7 Tanda Kiamat yang Termuat dalam Hadis, Sebagian Mulai Terjadi
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
12 - Sep - 2026, 07:29
JATIMTIMES - Tanda-tanda kiamat tidak semuanya berupa peristiwa besar yang langsung membuat manusia menyadari bahwa akhir zaman semakin dekat. Dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW justru menggambarkan perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia, termasuk soal perilaku, hubungan sosial hingga kondisi masyarakat.
Beberapa di antaranya mungkin terdengar seperti persoalan yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jauh sebelum berbagai keadaan tersebut terjadi, Rasulullah SAW telah memberikan peringatan kepada umat Islam.
Baca Juga : Bukan Hanya Luka Fisik, Kondisi Psikologis Mahasiswa UB yang Jatuh dari Lantai 6 Jadi Perhatian Polisi
Dirangkum dari buku Huru-hara Hari Kiamat karya Ibnu Katsir, Fitnah & Petaka Akhir Zaman karya Abu Fatiah Al-Adnani, serta Tanda-tanda Kiamat karya Atho'illah Umar, berikut tujuh tanda kiamat kecil yang disebutkan dalam hadis.
1. Hawa Nafsu Semakin Dituruti
Manusia pada dasarnya memiliki keinginan dan hawa nafsu. Namun, Rasulullah SAW mengingatkan kondisi ketika keinginan tersebut justru menjadi sesuatu yang selalu diikuti.
Beliau bersabda:
إِذَا رَأَيْتَ شُحًا مُطَاعًا وَهَوَى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي
رَأْيِ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ يَعْنِي بِنَفْسِكَ وَدَعْ عَنْكَ الْعَوَامَ.
Artinya: "Apabila kamu melihat kikir telah dipatuhi, hawa nafsu telah diperturutkan, dan setiap orang yang berpendapat mengagumi pendapatnya sendiri, maka berpeganglah kamu pada pendirianmu, jangan pedulikan penilaian masyarakat umum." (HR. Dawud)
Hadis ini berisi peringatan agar seorang Muslim tidak mudah terbawa arus ketika hawa nafsu dan kepentingan dunia lebih banyak diikuti.
2. Ucapan Keji dan Putusnya Silaturahmi
Rusaknya hubungan antarmanusia juga termasuk keadaan yang disebut Rasulullah SAW menjelang terjadinya kiamat.
Dari Abdullah bin Amru, Rasulullah SAW bersabda:
"Kiamat tidak akan terjadi sehingga ucapan kotor, kebiasaan berbicara kotor, pemutusan silaturahim, dan buruknya hubungan bertetangga semakin merajalela." (HR. Ahmad dan Hakim)
Ucapan kasar yang terus diulang hingga menjadi kebiasaan, ditambah hubungan keluarga dan tetangga yang semakin renggang, menjadi gambaran perilaku manusia yang disebut dalam hadis ini.
3. Banyak Orang Berharap Berada di Dalam Kubur
Ada pula gambaran tentang manusia yang begitu berat menghadapi cobaan dunia sampai berharap berada di posisi orang yang telah meninggal.
Rasulullah SAW bersabda:
"Kiamat tidak terjadi sehingga seorang laki-laki berlalu di hadapan kuburan orang lain, lantas mengatakan: 'Duhai, andaikata aku menggantikan posisinya.'" (HR. Bukhari dan Muslim)
Riwayat lainnya menyebutkan:
"Demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, tidak akan musnah (dunia ini) sehingga ada seorang laki-laki berlalu di kuburan orang lain, lantas berguling-guling di atas tanahnya dan mengatakan: 'Duhai, andaikata aku menggantikan posisi penghuni kuburan ini!', padahal ia sama sekali tidak memiliki agama, (itu dilakukannya) semata-mata karena cobaan." (HR. Muslim)
Gambaran tersebut berkaitan dengan beratnya fitnah dan cobaan yang dihadapi manusia. Keinginan untuk mati dalam hadis itu muncul karena seseorang merasa kehidupan yang dijalani terlalu berat.
4. Kesaksian Palsu Muncul Menjelang Kiamat
Persoalan kejujuran juga menjadi salah satu hal yang disinggung dalam hadis tentang tanda-tanda kiamat.
Abdullah bin Mas'ud meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Sungguh, menjelang kiamat, kesaksian palsu dan disembunyikan kesaksian benar." (HR. Ahmad)
Kesaksian palsu dapat merugikan orang lain dan mengaburkan kebenaran. Hadis tersebut menggambarkan keadaan ketika kebohongan dalam memberikan kesaksian semakin dianggap biasa, sementara kesaksian yang benar justru disembunyikan.
Baca Juga : Jurnalis Malang Gelar Doa Bersama untuk Lima Rekan yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
5. Pembunuhan Semakin Banyak
Rasulullah SAW juga menyebut pembunuhan sebagai salah satu keadaan yang akan banyak terjadi menjelang kiamat.
Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:
يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيَنْقُصُ الْعَمَلُ وَيُلْقَى الشُّحُ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّمَ هُوَ قَالَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ.
Artinya: "Waktu saling berdekatan, ilmu berkurang, kikir tak mau hilang, huru-hara merajalela, dan banyak terjadi kerusuhan. Para sahabat bertanya, 'Ya Rasul Allah kerusuhan apakah itu?' Beliau menjawab, 'Pembunuhan, pembunuhan.'" (HR. Bukhari)
Dalam hadis tersebut, kata al-harj dijelaskan dengan pembunuhan. Rasulullah SAW bahkan mengulang kata "pembunuhan" ketika menjelaskan bentuk kerusuhan yang dimaksud.
6. Perempuan Lebih Banyak daripada Laki-laki
Perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan juga disebutkan dalam hadis sebagai salah satu tanda hari kiamat.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ وَيَفْشُوَ الزِّنَا وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَذْهَبَ الرِّجَالُ وَتَبْقَى النِّسَاءُ حَتَّى يَكُونَ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً قَيِّمٌ وَاحِدٌ.
Artinya: "Sesungguhnya di antara tanda-tanda Hari Kiamat ialah, dicabutnya ilmu, merajalelanya kebodohan, tersebarnya perzinaan, diminumnya khamer, hilangnya kaum laki-laki, dan bertambahnya kaum wanita, sehingga ada seorang lelaki menanggung lima puluh wanita." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menggambarkan keadaan ketika jumlah laki-laki semakin sedikit, sementara jumlah perempuan lebih banyak. Perbandingan itu disebut Rasulullah SAW sebagai salah satu tanda hari kiamat.
7. Perempuan Berpakaian tetapi Tidak Menutup Aurat
Salah satu gambaran lain tentang manusia pada akhir zaman berkaitan dengan cara berpakaian dan perilaku perempuan.
Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Ada dua golongan manusia yang akan menjadi ahli neraka namun belum aku jumpai di zaman ini: Pertama, sebuah kaum yang selalu memegang cambuk seperti ekor sapi, yang mereka cambukkan kepada manusia, dan kedua ialah kaum perempuan yang suka memakai pakaian yang tidak menutup aurat, suka melenceng dari ketaatan, tidak menjaga farji mereka, kepala mereka seperti punuk unta (karena rambut yang nampak), mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, dan aroma surga sangat jauh dari mereka yakni berada di tempat yang ditempuh dengan sekian bulan sekian hari." (HR. Muslim)
Hadis ini mengingatkan soal perempuan yang mengenakan pakaian tetapi tidak menutup aurat sebagaimana mestinya. Selain soal pakaian, hadis tersebut juga menyebut perilaku yang menyimpang dari ketaatan dan tidak menjaga kehormatan diri.
Demikian berbagai tanda hari kiamat yang dinilai sudah mulai muncul di sekitar kita. Tanda-tanda tersebut tidak berarti manusia dapat memastikan kapan kiamat akan berlangsung. Waktu datangnya kiamat merupakan perkara gaib yang hanya diketahui Allah SWT.
Hadis-hadis tentang tanda kiamat ini mengingatkan agar umat Islam tidak terlena dengan keadaan dunia dan tetap menjaga keimanan serta amal perbuatannya. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
