NUFReP Diperluas, Penanganan Banjir Menjangkau Tambahan Ratusan Meter

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

11 - Sep - 2026, 05:46

ilustrasi.(Foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)).

JATIMTIMES - Penanganan banjir di Kota Malang melalui program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) bakal diperluas. Evaluasi desain proyek membuka peluang penambahan cakupan pekerjaan, terutama di koridor Jalan Letjen Sutoyo hingga Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Proyek tersebut sebelumnya dirancang menangani dua kawasan, yakni Jalan Letjen Sutoyo–Jalan Jaksa Agung Suprapto serta Jalan Bondowoso–Jalan Raya Tidar. Namun, cakupan pekerjaan kini tengah disesuaikan setelah nilai program mengalami perubahan.

Baca Juga : Kasatreskrim Polresta Malang Kota Berganti, Kompol Adi Diminta Lanjutkan Penanganan Perkara

Penyesuaian itu membuat pekerjaan tidak sekadar berjalan dengan desain awal. Pemkot Malang kembali mengevaluasi detail engineering design (DED) untuk menyesuaikan kebutuhan teknis di lapangan dengan tambahan cakupan penanganan.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, evaluasi tersebut dilakukan setelah anggaran program bertambah dari sekitar Rp 154 miliar menjadi Rp 200 miliar. Tambahan tersebut turut membuka peluang memperpanjang titik pekerjaan.

“Progress-nya ini kebetulan memang ada penundaan pelelangan. Tetapi penundaan bukan berarti membatalkan pekerjaan. Justru kami malah ditambah anggarannya,” ujar Wahyu belum lama ini. 

Salah satu perubahan yang diproyeksikan berada di kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto. Pada koridor tersebut, panjang penanganan drainase berpeluang bertambah hingga ratusan meter dibandingkan rancangan sebelumnya.

“Ada tambahan kemungkinan sekitar ratusan meter, terutama di titik Jalan Jaksa Agung Suprapto,” bebernya.

Perubahan desain inilah yang membuat tahapan pelelangan sempat tertunda. Pemerintah harus memastikan rancangan teknis kembali sesuai dengan nilai program sekaligus kebutuhan penanganan banjir di masing-masing lokasi.

Baca Juga : Didukung 222 CCTV, Command Center 112 Surabaya Percepat Respons Warga

Dengan proses tersebut, pekerjaan fisik NUFReP kini belum masuk tahap pembangunan. Pengadaan kembali dipersiapkan setelah penyesuaian perencanaan dan desain proyek rampung dilakukan.

Pemkot Malang menargetkan pembangunan drainase dapat mulai dikerjakan pada penghujung 2026 atau awal 2027. Artinya, masyarakat di kawasan yang masuk cakupan proyek masih harus menunggu hingga tahapan pengadaan selesai.

“Estimasi antara Desember-Januari. Sekarang masih proses pengadaan lagi. Jadi tinggal proses pengadaannya ini saja dan sudah mulai kami lakukan persiapannya,” pungkas Wahyu.

Program NUFReP sendiri diarahkan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir perkotaan. Di Kota Malang, proyek tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya memperbaiki kapasitas drainase pada kawasan yang memiliki persoalan genangan dan aliran air.