7 Doa Perlindungan Saat Bencana Alam, Bisa Diamalkan Saat Terdampak Letusan Gunung Api
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Dede Nana
08 - Sep - 2026, 07:34
JATIMTIMES - Musibah seperti gempa bumi, banjir, tsunami, tanah longsor, hingga letusan gunung api bisa terjadi tanpa banyak waktu untuk bersiap. Situasi tersebut tak jarang membuat orang panik dan kehilangan ketenangan.
Bagi umat Islam, menghadapi bencana tidak hanya dilakukan dengan upaya menyelamatkan diri dan mengikuti arahan petugas. Doa juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT.
Baca Juga : Turnamen Voli Pelajar Bupati Ngawi Cup ll 2026 Diikuti 32 Tim, Dua Tim dari Madiun Ikut Perebutan Juara
Ada sejumlah doa yang dapat dibaca ketika seseorang berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. Beberapa di antaranya secara khusus memohon keselamatan dari reruntuhan, tenggelam, kebakaran, hingga bahaya yang berasal dari bumi. Berikut kumpulan doa yang bisa diamalkan ketika menghadapi bencana alam, sebagaimana dilansir JatimTIMES dari berbagai sumber:
1. Doa Memohon Keselamatan
Tidak semua doa perlindungan harus dikaitkan dengan satu jenis bencana tertentu. Seorang muslim dapat memanjatkan doa yang mencakup keselamatan dalam kehidupan sekaligus memohon kebaikan di akhirat.
Salah satu bacaan yang dapat diamalkan adalah:
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِي الْرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ
Allâhumma innâ nas aluka salâmatan fid dîn(i), wa 'âfiyatan fil jasad(i), wa ziyadatan fil 'ilm(i), wabarakatan fir rizq(i), wa taubatan qablal maut(i), waraḫmatan 'indal maut(i), wa maghfiratan ba'dal maut(i). Allâhumma hawwin 'alainâ fî sakarâtil maut(i), wan najâta minan nâr(i), wal 'afwa indal hisâb(i).
Artinya:
"Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam beragama, kesehatan raga, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati, dan ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut. Berikanlah kami keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat perhitungan amal."
2. Doa Menghadapi Gempa Bumi
Gempa bumi dapat membuat bangunan berguncang hingga roboh dalam waktu singkat. Ketika merasakan guncangan, keselamatan tetap menjadi hal utama yang harus diperhatikan.
Di samping melakukan langkah penyelamatan, seorang muslim dapat memanjatkan doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أَغْتَالَ مِنْ تَحْتِي.
Allaahumma innii a-'uudzu bi-'azhamatika an ughtaala min tahtii.
Artinya:
"Aku berlindung kepada-Mu dengan kebesaran-Mu agar aku tidak diserang/ditelan dari arah bawah (bumi)."
Bacaan tersebut berisi permohonan agar Allah SWT memberikan perlindungan dari bahaya yang datang dari arah bawah atau dari dalam bumi.
3. Doa Saat Hujan Berpotensi Menyebabkan Banjir
Hujan merupakan salah satu bentuk rahmat Allah SWT. Namun, hujan yang turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama dapat memicu banjir di sejumlah daerah.
Dalam kondisi seperti itu, terdapat doa yang dapat dipanjatkan agar hujan tidak membawa mudarat.
اَللّٰهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اَللّٰهُمَّ عَلَى الْاٰكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُوْنِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allâhumma ḫawâlainâ wa lâ 'alainâ. Allâhumma 'alal âkâmi wal jibâli, wadh dhirâbi, wa buthûnil awdiyati, wa manâbitisy syajar(i).
Artinya:
"Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudaratkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon."
4. Doa Memohon Perlindungan dari Berbagai Musibah
Ada pula doa yang secara umum berisi permintaan agar Allah SWT memberikan kebaikan dari suatu kejadian sekaligus menjauhkan segala keburukannya.
Bacaannya sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرُهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا ، وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ؛ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ.
Allaahumma innii as'aluka khairahaa, wa khaira maa fiihaa wa khaira maa arsalta bih, wa a'udzubika min syarrihaa wasyarri maa fiihaa wa syarri maa arsalta bih.
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi di dalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan."
(HR Muslim)
Doa tersebut dapat menjadi salah satu bacaan ketika seseorang menghadapi kejadian yang mengkhawatirkan dan membutuhkan pertolongan Allah SWT.
5. Doa Memohon Perlindungan dari Reruntuhan hingga Kebakaran
Bahaya akibat bencana tidak hanya berupa guncangan atau genangan air. Reruntuhan bangunan, longsor, kebakaran, dan tenggelam juga dapat mengancam keselamatan.
