Jatim Diterpa Angin Kencang hingga 48 Km/Jam, Sampai Kapan Terjadi?
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Dede Nana
13 - Sep - 2026, 07:40
JATIMTIMES - Angin kencang mulai terasa di sejumlah wilayah Jawa Timur. Kecepatan angin bahkan mencapai 48 km/jam sejak Sabtu (12/9/2026). BMKG Juanda mengingatkan kondisi tersebut masih berpotensi terjadi dalam 2-3 hari ke depan. Warga diminta lebih waspada, terutama saat beraktivitas di luar rumah pada siang hingga sore hari.
"Pada tanggal 12 September, kecepatan angin tercatat mencapai 48 km/jam. Kondisi ini disebabkan oleh besarnya perbedaan tekanan udara di wilayah Timur Australia dengan wilayah dekat Ekuator," tulis keterangan resmi BMKG Juanda melalui akunnya, dikutip Minggu (13/9/2026).
Baca Juga : Kafe Bromo Hillside Dikepung Api-Asap Dampak Kebakaran Gunung Bromo
Kondisi angin tersebut meningkat dibandingkan hari sebelumnya. Secara umum, kecepatan angin sebelumnya berada di kisaran 10-20 km/jam.
BMKG Juanda menjelaskan sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini masih berada pada puncak musim kemarau. Perbedaan tekanan udara yang cukup besar antara Australia bagian timur dan wilayah dekat ekuator kemudian memperkuat aliran angin dari Australia menuju Pulau Jawa.
Sementara Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang terdampak penguatan angin timuran tersebut.
"Peningkatan kecepatan angin yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat ini diprakirakan akan bertahan hingga 2-3 hari ke depan," lanjut BMKG Juanda.
BMKG Juanda menyebut peningkatan kecepatan angin berpotensi terjadi di banyak wilayah Jawa Timur. Daerah tersebut yakni Kabupaten Banyuwangi, Kota Batu, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, Kota Kediri, Kabupaten Magetan, Kota Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Blitar, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Jombang, Kabupaten Kediri, Kota Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.
Kemudian Kabupaten Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Lamongan, Madiun, Kota Mojokerto, Sidoarjo, Bangkalan, Gresik, Kota Blitar, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, Kota Madiun dan Pacitan.
Wilayah pesisir utara dan selatan Jawa Timur juga perlu mewaspadai kondisi tersebut. "Masyarakat dan instansi terkait harus meningkatkan kewaspadaan, terutama pada siang sampai sore hari ketika angin kencang berpotensi terjadi," demikian keterangan BMKG Juanda.
Angin kencang bukan hanya mengganggu aktivitas. Pohon tumbang, baliho roboh hingga bangunan yang tidak kokoh bisa menjadi ancaman saat hembusan angin menguat.
Karena itu, warga diminta tidak berteduh maupun memarkir kendaraan di bawah pohon ketika angin kencang berlangsung.
"Waspada peningkatan potensi angin kencang pada 12-14 September 2026 di sebagian besar wilayah Jawa Timur," tulis BMKG Juanda.
"Hati-hati dalam berkendara," lanjutnya.
Baca Juga : Kapolda Jatim Apresiasi Konsistensi Banyuwangi Jaga Surplus Pangan
Pengendara sepeda motor juga perlu ekstra hati-hati. Begitu juga pengemudi yang melintas di jalan tol atau jembatan terbuka.
BMKG secara khusus mengingatkan pengendara yang melintasi Jembatan Suramadu. Hembusan angin dari samping dapat membuat kendaraan bergoyang dan mengganggu keseimbangan.
Ada satu hal lain yang turut menjadi perhatian BMKG saat angin kencang melanda, yakni aktivitas pembakaran. Warga diminta tidak membakar sampah maupun melakukan pembakaran terbuka lainnya. Api bisa lebih cepat merambat ketika terkena hembusan angin dan menjadi sulit dikendalikan.
"Hindari aktivitas pembakaran," tegas BMKG Juanda.
Imbauan ini diberikan mengingat sebagian besar Jawa Timur masih berada pada musim kemarau. Kondisi lahan yang relatif kering ditambah angin kencang dapat membuat api lebih mudah menyebar. Angin kencang juga berdampak pada kondisi laut. Nelayan dan pengguna perahu kecil diminta mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut.
BMKG mengingatkan angin kencang dapat memicu gelombang laut yang cukup tinggi dan membahayakan keselamatan. Bukan hanya nelayan, masyarakat yang beraktivitas di taman hiburan juga diminta memperhatikan kondisi angin. Wahana seperti gondola dan bianglala sebaiknya dihindari ketika angin bertiup kencang.
Pekerja yang melakukan aktivitas di luar ruangan, khususnya di tempat tinggi, juga perlu menghentikan sementara pekerjaan ketika kondisi angin membahayakan. Salah satunya pekerja yang membersihkan kaca gedung bertingkat.
BMKG juga meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca sebelum beraktivitas. "Masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id/radar/, dan informasi peringatan dini 3 harian dan peringatan dini 2-3 jam ke depan yang selalu kami bagikan," tutup BMKG Juanda.
