JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Warga Terdampak Kekeringan di Malang Bertambah Jadi 17 Ribu Jiwa

Reporter: Ashaq Lupito • Editor: Nurlayla Ratri
📅 27 September 2026, 20:22 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Jumlah warga yang diperkirakan terdampak kekeringan di Kabupaten Malang, Jawa Timur mengalami penambahan. Berdasarkan laporan terbaru yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, jumlah warga terdampak kekeringan mencapai lebih dari 17 ribu jiwa.

"Total penerima manfaat distribusi bantuan air bersih dampak kekeringan kurang lebih 5.702 KK (kepala keluarga) dan 17.230 jiwa," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.

Baca Juga : Kampoeng Budoyo Ketawanggede Gerakkan Ekonomi Warga di Tengah Kepungan Kampus

Perkiraan jumlah jiwa yang terdampak kekeringan tersebut merujuk pada data distribusi bantuan air bersih yang berlangsung sejak 8 Agustus sampai dengan 26 September 2026. "Dampak kekeringan terjadi di 13 desa pada 6 kecamatan," imbuhnya.

Sadono menyebut, jumlah warga terdampak kekeringan yang turut menerima bantuan pasokan air bersih tersebut masih bersifat sementara. Sampai dengan saat ini, sejumlah pihak terkait masih terus melakukan upaya penanganan bencana kekeringan sehingga secara data dan angka bisa sewaktu-waktu mengalami perubahan.

Sementara itu, berdasarkan laporan Posko Masa Tanggap Darurat Bencana Kekeringan BPBD Kabupaten Malang hingga Minggu, 27 September 2026, dampak kekeringan diperkirakan melanda 5.712 KK dan 17.330 jiwa. "Dampak kekeringan terjadi pada enam kecamatan yang tersebar di Kecamatan Sumawe (Sumbermanjing Wetan), Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak," bebernya.

Rinciannya, bantuan air bersih dampak kekeringan di Kecamatan Sumawe tersebar di empat titik. Antara lain meliputi tiga desa yakni Sumberagung, Sitiarjo, dan Kedungbanteng. Selain menyasar sejumlah desa, distribusi air bersih juga turut disalurkan ke Puskesmas Sitiarjo.

Sementara itu, distribusi air bersih dampak kekeringan di Desa Sumberagung menyasar 1.298 KK dan 3.777 jiwa, Desa Sitiarjo sebanyak 505 KK dan 1.928 Jiwa, Desa Kedungbanteng 788 KK dan 2.184 jiwa. Sedangkan di Kecamatan Gedangan distribusi air bersih telah disalurkan di Desa Tumpakrejo yang menyasar 307 KK dan 1.461 jiwa.

Bergeser ke Kecamatan Sumberpucung, distribusi air bersih disalurkan kepada 985 KK dan 3.055 jiwa yang ada di Desa Karangkates. Selanjutnya, di Kecamatan Donomulyo menyasar dua desa. Rinciannya meliputi Desa Sumberoto sebanyak 377 KK dan 773 jiwa serta di Desa Tulungrejo sebanyak140 KK dan 648 jiwa.

Pada Kecamatan Kalipare, distribusi bantuan air bersih dampak kekeringan telah disalurkan pada empat desa. Antara lain meliputi Desa Kalirejo dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 60 KK dan 121 jiwa, Desa Sumberpetung sebanyak 380 KK dan 1.330 jiwa, Desa Putukrejo 416 KK dan 992 jiwa, dan di Desa Arjosari sebanyak 240 KK dengan jumlah jiwa yang belum terkonfirmasi.

Baca Juga : Gara-Gara Bakar Serasah, Rumpun Bambu 500 Meter di Gunungsari Batu Terbakar

Terakhir, distribusi air bersih dampak kekeringan menyasar dua desa di Kecamatan Pagak. Rinciannya meliputi Desa Sumberejo sebanyak 87 KK dan 545 jiwa serta di Desa Pagak sebanyak 129 KK dan 516 jiwa.

"Sampai saat ini kami masih terus siaga dalam rangka tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, dampak kekeringan di Kabupaten Malang terjadi di 13 desa pada enam kecamatan. Dari sebaran dampak kekeringan pada laporan tanggal 25 September 2026 tersebut, jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 4.924 KK dengan total sekitar 14.794 jiwa.

Sementara itu, berdasarkan laporan Posko Tanggap Darurat Bencana Kekeringan BPBD Kabupaten Malang pada Sabtu 26 September 2026, jumlah warga yang terdampak kekeringan dilaporkan mengalami peningkatan. Pada saat itu dilaporkan total ada 5.354 KK yang terdiri dari 16.164 jiwa yang diperkirakan terdampak kekeringan dan telah menerima distribusi bantuan air bersih.

Jumlah warga terdampak kekeringan yang juga telah menerima pasokan bantuan air bersih tersebut kemudian kembali terkonfirmasi mengalami peningkatan pada Minggu, 27 September 2026. Sebagaimana yang juga telah disampaikan sebelumnya, berdasarkan laporan terbaru jumlah warga terdampak kekeringan diperkirakan mencapai 5.712 KK dan 17.330 jiwa.

Topik Terkait
# kekeringan di kabupaten malang# bpbd kabupaten malang# penyaluran air bersih

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap