karena banyak berkeringat. Udara yang kering juga dapat mengurangi kelembapan pada saluran pernapasan sehingga tenggorokan terasa kasar atau gatal.
Berikut beberapa penyebab yang mungkin membuat tenggorokan lebih cepat kering saat kemarau:
1. Kurang minum
Cuaca panas membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan melalui keringat. Jika asupan air tidak cukup untuk menggantikan cairan yang hilang, tubuh bisa mengalami dehidrasi.
Selain rasa haus, dehidrasi dapat ditandai dengan mulut dan bibir kering, urine berwarna kuning lebih pekat, lebih jarang buang air kecil, lelah hingga pusing.
2. Udara terlalu kering
Kelembapan udara yang rendah dapat membuat lapisan lembap pada hidung dan tenggorokan ikut mengering. Akibatnya, tenggorokan bisa terasa kasar, kering atau seperti mengganjal.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa udara kering dapat membuat lapisan lendir yang melindungi tenggorokan berkurang sehingga muncul rasa gatal atau iritasi.
3. Terlalu sering bernapas melalui mulut
Bernapas melalui mulut juga dapat membuat tenggorokan lebih cepat kehilangan kelembapan. Kondisi ini bisa terjadi ketika hidung tersumbat akibat alergi, pilek atau masalah pernapasan lainnya.
Menurut Mayo Clinic, bernapas melalui mulut, terutama karena hidung tersumbat, dapat menyebabkan tenggorokan kering dan terasa sakit.
4. Paparan asap dan debu
Musim kemarau sering membuat debu lebih mudah beterbangan. Selain itu, asap rokok maupun polusi udara dapat menjadi iritan yang membuat tenggorokan terasa tidak nyaman.
Jika tenggorokan sudah kering, paparan iritan tersebut dapat membuat rasa gatal atau batuk menjadi lebih mengganggu.
Cara mengatasi tenggorokan kering saat kemarau
Keluhan tenggorokan kering umumnya dapat dikurangi dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi dan menghindari faktor yang memperparah kekeringan.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
• Perbanyak minum air putih. Tidak perlu menunggu sampai sangat haus. Minumlah secara berkala, terutama ketika banyak berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan.
• Kurangi minuman yang dapat memperparah rasa kering. NHS menyarankan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi alkohol dan kafein ketika mengalami mulut kering.
• Jaga kelembapan ruangan. Jika udara di dalam rumah terasa sangat kering, humidifier dapat digunakan. Mayo Clinic menyebut kelembapan ruangan sekitar 30-50 persen sebagai rentang yang ideal. Humidifier juga harus dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi tempat berkembangnya jamur atau bakteri.
• Hindari asap rokok. Asap rokok dapat mengiritasi tenggorokan dan membuat rasa tidak nyaman semakin parah.
• Bernapas melalui hidung. Jika sering bernapas melalui mulut karena hidung tersumbat, cari tahu penyebab sumbatan tersebut agar saluran pernapasan tetap nyaman.
• Coba berkumur dengan air garam hangat. Cara ini dapat membantu meredakan tenggorokan yang terasa kering atau teriritasi. Mayo Clinic juga merekomendasikan berkumur dengan air garam sebagai salah satu cara untuk membantu menenangkan sakit tenggorokan.
• Jaga asupan cairan saat beraktivitas. Ketika berada di luar ruangan dalam cuaca panas, bawa air minum agar kebutuhan cairan lebih mudah terpenuhi.
Kapan tenggorokan kering perlu diperiksa?
Tenggorokan atau mulut kering sesekali umumnya bukan kondisi serius. Namun, keluhan yang berlangsung selama beberapa minggu atau disertai kesulitan makan, berbicara maupun menelan sebaiknya tidak diabaikan.
NHS menyarankan pemeriksaan medis jika mulut tetap kering setelah mencoba penanganan sederhana selama beberapa minggu, terasa sakit, merah, bengkak atau berdarah, terdapat bercak putih, maupun muncul keluhan lain seperti sering buang air kecil atau mata kering.
Dengan demikian, tenggorokan yang cepat kering saat kemarau umumnya berkaitan dengan kombinasi udara kering dan kurangnya cairan tubuh. Menjaga asupan air, mengurangi paparan iritan serta mempertahankan kelembapan udara dapat membantu mengurangi keluhan tersebut.
Baca Juga: Cegah ISPA Meningkat, Bupati Jember Ingatkan Warganya Jaga Kesehatan
Baca Juga: ISPA di Jatim Melonjak hingga 211 Ribu Kasus, Gegara Cuaca Panas Ekstrem?