Rasulullah SAW mengajarkan doa yang memohon perlindungan dari berbagai keadaan tersebut.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Selasa Pon 8 September 2026: Hindari Bepergian Hari Ini
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وأعُوذُ بِكَ مِنَ الغَرَقِ وَالحَرَقِ وَالهَرَمِ وَأَعُوذُ بِكَ أَن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ المَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِراً وأَعُوذُ بِكَ أَن أَمُوتَ لَدِيغاً
Allaahumma innii a'uudzubika minal hadmi wa a'uudzubika minat taraddii wa a'uudzubika minal garaqi wal haraqi wal harami wa a'uudzubika an yatakhabbathaniisy syaithaanu 'indal maut wa 'auudzubika an amuuta fi sabiilika mudbiran wa a'uudzubika an amuuta ladiigan.
Artinya:
"Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan (longsor), dan aku berlindung pada-Mu dari tergelincir, dan aku berlindung pada-Mu dari tenggelam (banjir), terbakar, dan tak berdaya. Dan aku berlindung kepada-Mu apabila setan menjerumuskan padaku ketika akan mati, dan aku berlindung kepada-Mu apabila mati dalam keadaan berbalik arah dari jalan-Mu (murtad), dan aku berlindung kepada-Mu apabila mati karena disengat."
(HR Abu Daud)
6. Doa Perlindungan Saat Menghadapi Tsunami
Bagi masyarakat yang berada di kawasan pesisir, tsunami menjadi salah satu ancaman bencana yang perlu diwaspadai. Jika peringatan tsunami dikeluarkan, masyarakat tetap harus segera menuju tempat aman sesuai arahan petugas.
Untuk mengiringi ikhtiar tersebut, doa berikut dapat diamalkan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ التَرَدِي وَالْهَدْمِ وَالْغَرَقِ وَالْحَرِيقِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِيَ الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ لَدِيعًا.
Allaahumma innii a-'uudzu bika minat taraddii wal hadmi wal gharaqi wal hariiqi wa a-'uudzu bika an yatakhabbthaniyas syaithaanu 'indal mauti wa a-'uudzu bika an amuuta fii sabiilika mudbiran wa a-'uudzu bika an amuuta ladiighaa.
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari terjatuh dari tempat yang tinggi, dari tertimpa bangunan (termasuk terkena benturan keras dan tertimbun tanah longsor/gempa), dari tenggelam, dan dari terbakar. Aku juga berlindung kepada-Mu dari campur tangan setan ketika akan meninggal. Aku juga berlindung kepada-Mu dari meninggal dalam keadaan lari dari medan perang. Aku juga berlindung kepada-Mu dari meninggal karena tersengat hewan beracun." (HR Nasa'i no. 5.531)
7. Doa Agar Hujan Dialihkan dari Wilayah yang Terdampak
Ketika hujan turun terlalu deras dan mulai menimbulkan gangguan, umat Islam dapat memohon kepada Allah SWT agar hujan dialihkan ke kawasan lain yang tidak menimbulkan kerusakan.
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالطَّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allahumma haawalaina wa laa 'alaina. Allahumma 'alal aakami wal jibaali, wazh zhiraabi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.
Artinya:
"Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan." (HR Bukhari)
Al-Qur'an juga mengingatkan manusia mengenai kerusakan yang terjadi di bumi. Salah satunya terdapat dalam Surat Ar-Rum ayat 41.
Allah SWT berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ٤١
Dhaharal-fasâdu fil-barri wal-baḫri bimâ kasabat aidin-nâsi liyudzîqahum ba'dlalladzî 'amilû la'allahum yarji'ûn.
Artinya:
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan tidak membuat kerusakan di muka bumi.
Sementara itu, Surat Al-Baqarah ayat 38 mengingatkan bahwa orang yang mengikuti petunjuk Allah tidak perlu larut dalam ketakutan dan kesedihan.
قُلْنَا اهْبِطُوْا مِنْهَا جَمِيْعًاۚ فَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ٣٨
Qulnahbithû min-hâ jamî'â, fa immâ ya'tiyannakum minnî hudan fa man tabi'a hudâya fa lâ khaufun 'alaihim wa lâ hum yaḫzanûn.
Artinya:
"Kami berfirman, 'Turunlah kamu semua dari surga! Lalu, jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, siapa saja yang mengikuti petunjuk-Ku tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih hati.'"
Demikian beberapa doa yang bisa diamalkan saat menghadapi bencana sebagai bentuk ikhtiar untuk memohon pertolongan Allah SWT. Namun, doa tetap perlu disertai tindakan, seperti segera mencari tempat aman, mengikuti informasi resmi, serta mematuhi arahan petugas ketika bencana terjadi. Semoga informasi ini bermanfaat.
