JATIMTIMES
โšก AMP
Versi Web

3 Cara Puasa Syawal, Keutamaan dan Bacaan Niatnya

Reporter: Binti Nikmatur โ€ข Editor: Nurlayla Ratri
๐Ÿ“… 22 Maret 2026, 20:44 WIB โ€ข โฑ๏ธ 3 menit baca

JATIMTIMES - Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Ibadah ini dikenal dengan puasa Syawal dan memiliki keutamaan besar dalam Islam.

Puasa Syawal biasanya mulai dilakukan sejak tanggal 2 Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri. Pelaksanaannya bisa dilakukan secara berturut-turut maupun terpisah selama masih berada di bulan Syawal.

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

Bagi yang belum sempat menjalankannya setelah Lebaran, puasa ini tetap bisa dilakukan hingga akhir bulan Syawal.

Salah satu keutamaan puasa Syawal adalah pahalanya yang sangat besar. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa puasa ini dapat menyempurnakan pahala puasa Ramadan.

Rasulullah SAW bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุชู’ุจูŽุนูŽู‡ู ุณูุชู‘ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุดูŽูˆู‘ูŽุงู„ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูƒูŽุตููŠูŽุงู…ู ุงูŽู„ุฏู‘ูŽู‡ู’ุฑู

Artinya:
โ€œBarangsiapa puasa Ramadhan, kemudian ia sertakan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.โ€ (HR Muslim).

Karena itulah banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak melewatkan puasa sunnah ini setelah Ramadan.

3 Cara Menjalankan Puasa Syawal

Dilansir dari NU Online, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjalankan puasa Syawal. Penjelasan ini merujuk pada keterangan ulama dalam kitab Lathaiful Maโ€™arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali.

Berikut tiga cara puasa Syawal.

1. Puasa Enam Hari Berturut-turut

Cara pertama adalah menjalankan puasa enam hari secara berurutan, dimulai sejak tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal.

Pendapat ini banyak dianut oleh ulama mazhab Syafiโ€™i, termasuk ulama besar seperti Abdullah bin Mubarak.

Pendapat tersebut juga didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW:
ู…ูŽู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽ ุณูุชู‘ูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ู…ูุชูŽุชูŽุงุจุนูŽุฉู‹ ููŽูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุตูŽุงู…ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู†ูŽุฉูŽ

Artinya:
โ€œBarangsiapa puasa enam hari setelah Idul Fitri secara terus-menerus, maka seperti berpuasa selama satu tahun.โ€ (HR At-Thabarani).

2. Boleh Berturut-turut atau Terpisah

Cara kedua adalah melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal, tetapi tidak harus berurutan.

Artinya, puasa boleh dilakukan secara terpisah selama masih berada dalam bulan Syawal.

Pendapat ini disampaikan oleh ulama seperti Ahmad bin Hanbal dan Waqi' bin Al-Jarrah, guru dari Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i.

Menurut pendapat ini, yang terpenting adalah jumlah enam hari puasa tetap terpenuhi di bulan Syawal.

3. Digabung dengan Puasa Ayyamul Bidh

Cara ketiga adalah menggabungkan puasa Syawal dengan puasa sunnah Ayyamul Bidh, yakni puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.

Baca Juga : Liburan ke Timur Tengah Batal? Ini 6 Destinasi Alternatif yang Tak Kalah Menarik

Pendapat ini dikemukakan oleh ulama seperti Ma'mar bin Rasyid dan Abdurrazzaq As-San'ani.

Dalam pandangan ini, puasa Syawal sebaiknya tidak langsung dilakukan setelah Idul Fitri karena hari-hari awal Syawal masih menjadi waktu bersilaturahmi dan menikmati hidangan Lebaran.

Karena itu, puasa dapat dilakukan menjelang atau setelah hari-hari Ayyamul Bidh, misalnya pada rentang tanggal 10 hingga 18 Syawal.

Bacaan Niat Puasa Syawal

Sebelum menjalankan puasa Syawal, umat Islam dianjurkan membaca niat terlebih dahulu.

Berikut lafal niat puasa Syawal yang dibaca pada malam hari:

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุตูŽูˆู’ู…ูŽ ุบูŽุฏู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุฏูŽุงุกู ุณูู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ุดู‘ูŽูˆู‘ูŽุงู„ู ู„ูู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Nawaitu shauma ghadin โ€˜an adรขโ€™i sunnatis Syawwali lillahi taโ€˜รขlรข.

Artinya:
โ€œAku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah swt.โ€

Namun bagi yang belum sempat berniat pada malam hari, puasa sunnah tetap boleh diniatkan pada siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh.

Berikut bacaan niat puasa Syawal jika dibaca pada siang hari:

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุตูŽูˆู’ู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุฏูŽุงุกู ุณูู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ุดู‘ูŽูˆู‘ูŽุงู„ู ู„ูู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Nawaitu shauma hรขdzal yaumi โ€˜an adรขโ€™i sunnatis Syawwali lillahi taโ€˜รขlรข.

Artinya:
โ€œAku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah swt.โ€

Demikian tata cara dan niatnya puasa syawal, lengkap dengan keutamaannya. Semoga informasi ini bermanfaat. 

Topik Terkait
# cara puasa syawal# niat puasa syawal

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap