JATIMTIMES – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu merilis rekapitulasi data kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya yang þþtþttttmeliputi Kota Batu, Pujon, Ngantang, dan Kasembon sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026. Berdasarkan catatan kepolisian, terdapat 213 kejadian kecelakaan kendaraan jalan raya yang terjadi selama delapan bulan terakhir.
Dari total 213 peristiwa kecelakaan tersebut, sebanyak 22 korban dilaporkan meninggal dunia, 3 orang mengalami luka berat, dan 369 korban menderita luka ringan.
Baca Juga : El Nino Menguat hingga Awal 2027, Malang Raya Diprediksi Masih Minim Hujan
Berdasarkan rincian data ťersebut, angka kecelakaan tertinggi tercatat pada bulan Mei dan Agustus dengan masing-masing 33 kasus kejadian. Sementara fatalitas korban meninggal dunia terbanyak terjadi pada bulan Februari dan Agustus. Masing-masing mencatatkan 4 korban jiwa.
Kasat Lantas Polres Batu AKP Mateus Jaka Iswantara menjelaskan bahwa potensi penambahan angka kecelakaan masih dapat terjadi mengingat tahun 2026 masih berjalan. Pihaknya terus menyoroti pentingnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berkendara di jalan raya.
"Rekapitulasi data menunjukkan ada 213 kejadian sepanjang Januari hingga Agustus. Mengingat tahun berjalan masih tersisa beberapa bulan," ujar Kasat Lantas Polres Batu AKP Mateus Jaka Iswantara.
Jaka menambahkan bahwa mayoritas kecelakaan lalu lintas dipicu kelalaian pengemudi, seperti melanggar rambu, memacu kendaraan melebihi batas kecepatan, berkendara dalam kondisi lelah, hingga penggunaan ponsel saat mengemudi.
Baca Juga : Kompak! Pengda IPPAT Se-Malang Raya Gelar Tasyakuran HUT IPPAT ke-39 Tahun
Pihak Satlantas Polres Batu, bersama Dinas Perhubugan, terus menggencarkan patroli serta sosialisasi keselamatan guna menekan risiko fatalitas kecelakaan di jalur rawan. Pengendara diminta untuk selalu menggunakan helm standar, sabuk pengaman, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima.
"Kami mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi tata tertib lalu lintas, mengutamakan keselamatan, dan bukan kecepatan," imbuh Jaka.