JATIMTIMES - Dalam beberapa Minggu terakhir, masyarakat di Kabupaten Jember mulai terserang ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan mengalami flu, sehingga menyebabkan sejumlah BOR di beberapa rumah sakit di Jember mengalami lonjakan dan overload.
Menyikapi kondisi ini, Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait SE. MSc., mengajak kepada seluruh masyarakat Jember, untuk menjaga kesehatan, dan mengenakan masker saat menjalankan aktivitas ditempat umum.
"Kami menghimbau kepada masyarakat, agar senantiasa menjaga kesehatan, mengingat saat ini ISPA dan gejala flu mulai menyerang warga Jember, meski sudah mulai menurun," ujar Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait.
Bupati juga menyatakan, agar orang tua memantau kesehatan anak-anaknya, jika terindikasi mengalami flu, alangkah baiknya untuk istirahat di rumah.
Hal ini semata-mata untuk mencegah penyebaran, dan sebagai bentuk upaya untuk menjaga kesehatan lingkungan. "Kalau memang sakit karena gejala flu, alangkah baiknya untuk izin tidak masuk dan istirahat yang cukup," ujar Bupati.
Selain melakukan imbauan secara langsung, Pemkab Jember beberapa waktu lalu juga menyebarkan flyer terkait antisipasi merebaknya ISPA di Kabupaten Jember.
Dalam flyer tersebut, Pemkab Jember mengimbau warga menggunakan masker ketika sedang sakit, mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin serta memastikan sirkulasi udara di rumah berjalan baik.
Warga juga diminta menghindari asap rokok dan polusi, mengurangi kontak dekat dengan orang lain ketika sedang sakit, serta mencukupi kebutuhan cairan, gizi dan istirahat.
ISPA sendiri merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung dan tenggorokan hingga paru-paru.
Sejumlah kondisi disebut dapat meningkatkan risiko penularan atau terjadinya gangguan saluran pernapasan. Di antaranya perubahan cuaca, ventilasi ruangan yang buruk, paparan asap rokok, polusi udara, kerumunan, mobilitas tinggi serta kontak dekat dengan orang yang sedang sakit. (*)
Baca Juga: ISPA di Jatim Melonjak hingga 211 Ribu Kasus, Gegara Cuaca Panas Ekstrem?
Baca Juga: Cegah Pernikahan Dini, Direktur RSU Wajak Husada Ajak Pelajar di Malang Bentengi Diri