Mas Ibin Ikut Makaryo Bareng Warga, Pemkot Blitar Percepat Realisasi 784 Bedah Rumah

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana

19 - Sep - 2026, 11:42

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) ikut makaryo bersama warga dalam rehabilitasi rumah penerima bantuan bedah rumah di Jalan Pattimura Gang I, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Sabtu (19/9/2026). Pemkot Blitar mendorong percepatan realisasi 784 unit bantuan bedah rumah bagi warga Kota Blitar.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Pagi di Jalan Pattimura Gang I, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Sabtu (19/9/2026), tak sekadar diisi aktivitas pekerja membongkar dan memperbaiki rumah. Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin ikut turun tangan. Mengenakan baju tactical, ia membaur bersama warga dalam kegiatan Sareng-Sareng Makaryan Bantuan Bedah Rumah.

Mengendarai sendiri sepeda motor Vespa, Mas Ibin tiba di lokasi dan langsung membaur bersama warga. Ia meninjau kondisi rumah penerima manfaat, berbincang dengan pemilik rumah, lalu ikut makaryo dalam proses rehabilitasi. Kehadirannya sekaligus untuk memastikan program bedah rumah dari pemerintah pusat berjalan sekaligus mendorong percepatan realisasi kuota yang masih dalam tahap verifikasi.

Baca Juga : BPJPH Jatim Fasilitasi 175 Ribu Sertifikat Halal Gratis dan Tersisa 39 Ribu

Tahun ini, Kota Blitar mendapat kuota 784 unit bedah rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Dari jumlah itu, 100 unit telah masuk tahap pelaksanaan, 100 unit dalam proses penerbitan SK Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sementara 584 unit lainnya masih menunggu verifikasi.

"Hari ini kami bersama Kementerian PKP meninjau program bedah rumah yang dari APBN atau Menteri PKP. Kita mendapatkan kuota 784. Alhamdulillah 100 sudah dilaksanakan, 100 proses SK, dan 584 masih menunggu verifikasi," kata Mas Ibin.

Turun Makaryo, Hidupkan Sayan Warga

Ibin

Bagi Mas Ibin, bedah rumah tidak semata bergantung pada bantuan pemerintah. Tradisi sayan atau gotong royong warga dinilai dapat memperbesar dampak bantuan sehingga hasil rehabilitasi rumah menjadi lebih maksimal.

Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut membantu tetangga yang rumahnya belum layak. Warga yang membutuhkan bantuan juga diminta aktif melapor melalui RT, RW, dan kelurahan agar dapat diusulkan dan menjalani verifikasi.

"Ayo para warga yang rumahnya kurang bagus, dirasa kurang layak, lapor ke RT, RW, ke kelurahan supaya diusulkan dan segera diverifikasi. Saya juga mengajak seluruh masyarakat ayo bareng-bareng sayan, swadaya sayan. Bantu warga yang rumahnya kurang layak supaya bisa kita perbaiki bersama-sama," ujarnya.

Menurut Mas Ibin, semangat gotong royong membuat bantuan pemerintah memiliki daya ungkit lebih besar. "Program yang mungkin anggarannya relatif minimum, dengan sayan hasilnya bisa maksimal untuk warga Kota Blitar," katanya.

Ketua RW 5 Kelurahan Bendogerit, Nanang Hidayat, menyebut ada lima rumah di wilayahnya yang didaftarkan untuk memperoleh bantuan. Satu di antaranya telah terealisasi, sedangkan empat lainnya masih menunggu.

"Yang kami daftarkan ada lima. Kebetulan yang terealisasi masih satu, ini menunggu yang empat. Saya sebagai Ketua RW berterima kasih sekali atas bantuan ini. Semoga yang lainnya segera terealisasi," kata Nanang.

584 Rumah Dikebut Verifikasi

Ibin

Kepala Satuan Kerja PKP Jawa Timur Sinta Dewi Astari mengatakan proses untuk menuntaskan kuota 784 rumah terus dipercepat. Pemerintah menargetkan verifikasi terhadap 584 calon penerima yang tersisa rampung pada 30 September.

"Harapan kami, 30 September semua 584 itu sudah bisa direalisasikan. Minggu depan kami lakukan verifikasi. Harapannya bisa segera lolos semua, kemudian kita lakukan SK PPK dan pencairan," ujar Sinta.

Percepatan dilakukan melalui kolaborasi Satker PKP Jawa Timur dengan Pemerintah Kota Blitar. Data calon penerima telah tersedia dalam Sistem Informasi Bantuan Perumahan atau SIBARU. Tim kementerian bersama dinas terkait akan melakukan verifikasi secara bersama-sama.

Baca Juga : Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang Rodhiyah Ahla Samar Canangkan Pemuda Siaga Bencana di Tirtoyudo

"Mulai Senin kita kolaborasi untuk verifikasi bersama dari tim kami, TPM, bersama tim dari dinas supaya hasil verifikasinya lebih cepat," katanya.

Setelah verifikasi dan pencairan, pekerjaan fisik dikebut hingga akhir tahun. "Fisik dilaksanakan sampai 31 Desember. Targetnya 100 persen pada 31 Desember," tegas Sinta.

Di luar kuota 784 unit dari pemerintah pusat, Pemkot Blitar tahun ini juga menangani 87 rumah melalui anggaran daerah. Dengan demikian, total penanganan mencapai 871 rumah sepanjang 2026.

Mas Ibin mengatakan Pemkot akan kembali mengejar kuota bantuan pusat pada tahun berikutnya. Sebab, kemampuan APBD untuk membiayai bedah rumah selama ini berada di kisaran 80 unit per tahun.

"Kami berusaha keras bagaimana kuota bedah rumah Kota Blitar bisa maksimal. Tahun depan kami juga akan berusaha supaya lebih maksimal lagi. Kalau bisa, seluruh rumah warga Kota Blitar yang kurang layak diperbaiki dari tahun ke tahun," ucapnya.

Menunggu 12 Tahun, Rumah Mujiatun Akhirnya Dibedah

Ibin

Di balik ratusan angka itu, program bedah rumah menyentuh kebutuhan konkret keluarga. Salah satunya Mujiatun, 61 tahun, warga Jalan Pattimura Gang I yang rumahnya ditinjau Mas Ibin. Ia tinggal bersama suaminya, Muhammad Anwar, 75 tahun.

Mujiatun mengaku telah menunggu sekitar 12 tahun hingga akhirnya memperoleh kesempatan memperbaiki rumah. Kondisi atap menjadi salah satu bagian yang membutuhkan penanganan. Melalui program tersebut, atap rumah akan diperbaiki sekaligus ditinggikan.

"Alhamdulillah, matur suwun sanget. Sampun kula tampi sedaya," kata Mujiatun menyampaikan rasa syukurnya.

Ia berharap manfaat serupa dapat bergilir kepada warga lain yang masih tinggal di rumah kurang layak. "Mudah-mudahan bisa bergilir lagi, nambah lagi," ujarnya.

Dari gang kecil di Bendogerit, Sareng-Sareng Makaryan memperlihatkan dua gerak beriringan: pemerintah mempercepat program, warga menguatkan gotong royong. Bagi Pemkot Blitar, 784 bantuan pusat dan 87 penanganan dari daerah menjadi jalan untuk memastikan semakin banyak keluarga memiliki rumah yang layak, aman, dan nyaman dihuni.