Bukan Mahasiswa Bermasalah, Korban Terjatuh dari Gedung UB Punya IPK 3,8
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Yunan Helmy
11 - Sep - 2026, 08:33
JATIMTIMES - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) berinisial RR yang melompat dari lantai 6 Gedung A Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan ternyata memiliki catatan akademik yang sangat baik. Mahasiswa semester tiga tersebut tercatat memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,8 dan menyandang predikat cumlaude.
Kepala Program Studi S1 Kedokteran FK UB dr Hanif SpAn MBiomed mengatakan capaian akademik tersebut menjadi salah satu hasil penelusuran fakultas terhadap kondisi mahasiswa sebelum peristiwa terjadi.
Baca Juga : Motif Mahasiswa FK UB Melompat Masih Diselidiki, Kampus Ungkap Kondisinya
“IPK-nya 3,8. Cumlaude. Jadi bukan anak yang kesulitan dalam pendidikan,” ujar Hanif, Jumat (11/9/2026).
Fakultas sebelumnya melakukan pengecekan menyusul munculnya sejumlah narasi mengenai kemungkinan adanya persoalan akademik yang dialami mahasiswa tersebut.
Namun, berdasarkan penelusuran terhadap perjalanan akademiknya, tidak ditemukan masalah yang mengarah pada kesulitan pendidikan. Prestasi dan kehadirannya selama mengikuti perkuliahan disebut berada dalam kondisi baik.
“Artinya dari sisi akademis, perjalanan akademis yang bersangkutan, prestasinya, kehadirannya, dan sebagainya itu semua dalam kondisi baik,” jelasnya.
Kampus juga menelusuri kondisi mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan perkuliahan. Informasi mengenai mahasiswa tersebut disebut telah dikonfirmasi kepada teman-temannya maupun dosen penasihat akademiknya.
Hasilnya, tidak ditemukan gambaran bahwa mahasiswa tersebut mengalami tekanan berat dalam menjalani aktivitas perkuliahan.
Hanif bahkan membantah informasi yang menyebut mahasiswa tersebut cenderung menyendiri selama berada di lingkungan kampus.
“Mengenai ada kabar kalau selama kegiatan perkuliahan yang bersangkutan menyendiri atau apa-apa, bisa kami pastikan itu tidak benar,” katanya.
Kehidupan akademik mahasiswa tersebut justru berjalan aktif. Selain menjalani perkuliahan, mahasiswa semester tiga itu juga terlibat dalam kegiatan membimbing mahasiswa baru.
“Beliau juga terlibat dalam membimbing adik kelasnya, karena beliau kan semester 3. Beliau itu juga terlibat dalam membimbing adiknya yang mahasiswa baru,” ujar Hanif.
Keterlibatan tersebut menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan fakultas dalam menelusuri kondisi mahasiswa sebelum insiden.
Baca Juga : Mahasiswa UB yang Jatuh dari Lantai 6 Jalani Operasi, Kondisi Stabil Masih di ICU
Hanif mengatakan pihak fakultas juga telah melakukan konfirmasi kepada dosen penasihat akademik untuk mendapatkan gambaran mengenai perjalanan mahasiswa tersebut selama mengikuti pendidikan.
Menurut dia, dari sisi akademik, institusi, maupun kemahasiswaan, tidak ditemukan persoalan yang dapat menunjukkan mahasiswa tersebut sedang menghadapi tekanan di lingkungan kampus.
“Jadi kami optimistis, kami yakin bahwa dalam hal akademis, pendidikan, maupun kemahasiswaan, yang bersangkutan tidak ada masalah,” tegasnya.
Catatan akademik itu sekaligus membuat pihak fakultas belum melihat adanya hubungan antara persoalan pendidikan dengan insiden yang dialami mahasiswa tersebut. Adapun motif di balik aksi yang dilakukan korban masih menjadi ranah penyelidikan kepolisian.
Sementara itu, mahasiswa tersebut masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang setelah menjalani sejumlah tindakan operasi.
Hanif menyampaikan kondisi korban berdasarkan informasi yang diterima fakultas berada dalam keadaan stabil dan masih menjalani perawatan di ICU.
“Kondisi secara umum dapat kami sampaikan bahwa dalam kondisi stabil,” tuturnya.
Pihak keluarga juga telah hadir di rumah sakit dan berkomunikasi dengan pihak fakultas mengenai kondisi serta langkah penanganan korban.
