JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Kades di Malang Diduga Terlibat Sindikat Curanmor, Minta Tebusan Uang ke Korban

Reporter: Ashaq Lupito • Editor: Dede Nana
📅 24 September 2026, 11:16 WIB ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Oknum kepala desa (kades) di Kabupaten Malang, Jawa Timur diduga terlibat dalam sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pada serangkaian aksinya, oknum kades di Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen tersebut juga diduga meminta uang tebusan kepada terduga korban.

Kasus dugaan sindikat curanmor tersebut kemudian viral di media sosial. Pada unggahannya, akun Instagram @viralforjusticemlg menyebut jika timnya telah menerima aduan dari terduga keluarga korban.

Pada pengaduannya, pihak terduga keluarga korban tersebut mengaku telah di intimidasi oleh aparat Pemerintah Desa Kemiri. Dugaan intimidasi tersebut terjadi setelah pihak korban kehilangan dua unit sepeda motor di wilayah Malang.

Kronologi bermula pada 10 Agustus 2026. Ketika itu pihak terduga korban mengaku telah kehilangan satu unit sepeda motor yang diakui milik ibunya.

Kejadian tersebut pada akhirnya hanya disampaikan berupa laporan ke kantor desa. Belakangan diketahui, tidak adanya laporan polisi (LP) tersebut dikarenakan minimnya keterbatasan pengetahuan dari pihak korban.

Hingga akhirnya, sekitar enam minggu kemudian, tepatnya pada 22 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB sepeda motor milik ayah korban juga hilang. Kejadiannya disebut saat kendaraan tersebut berada di area yang berdekatan dengan posisi kades dan beberapa perangkat desa lainnya.

Keesokan harinya yakni pada 23 September 2026, seorang perangkat desa berinisial N tiba-tiba mengabarkan jika sepeda motor milik korban sudah ditemukan di wilayah Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Padahal, pihak terduga keluarga korban tersebut mengklaim tidak pernah memberikan foto atau nomor pelat kendaraan mereka yang hilang tersebut kepada pihak pemerintah desa.

Usai kendaraan tersebut ditemukan, terduga korban justru mengaku kalau dimintai uang tebusan senilai Rp 1 juta. Alasannya karena sepeda motor yang diduga sempat hilang tersebut sudah ditebus oleh kepala desa.

Ibu korban yang merasa panik karena dimintai tebusan akhirnya nekat utang guna menebus kendaraannya yang sempat hilang tersebut. Di sisi lain, pihak keluarga korban juga sempat mendesak untuk mengetahui identitas terduga pelaku pencurian.

Pihak korban juga sempat meminta kasus dugaan pencurian tersebut agar dilaporkan kepada pihak kepolisian. Namun Kepala Desa justru diduga menolak apabila kasus dugaan curanmor tersebut dilaporkan ke polisi. Sebaliknya, pihak desa justru diduga mengintimidasi termasuk menanyakan kepada korban terkait background pendidikannya.

Rekaman video saat terduga korban tersebut di intimidasi itulah yang juga sempat beredar viral di media sosial. Hingga berita ini di susun, JatimTIMES masih berupaya untuk memberikan ruang konfirmasi kepada pihak Pemdes Kemiri.

Sementara itu, dalam konfirmasinya Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono menyebut jika kasus dugaan sindikat curanmor yang melibatkan oknum kades tersebut telah dilaporkan ke Polres Malang. "Sudah lapor," ujarnya.

Meski membenarkan jika kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian, namun Budiono masih enggan menyampaikan lebih lanjut. Pertimbangannya lantaran kasusnya masih dalam penyelidikan.

"Sudah ditangani Reskrim Polres Malang," pungkasnya.

Baca Juga: KPK Geledah Kanwil BPN Jawa Timur, Usut Dugaan Suap Pengurusan HGB

Baca Juga: Kasus Korupsi di Kementerian ATR/BPN Merembet ke Jatim, KPK Geledah Kantor BPN

Topik Terkait
# kades# kades kemiri# kemiri kepanjen# pemdes kemiri# curanmor# sindikat curanmor

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap