JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

5 Kesalahan Menyimpan Air di Rumah yang Bisa Membuatnya Cepat Terkontaminasi

Reporter: Mutmainah J • Editor: Dede Nana
📅 21 September 2026, 18:03 WIB • ⏱️ 4 menit baca

JATIMTIMES - Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang di sejumlah wilayah membuat ketersediaan air perlu menjadi perhatian. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat memilih menyimpan persediaan air di rumah agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.

Air sendiri merupakan kebutuhan penting, mulai dari untuk minum, memasak hingga berbagai keperluan rumah tangga. Namun, menyimpan air bukan sekadar memasukkannya ke dalam wadah dan menutupnya. Cara penyimpanan yang kurang tepat justru dapat membuat air yang semula bersih berisiko kembali terkontaminasi.

Baca Juga : Paripurna DPRD Lamongan Setujui Raperda Perubahan APBD 2026

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa air perlu disimpan dalam wadah yang dapat melindunginya dari kontaminasi ulang. Sementara itu, World Health Organization (WHO) juga menjelaskan bahwa air minum dapat terkontaminasi selama proses penyimpanan maupun ketika digunakan di rumah.

Lantas, apa saja kesalahan yang masih sering dilakukan saat menyimpan air di rumah? Berikut penjelasannya. 

1. Menggunakan wadah yang tidak benar-benar bersih

Wadah penyimpanan air perlu dibersihkan secara rutin. Membiarkan wadah dalam kondisi kotor atau hanya membilasnya sekilas dapat membuat kotoran dan mikroorganisme ikut terbawa ke dalam air.

CDC menyarankan wadah dicuci menggunakan sabun dan air, kemudian dibilas hingga bersih sebelum digunakan untuk menyimpan air. Wadah juga perlu disanitasi secara tepat sebelum diisi kembali.

Karena itu, jangan hanya fokus pada kebersihan air. Kondisi wadah penyimpanannya juga perlu diperhatikan.

2. Menyimpan air dalam wadah tanpa penutup

Wadah terbuka membuat air lebih mudah terkena debu, kotoran, serangga maupun kontaminan lain dari lingkungan sekitar.

WHO menjelaskan bahwa wadah penyimpanan yang tertutup dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi. Wadah dengan bukaan yang lebih sempit juga lebih disarankan karena dapat membatasi masuknya tangan atau benda lain ke dalam air.

Jadi, sebaiknya gunakan wadah yang memiliki penutup rapat dan hindari membiarkan air terbuka terlalu lama.

3. Sering memasukkan tangan atau alat yang tidak bersih

Kesalahan lain yang cukup sederhana tetapi berisiko adalah mengambil air menggunakan tangan atau alat yang belum dipastikan kebersihannya.

Air yang sebelumnya aman dapat kembali terkontaminasi ketika tangan, gayung atau alat lain yang kotor masuk ke dalam wadah.

CDC menyarankan penggunaan alat yang bersih setiap kali mengambil air serta menghindari menyentuh air atau bagian dalam wadah dengan tangan.

Jika memungkinkan, pilih wadah yang memiliki keran atau bukaan yang memungkinkan air dituangkan tanpa harus memasukkan tangan maupun gayung ke dalamnya.

4. Menaruh wadah air di tempat yang panas atau terkena matahari langsung

Lokasi penyimpanan juga tidak boleh diabaikan. Menempatkan wadah air di bawah sinar matahari langsung atau di tempat yang terlalu panas dapat memengaruhi kualitas air.

WHO menyarankan wadah air minum disimpan jauh dari paparan langsung sinar matahari. CDC juga merekomendasikan penyimpanan air di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Karena itu, pilih tempat penyimpanan yang teduh, bersih dan tidak berdekatan dengan sumber kotoran.

Baca Juga : Puguh DPRD Jatim Tagih Solusi Permanen Hadapi Kekeringan, Tak Cukup Pola Tambal Sulam

5. Menggunakan wadah bekas bahan kimia

Jangan menggunakan sembarang wadah bekas untuk menyimpan air minum, terutama jika sebelumnya digunakan untuk menyimpan bahan kimia.

CDC secara tegas menyarankan agar wadah yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan bahan beracun, seperti pestisida, bahan bakar atau bahan kimia lainnya, tidak digunakan kembali untuk menyimpan air. Residu bahan tersebut dapat berpindah ke air.

Sebaiknya pilih wadah yang memang diperuntukkan untuk menyimpan air atau wadah berbahan food-grade.

Begini Cara Menyimpan Air agar Tetap Aman

Agar risiko kontaminasi bisa ditekan, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan di rumah:

• Gunakan wadah yang bersih dan khusus untuk air minum.

• Pastikan wadah memiliki penutup yang rapat.

• Hindari memasukkan tangan atau alat yang kotor ke dalam air.

• Simpan wadah di tempat yang sejuk dan jauh dari sinar matahari langsung.

• Jauhkan air dari bahan kimia, pestisida, bahan bakar dan sumber kontaminasi lainnya.

• Bersihkan wadah secara rutin sebelum digunakan kembali.

CDC juga menyarankan air yang disimpan untuk kebutuhan darurat dalam wadah rumah tangga diganti secara berkala, sementara wadah penyimpanannya harus tetap tertutup dan bersih.

Pada akhirnya, menjaga kualitas air di rumah bukan hanya soal memastikan air yang digunakan sudah bersih. Cara menyimpan dan mengambilnya juga berperan penting agar air tidak kembali terkontaminasi sebelum dikonsumsi.

Topik Terkait
# air# tips simpan air# kemarau

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap