JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

SDN Dinoyo Deket Bantah Soal Dugaan Fee 25–35 Persen dan Denda Rp 100 Ribu di Proyek Revitalisasi Anggaran Ratusan Juta Rupiah

Reporter: Defit Budiamsyah • Editor: Sri Kurnia Mahiruni
📅 2 Oktober 2026, 20:54 WIB • ⏱️ 2 menit baca

JATIMTIMES - Proyek revitalisasi SD Negeri Dinoyo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, menjadi sorotan. Pasalnya, proyek rehabilitasi dengan total anggaran sebesar Rp 762.347.707,-, yang bersumber dari APBN 2026 tersebut, diduga ada potongan atau fee sebesar 25 hingga 35 persen.

Tak hanya itu, pelaksanaan proyek juga diwarnai informasi mengenai keterlibatan wali murid untuk mengikuti kerja bakti secara swadaya dan denda Rp. 100.000 apabila tidak mengikutinya.

"Potongannya (fee) lumayan 25 sampai 35 persen. Tinggal hitung saja dari total Rp 700 juta lebih itu kalau dikurangi sekian persen tinggal berapa dananya," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut, Jumat (2/10/2026).

Makanya, masih kata sumber itu, kemarin wali murid kelas 1 sampai kelas 6 disuruh kerja bakti secara swadaya. Nah, apabila tidak ikut kerja bakti ke sekolah akan dikenakan denda Rp100 ribu. Ya akhirnya mau gak mau, mereka terpaksa ikut semuanya. Karena uang 100 ribu cukup banyak, kalau buruh tani di desa dapatnya bisa seharian itu," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala SDN Dinoyo, Moh. Kholifin, saat ditemui wartawan membenarkan adanya keterlibatan wali murid dalam kegiatan kerja bakti. Namun ia membantah adanya kewajiban denda bagi wali murid dan terkait fee tersebut, Jum’at (2/10/2026).

"Memang benar, waktu pembongkaran genting kemarin kita mengundang wali murid untuk kerja bakti bersama-sama secara gotong royong. Untuk konsumsi seperti kopi, jajan, hingga rokok, kami ambilkan dari dana sesuai RAB, dan tidak ada denda seperti itu. Kalau ada isu bahwa yang tidak ikut kerja bakti akan dikenakan denda, itu mungkin guyonan atau candaan wali murid,” jelasnya.

Tidak ada permintaan fee, masih kata Kholifin, dari manapun dalam proyek revitalisasi itu. Kabar itu juga tidak benar. Perlu saya luruskan bahwa proyek revitalisasi yang didanai pemerintah pusat ini semuanya dikerjakan sesuai spek dan RAB yang ada. Bahkan kemarin sewaktu sidak Komisi C DPRD Lamongan juga bilang sudah baik," tegasnya.

Dari pantauan di lokasi saat ini, proyek revitalisasi SDN Dinoyo masih dalam tahap pengerjaan. Terlihat dua pekerja sedang mengerjakan bagian tembok dengan mengelupas permukaan dinding sebelum kemudian dipasangi keramik.

Baca Juga: Pesan Tegas Menag RI: Kuliah di Unisma Jangan Sekadar Kejar Gelar

Baca Juga: Menag di UIN Malang: Kampus Islam Tak Cukup Cetak Ilmuwan, Harus Lahirkan Cendekiawan Berdampak

Topik Terkait
# Proyek Revitalisasi SD# SD Negeri Dinoyo# Kecamatan Deket# Kabupaten Lamongan

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap