Tips Siapkan Dana Darurat untuk Hadapi Bencana, Ini yang Perlu Dipersiapkan
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
12 - Sep - 2026, 11:47
JATIMTIMES - Bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor hingga kebakaran dapat terjadi tanpa banyak waktu untuk bersiap. Selain menimbulkan kerusakan pada rumah dan barang berharga, kondisi tersebut juga bisa membuat seseorang harus mengeluarkan biaya tak terduga dalam waktu singkat.
Karena itu, memiliki dana darurat menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi situasi di luar rencana. Dana ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak ketika kondisi normal terganggu, tanpa harus langsung mengandalkan utang atau mengorbankan tabungan untuk kebutuhan lainnya.
Baca Juga : Rekomendasi Film Bioskop Akhir Pekan, Ada Horor hingga Fiksi Ilmiah
Dilansir dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana darurat merupakan dana yang dipersiapkan untuk kebutuhan yang sangat mendadak. OJK juga merekomendasikan dana darurat sekitar 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan.
Sementara itu, kesiapsiagaan menghadapi bencana juga perlu dilakukan sejak sebelum bencana terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut mengedukasi masyarakat untuk menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan penting seperti dokumen, makanan, air, obat-obatan dan alat komunikasi.
Lantas, bagaimana cara menyiapkan dana darurat untuk menghadapi kemungkinan bencana?
1. Tentukan target dana darurat
Langkah pertama adalah menentukan berapa jumlah dana yang perlu disiapkan. Besarannya bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan, jumlah anggota keluarga dan pengeluaran setiap bulan.
Mengacu pada edukasi OJK, dana darurat dapat ditargetkan sekitar 3–6 kali pengeluaran bulanan. Misalnya, jika pengeluaran rutin mencapai Rp 3 juta per bulan, target dana darurat dapat berada di kisaran Rp 9 juta hingga Rp 18 juta.
Namun, jumlah tersebut tidak harus langsung terkumpul. Dana darurat bisa dibangun secara bertahap sesuai kemampuan.
2. Pisahkan dana darurat dari uang sehari-hari
Dana darurat sebaiknya ditempatkan pada rekening terpisah dari rekening yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Pemisahan ini dapat membantu mencegah dana tersebut terpakai untuk kebutuhan yang sebenarnya masih bisa ditunda. Saat bencana terjadi, uang tersebut bisa langsung digunakan untuk kebutuhan mendesak.
OJK juga menyarankan dana darurat dipisahkan dari rekening harian maupun dana untuk kebutuhan jangka pendek lainnya.
3. Sisihkan uang secara rutin
Menyiapkan dana darurat tidak harus menunggu memiliki penghasilan besar. Kebiasaan menyisihkan uang secara rutin justru menjadi salah satu kuncinya.
Setiap menerima penghasilan, sebagian uang bisa langsung dialokasikan untuk dana darurat. Jumlahnya dapat disesuaikan dengan kemampuan, kemudian ditingkatkan ketika kondisi keuangan memungkinkan.
Jika kesulitan menyisihkan uang secara manual, pengaturan transfer otomatis ke rekening khusus dana darurat juga bisa menjadi pilihan.
4. Prioritaskan kebutuhan ketika bencana terjadi
Dana darurat sebaiknya tidak digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Ketika terjadi bencana, dana tersebut perlu diprioritaskan untuk kebutuhan yang benar-benar penting.
Misalnya untuk membeli makanan, air minum, obat-obatan, transportasi, tempat tinggal sementara, biaya komunikasi atau kebutuhan keluarga lainnya.
Dengan menentukan prioritas sejak awal, dana darurat tidak cepat habis ketika harus menghadapi kondisi yang tidak terduga.
5. Siapkan uang tunai secukupnya
Bencana dapat mengganggu akses terhadap ATM, jaringan internet, listrik maupun layanan pembayaran digital. Karena itu, menyimpan sejumlah uang tunai untuk kebutuhan darurat juga dapat menjadi bagian dari persiapan.
Namun, uang tunai tidak perlu disimpan dalam jumlah berlebihan. Tempat penyimpanannya juga perlu dipastikan aman dari risiko banjir, kebakaran atau kerusakan lainnya.
Baca Juga : Ekonom Celios Kritisi Pemangkasan Anggaran Daerah: Dijajah Regulasi Pemerintah Sendiri
6. Amankan dokumen penting
Persiapan menghadapi bencana tidak hanya berkaitan dengan uang. Dokumen penting juga perlu diamankan.
Identitas diri, dokumen keluarga, dokumen kepemilikan aset dan dokumen penting lainnya sebaiknya memiliki salinan yang disimpan di tempat aman.
Dokumen digital juga dapat disimpan secara aman agar tetap dapat diakses apabila dokumen fisik rusak atau hilang.
Langkah ini sejalan dengan konsep tas siaga bencana yang dikenalkan BMKG, yang antara lain mencakup dokumen penting dan berbagai kebutuhan dasar untuk menghadapi kondisi darurat.
7. Siapkan kebutuhan dasar untuk kondisi darurat
Dana darurat akan lebih efektif jika dibarengi dengan persiapan perlengkapan dasar.
Masyarakat dapat menyiapkan air minum, makanan yang tahan disimpan, obat-obatan pribadi, senter, baterai, alat komunikasi serta perlengkapan penting lainnya.
BMKG mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya tas siaga bencana untuk membantu individu dan keluarga memenuhi kebutuhan pada masa awal setelah bencana.
8. Evaluasi dana darurat secara berkala
Kondisi keuangan keluarga dapat berubah. Pengeluaran bisa meningkat, anggota keluarga bertambah atau penghasilan berubah.
Karena itu, jumlah dana darurat perlu dievaluasi secara berkala. Jika kebutuhan bulanan meningkat, target dana darurat juga sebaiknya disesuaikan.
Dengan begitu, dana yang tersedia tetap cukup untuk menghadapi kondisi darurat.
9. Lengkapi dengan perlindungan lainnya
Dana darurat bukan satu-satunya bentuk perlindungan keuangan. Jika kondisi memungkinkan, persiapan dapat dilengkapi dengan perlindungan asuransi sesuai kebutuhan dan kemampuan.
OJK menjelaskan bahwa dana darurat berperan sebagai jaring pengaman ketika menghadapi guncangan keuangan, sementara asuransi dapat membantu mengelola risiko keuangan yang lebih besar.
Pada akhirnya, menghadapi bencana bukan hanya soal menyiapkan barang-barang untuk evakuasi. Kondisi keuangan juga perlu dipersiapkan agar keluarga tidak semakin terbebani ketika menghadapi situasi darurat.
Dengan menyisihkan uang secara rutin, memisahkan dana darurat dari rekening harian serta menyiapkan kebutuhan dasar, masyarakat dapat memiliki persiapan yang lebih baik menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
