Iwan Setiawan Tutup Usia, Ini Jejak Pelatih yang Pernah Menukangi Timnas Indonesia

03 - Sep - 2026, 10:51

Iwan Setiawan, pelatih sepak bola di klub Indonesia yang meninggal dunia pada Kamis (3/9/2026) pagi. (Foto: Instagram @pengamatsepakbola)

JATIMTIMES -  Sepak bola Indonesia kehilangan salah satu pelatih seniornya. Iwan Setiawan meninggal dunia pada Kamis (3/9/2026) pagi.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh mantan pelatih Timnas Putri Indonesia, Rudy Eka Priyambada, melalui unggahan di Instagram. Rudy mengenang Iwan sebagai sosok pelatih yang jujur sekaligus panutan dalam perjalanan kariernya.

Baca Juga : Viral Dokter Obgyn Diduga Kirim DM Bernada Seksual, Kini Dinonaktifkan dari Tempat Praktik

"Innalillahi Wa Innailaihi Roojiun. Selamat jalan Ayah Iwan Setiawan. Sosok seorang pelatih berijiwa jujur," tulis Rudy Eka.

"Pertemuan terakhir kita di NFD Jogja kemarin. Terima kasih Ayah Iwan sudah jadi panutan saya dalam karier kepelatihan sepak bola. Amal ibadah diterima di sisi Allah," sambungnya.

Profil Iwan Setiawan

Iwan Setiawan lahir di Medan, Sumatra Utara, pada 5 Juli 1958. Ia meninggal dunia pada usia 68 tahun.

Sebelum dikenal sebagai pelatih, Iwan lebih dahulu menjalani karier sebagai pesepak bola. Ia pernah memperkuat Pelita Jaya, Arseto Solo dan Persija Jakarta.

Iwan juga mendapat kesempatan membela Timnas Indonesia di kelompok umur. Namun, kariernya sebagai pemain tidak berlangsung panjang karena cedera.

Setelah mengakhiri karier sebagai pemain, Iwan tidak meninggalkan dunia sepak bola. Ia memilih beralih ke kepelatihan dan mulai mengejar berbagai lisensi untuk mendukung profesinya.

Iwan juga tercatat mengantongi lisensi kepelatihan AFC hingga level A Pro.

Langkah Iwan sebagai pelatih dimulai dari tim junior Persija Jakarta. Ia kemudian dipercaya menangani berbagai klub di kompetisi sepak bola Indonesia.

Dalam perjalanan kariernya, Iwan pernah melatih Persija Jakarta, PSMS Medan, Persela Lamongan, Borneo FC dan Persebaya Surabaya.
Namanya juga tercatat dalam perjalanan sejumlah klub lain, seperti Persijatim Solo FC, Persibom Bolaang Mongondow, Persema Malang, PSBL Langsa hingga Persibo Bojonegoro.

Salah satu periode yang cukup menjadi sorotan saat Iwan menangani Borneo FC. Ia kemudian melanjutkan perjalanan ke sejumlah klub lain sebelum akhirnya dipercaya menjadi pelatih Sriwijaya FC.

Sriwijaya FC menjadi klub terakhir yang ditanganinya. Iwan tercatat menangani tim tersebut di kompetisi Championship yang sebelumnya dikenal sebagai Liga 2.

Baca Juga : Timnas U-20 Indonesia vs Laos 3 September, Garuda Muda Wajib Menang

Pengalaman Iwan tidak hanya terbatas pada klub. Ia juga dipercaya menangani tim nasional kelompok umur.

Iwan pernah menangani Timnas Indonesia U-17 pada pertengahan 2000-an. Ia juga mendapat kepercayaan untuk menukangi Timnas Indonesia U-23 pada rentang 2004/2005 hingga 2005/2006.

Pengalaman tersebut membuat Iwan dikenal sebagai salah satu pelatih lokal yang cukup lama berkecimpung dalam pembinaan pemain dan perkembangan sepak bola nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iwan juga aktif dalam pengembangan kepelatihan sepak bola Indonesia. Ia terlibat sebagai instruktur kepelatihan untuk berbagai jenjang lisensi.

Iwan Setiawan memiliki karakter yang berbeda ketika berada di hadapan media. Ia dikenal vokal, tegas dan tidak ragu menyampaikan pendapatnya secara terbuka.

Pernyataan-pernyataannya dalam sejumlah kesempatan bahkan kerap menjadi sorotan. Gaya komunikasi yang frontal tersebut membuat Iwan beberapa kali terlibat dalam perdebatan di tengah panasnya persaingan sepak bola Indonesia.

Karakter itu pula yang kemudian melahirkan julukan "Jose Mourinho Indonesia". Julukan tersebut merujuk pada gaya Iwan yang berani melontarkan psywar serta memainkan perang psikologis jelang pertandingan.

Meski dikenal kontroversial, Iwan tetap memiliki tempat tersendiri di sepak bola Indonesia. Rekam jejaknya sebagai pemain, pelatih klub, pelatih tim nasional hingga instruktur kepelatihan membuatnya menjadi salah satu sosok yang turut mewarnai perjalanan sepak bola nasional selama beberapa dekade.

Kini, sosok yang dikenal dengan gaya bicara blak-blakan itu telah berpulang. Jejak panjangnya di lapangan hijau menjadi bagian dari perjalanan sepak bola Indonesia yang akan terus dikenang. Selamat jalan Iwan Setiawan!