JATIMTIMES - Ada sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang sering menjadi bahan pembicaraan ketika membahas tentang penghuni neraka. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa sebagian besar penghuni neraka yang beliau lihat adalah perempuan.
Hadis ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dari Imran bin Husain. Rasulullah SAW bersabda:
Baca Juga : 5 Kesalahan Menyimpan Air di Rumah yang Bisa Membuatnya Cepat Terkontaminasi
اطلعت في الجنة فرأيت أكثر أهلها الفقراء واطلعت في النار فرأيت أكثر أهلها النساء
Artinya: "Aku melihat ke dalam surga, lalu aku melihat sebagian besar penghuninya adalah orang-orang fakir. Aku melihat ke dalam neraka, lalu aku melihat sebagian besar penghuninya adalah perempuan." (HR Bukhari)
Riwayat serupa juga terdapat dalam Shahih Muslim. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW mengingatkan kaum perempuan agar memperbanyak sedekah dan istighfar.
Lantas, mengapa Rasulullah SAW melihat banyak perempuan sebagai penghuni neraka?
Jawaban atas pertanyaan tersebut terdapat dalam hadis lain yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abdullah bin Umar.
Rasulullah SAW bersabda: "Wahai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar. Sesungguhnya aku melihat kalian sebagai penghuni neraka yang paling banyak."
Seorang perempuan kemudian bertanya mengapa hal itu terjadi. Rasulullah SAW menjawab bahwa perempuan banyak melakukan laknat dan mengingkari kebaikan suami.
Dalam riwayat Shahih Muslim disebutkan:
تُكثِرنَ اللَّعنَ، وتَكفُرنَ العَشيرَ
Artinya, "Kalian banyak melaknat dan mengingkari kebaikan suami." (HR Muslim)
Istilah kufran al-'asyir dalam hadis ini juga berkaitan dengan mengingkari kebaikan suami. Dalam salah satu riwayat dijelaskan bahwa seorang perempuan bisa saja mendapatkan kebaikan dari suaminya dalam waktu lama, tetapi ketika melihat sesuatu yang tidak disukai, ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan kebaikan apa pun.
Baca Juga : Husnul Aqib Ajak Warga Jaga Persatuan dan Toleransi
Bagian lain dari hadis tersebut juga kerap menjadi perdebatan. Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau tidak melihat orang yang "kurang akal dan agama" dapat mengalahkan orang yang berakal.
Seorang perempuan kemudian bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai maksud perkataan tersebut.
Rasulullah SAW menjelaskan: "Adapun kekurangan akal adalah kesaksian dua perempuan sebanding dengan kesaksian seorang laki-laki. Itulah kekurangan akal. Sedangkan kalian tidak salat selama beberapa malam dan tidak berpuasa pada Ramadan. Itulah kekurangan agama." (HR Muslim)
Penjelasan ini penting karena istilah tersebut tidak berdiri sendiri. Rasulullah SAW sendiri memberikan penjelasan mengenai maksudnya dalam hadis.
"Kekurangan agama" yang dimaksud berkaitan dengan kondisi perempuan yang tidak menjalankan salat dan puasa pada masa tertentu, seperti ketika sedang haid. Dalam keadaan tersebut, perempuan memang tidak menjalankan salat dan mengganti puasa Ramadan pada waktu lain sesuai ketentuan syariat.
Adapun penjelasan tentang "kekurangan akal" dalam hadis tersebut dikaitkan dengan kesaksian dua perempuan yang setara dengan kesaksian seorang laki-laki dalam konteks yang disebutkan dalam syariat.
Setelah menyampaikan peringatan tersebut, Rasulullah SAW memberikan jalan yang dapat dilakukan kaum perempuan. Beliau menganjurkan sedekah dan memperbanyak istighfar.
Sedekah menjadi salah satu amal yang dianjurkan. Begitu juga istighfar, yakni memohon ampun kepada Allah SWT atas kesalahan dan dosa yang telah dilakukan.
Hadis tersebut juga mengingatkan agar seseorang menjaga lisannya. Kebiasaan mencela, melaknat, menyakiti orang lain dengan perkataan, serta mengingkari kebaikan yang pernah diterima merupakan perilaku yang harus dihindari.