JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Distribusi Bantuan Air Bersih Dampak Kekeringan di Malang Capai 2,8 Juta Liter

Reporter: Ashaq Lupito • Editor: Dede Nana
📅 27 September 2026, 12:09 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Distribusi bantuan air bersih dampak kekeringan di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur telah mencapai lebih dari 2,8 juta liter. Jumlah tersebut diperkirakan masih bakal terus mengalami penambahan lantaran upaya penanganan dampak kekeringan hingga hari ini, Minggu 27 September 2026 juga masih terus berlanjut.

"Total distribusi air bersih pada masa tanggap darurat bencana kekeringan telah mencapai sebanyak kurang lebih 2.827.900," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan.

Berdasarkan laporan dari Posko Tanggap Darurat Bencana Kekeringan BPBD Kabupaten Malang, distribusi bantuan air bersih dampak kekeringan tersebut telah berlangsung sejak 8 Agustus 2026 hingga 25 September 2026.

"Sedangkan distribusi air bersih pada Jumat kemarin (25 September 2026) tersebut mencapai sebanyak kurang lebih 116.900 liter. Proses distribusi disalurkan menggunakan tujuh armada," ujarnya.

Pada saat itu, distribusi bantuan air bersih dampak kekeringan menyasar enam kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. Antara lain meliputi Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak.

Rinciannya, distribusi bantuan air bersih dampak kekeringan di Kecamatan Sumawe menyasar dua wilayah yakni di Desa Sumberagung dan Puskesmas Sitiarjo. Di Desa Sumberagung tersebut telah dipasok sebanyak 15 ribu liter sedangkan di Puskesmas Sitiarjo sebanyak 10 ribu liter.

Sementara itu, untuk distribusi air bersih di Kecamatan Gedangan menyasar Desa Tumpakrejo sebanyak 20 ribu liter. Selanjutnya, untuk di Kecamatan Sumberpucung didistribusikan di Desa Karangkates sebanyak 19.900 liter.

Selanjutnya, di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo sebanyak 15 ribu liter. Sementara di Kecamatan Kalipare menyasar tiga desa yang meliputi Sumberpetung sebanyak 15 ribu liter, Putukrejo 12 ribu liter, dan Arjosari sebanyak 5 ribu liter.

Terakhir, untuk di Kecamatan Pagak distribusi bantuan air bersih dampak kekeringan disalurkan di Desa Sumberejo. Jumlahnya pada saat itu sebanyak 5 ribu liter. "Sehingga total distribusi air bersih mencapai kurang lebih 2,8 juta liter," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, berdasarkan laporan terbaru yang dihimpun BPBD, dampak kekeringan di Kabupaten Malang terjadi di 13 desa pada enam kecamatan. Dari sebaran dampak kekeringan tersebut, jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 4.924 kepala keluarga (KK) dengan total sekitar 14.794 jiwa.

Namun perlu diketahui, jumlah jiwa pada ribuan KK yang terdampak kekeringan pada sejumlah wilayah di Kabupaten Malang tersebut masih bersifat sementara. Artinya, secara data dan angka bisa berubah mengingat hingga kini upaya penanganan dampak kekeringan juga masih terus dilangsungkan.

Sementara itu, berdasarkan update laporan Posko Tanggap Darurat Bencana Kekeringan BPBD Kabupaten Malang, enam kecamatan yang mengalami kekeringan tersebut meliputi Kecamatan Sumawe, Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak. Dari enam kecamatan tersebut, total ada 5.354 KK yang terdiri dari 16.164 jiwa yang diperkirakan terdampak kekeringan dan telah menerima distribusi bantuan air bersih.

"Sampai dengan saat ini upaya penanganan kekeringan masih berlangsung, apabila ada perkembangan kami sampaikan lebih lanjut," pungkas Sadono.

Baca Juga: Aktivitas Semeru Meningkat, 4 Kali Erupsi hingga Pagi dengan Kolom Abu 1,3 Kilometer

Baca Juga: Kafe di Klojen Malang Terbakar Dini Hari, Diduga akibat Korsleting Listrik

Topik Terkait
# kekeringan# kekeringan di kabupaten malang# air bersih

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap