JATIMTIMES - Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Malang HM. Sanusi yang telah konsisten melaksanakan Program Salat Subuh Keliling secara berjemaah hingga memasuki tahun keenam Sanusi memimpin Kabupaten Malang.
Apresiasi itu disampaikan Nasaruddin langsung ketika hadir dan mengikuti serangkaian Program Salat Subuh Keliling secara berjemaah di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Balearjo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.
Menurut Nasaruddin, kegiatan yang diinisiasi oleh Bupati Malang HM. Sanusi bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Malang beserta elemen lainnya ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat positif dan dapat menjadi percontohan bagi para kepala daerah di Indonesia.
Bahkan, Nasaruddin menganggap keilmuan agama dari Sanusi sudah bagus. Terlebih lagi ketika menyampaikan potongan-potongan hadits dan ayat-ayat suci Al-Qur'an beserta maknanya. Ia pun sempat menyebut, Sanusi layak menjadi Menteri Agama RI.
"Masya Allah, kalau seluruh Bupati di Indonesia seperti bapak Bupati Malang ini, Insya Allah seluruh Indonesia akan baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. Beliau ini lebih tepat menjadi menteri agama. Luar biasa dalam menyampaikan hadist riwayat Nabi dan ayat suci Al-Qur'an," ujar Nasaruddin di hadapan jemaah Masjid Baitul Muttaqin, Jumat (2/10/2026).
Pejabat publik sekaligus ulama asal Sulawesi Selatan ini juga membenarkan pesan Bupati Malang HM. Sanusi terkait barokah dari sering baca selawat dan istighfar. "Yakni baik dalam Islam meliputi tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga memancarkan aura positif dan menghadirkan kebahagiaan serta ketenangan jiwa bagi yang mengucapkannya," tutur Nasaruddin.
Sementara itu, Bupati Malang HM. Sanusi mengatakan, bahwa Program Salat Subuh Keliling secara berjemaah ini secara rutin digelar berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lainnya dari desa ke desa di 33 kecamatan di Kabupaten Malang.
Selain kegiatan Salat Subuh Keliling secara berjemaah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga menggelar Gebyar Pelayanan Gratis bagi masyarakat dengan menghadirkan pelayanan publik gratis bagi warga sekitar. Di antranya layanan administrasi kependudukan seperti KTP Elektronik, IKD dan Akta; Pasar murah kebutuhan pokok; Pelayanan perizinan; Pemeriksaan kesehatan gratis, dan Layanan Kantor Urusan Agama (KUA) yang meliputi layanan konsultasi pernikahan, sertifikasi halal dan lain-lain.
"Syukur alhamdulillah kebetulan kegiatan Salat Subuh Keliling juga dihadiri langsung oleh Bapak Menteri Agama. Jumlah jemaah yang hadir kurang lebih 1.500 orang," kata Sanusi.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu menyebut, bahwa Kabupaten Malang mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Terinovatif dari Kementerian Dalam Negeri RI salah satunya berkah dari konsistensi Program Salat Subuh Keliling secara berjemaah.
"Selain itu, Kabupaten Malang dianugerahi sebagai percontohan Kabupaten Malang Moderasi, karena terciptanya kerukunan antar umat beragama. Kalau boleh mengusulkan, kegiatan Subuh Keliling ini diviralkan untuk seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia, karena Kemenag, Forkopimda dan Lembaga Keagamaan kompak bersatu menggelar Subuh Keliling, dan sebagai penambah kegiatan keagamaan," ujar Sanusi.
Lebih lanjut, Program Salat Subuh Keliling secara berjemaah ini juga menjadi salah satu objek studi tidur dari Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota Kediri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah Bandar Kidul Kota Kediri KH. Qowimuddin Toha atau Gus Qowim. Di mana kedua pejabat tersebut juga tampak hadir dalam kegiatan Salat Subuh Keliling secara berjemaah di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Balearjo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.
Baca Juga: Tinjau Perbaikan Jalan Desa, Wabup Magetan Kang Suyat: Urusan Rakyat Jangan Mudah Menyerah
Baca Juga: Trans Jatim Koridor 2 Belum Jalan, Pemkot Malang Verifikasi 494 Sopir Angkot Terdampak