JATIMTIMES - Diperkirakan ada lebih dari 14 ribu jiwa di Kabupaten Malang, Jawa Timur yang terdampak kekeringan. Bencana kekeringan tersebut tersebar pada belasan desa di enam kecamatan.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan menuturkan, sejumlah personel hingga hari ini Sabtu, 26 September 2026 masih terus disiagakan di Posko Tanggap Darurat Bencana Kekeringan.
Baca Juga : PHK Jawa Timur Capai 5.400 Orang, Masuk 3 Besar Nasional hingga Agustus 2026
Di sisi lain, sejumlah instansi terkait juga turut dilibatkan dalam penanggulangan bencana kekeringan termasuk melalui distribusi bantuan air bersih kepada para warga terdampak. "Dampak kekeringan terjadi di 13 desa pada enam kecamatan," ujarnya.
Dari belasan desa yang tersebar pada enam kecamatan tersebut, jumlah warga yang terdampak kekeringan diperkirakan mencapai lebih dari 14 ribu jiwa. "Dampak kekeringan melanda kurang lebih 4.924 KK (kepala keluarga) dengan total sekitar 14.794 jiwa," imbuhnya.
Perlu diketahui, jumlah jiwa pada ribuan KK yang terdampak kekeringan pada sejumlah wilayah di Kabupaten Malang tersebut masih bersifat sementara. Artinya, secara data dan angka bisa berubah mengingat hingga kini upaya penanganan dampak kekeringan juga masih terus dilangsungkan.
Sementara itu, berdasarkan laporan Posko Tanggap Darurat Bencana Kekeringan BPBD Kabupaten Malang hingga Sabtu pagi, enam kecamatan yang mengalami kekeringan tersebut meliputi Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak.
Dari enam kecamatan tersebut, total ada 5.354 KK yang terdiri dari 16.164 jiwa yang diperkirakan turut terdampak kekeringan. Angka tersebut bersumber dari jumlah penerima manfaat distribusi air bersih yang telah berlangsung sejak 8 Agustus hingga 25 September 2026.
Rincian total distribusi air bersih pada enam kecamatan dalam kurun waktu tersebut meliputi, di Kecamatan Sumawe telah menyasar sebanyak kurang lebih 1.298 KK dan 3.777 jiwa yang ada di Desa Sumberagung; Desa Sitiarjo sebanyak 505 KK dan 1.928 jiwa; Desa Kedungbanteng sebanyak 570 KK dan 1.666 jiwa.
Selain di tiga desa tersebut, distribusi air bersih dampak kekeringan di Kecamatan Sumawe juga turut disalurkan pada Puskesmas Sitiarjo. Selanjutnya, untuk distribusi air bersih dampak kekeringan di Kecamatan Gedangan menyasar di wilayah Desa Tumpakrejo. Jumlahnya mencapai sebanyak kurang lebih 307 KK dan 1.461 jiwa.
Baca Juga : Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, PDIP Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang.
Bergeser ke Kecamatan Sumberpucung, data terbaru menunjukkan distribusi air bersih dampak kekeringan disalurkan ke Desa Karangkates. Sementara jumlah penerima manfaat ada sebanyak kurang lebih 985 KK dan 3.055 jiwa.
Di Kecamatan Donomulyo, distribusi air bersih dampak kekeringan disalurkan kepada 377 KK dengan total sekitar 773 jiwa yang ada di Desa Sumberoto. Sementara untuk di wilayah Kecamatan Kalipare, distribusi air bersih dampak kekeringan menyasar empat desa.
Rinciannya, di Desa Kalirejo sebanyak 60 KK dan 121 jiwa; Desa Sumberpetung 380 KK dan 1.330 jiwa; Desa Putukrejo 416 KK dan 992 Jiwa; Desa Arjosari 240 KK dengan jumlah jiwa penerimaan manfaat yang belum terkonfirmasi.
Sementara untuk distribusi air bersih dampak kekeringan di Kecamatan Pagak menyasar dua desa. Antara lain meliputi Desa Sumberejo yang menyasar sejumlah kurang lebih 87 KK dan 545 jiwa serta di Desa Pagak sejumlah 129 KK dan 516 jiwa.
"Kami masih terus siaga melakukan upaya tanggap darurat bencana kekeringan. Apabila ada perkembangan akan kami laporkan pada update berikutnya," pungkas Sadono.