JATIMTIMES - Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan beredarnya video yang memperlihatkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan keluar atau walk out saat Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi Developing Eight (KTT D-8) di Kairo, Mesir.
Dalam video yang dirilis Sekretariat Presiden, memang terlihat sejumlah delegasi berjalan hendak meninggalkan ruangan saat Presiden RI itu berpidato.
Baca Juga : Puncak Arus Pertama, Daop 8 Surabaya Siapkan 30.582 Kursi Per Hari Selama Nataru
Salah satu yang jelas terlihat dalam video itu adalah Erdogan yang terlihat berjalan di belakang kursi Prabowo seperti akan meninggalkan ruangan. Erdogan bahkan sempat menyenggol kursi Prabowo ketika presiden RI itu berbicara.
Momen itu terekam ketika Prabowo berbicara mengecam pelanggaran Israel terhadap hukum internasional. "Kita, sekali lagi, hari ini, mengutuk pelanggaran hukum internasional, kekejaman. Tapi saya ingin mengatakan, kita harus bisa melihat situasi yang terjadi, situasi yang sesungguhnya," kata Prabowo.
Dia lalu berujar, "Kita selalu bilang, kita mendukung Palestina, tetapi ... tetapi jika kita lemah, bagaimana bisa kita mendukung Palestina?"
Prabowo lalu menyarankan negara-negara D-8 fokus kerja sama di sektor ekonomi biru. Dia mengatakan potensi perikanan dunia mencapai US$ 600 miliar.
Bila negara-negara D-8 bekerja sama untuk memanfaatkan lautan yang ada, ia yakin blok ekonomi ini bisa menjadi yang terkuat di dunia.
Video itu pun viral di media sosial, seperti X. Berbagai spekulasi pun muncul di tengah beredarnya video tersebut.
Tanggapan Kemlu RI
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akhirnya memberikan penjelasan mengenai beredarnya video tersebut. Juru Bicara Kemlu RI Rolliansyah 'Roy' Soemirat mengatakan berdasarkan kebiasaan yang berlaku di forum internasional, masing masing delegasi memiliki hak menentukan kapan ketua delegasi akan duduk di kursi delegasi atau meninggalkan ruangan.
"Sesuatu hal yang lumrah bahwa para ketua delegasi itu melakukan banyak pertemuan paralel pada saat pertemuan internasional, antara lain untuk lakukan pertemuan bilateral dengan ketua delegasi lain di ruangan lain," ungkap Roy dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (23/12/2024).
Baca Juga : Nikmati Libur Natal dan Tahun Baru yang Berkesan di AmartaHills Kota Batu!
Dia lalu berkata, "Jadi, sifat keluar masuk ruangan meeting adalah hal yg lumrah untuk meeting internasional (termasuk di forum PBB)."
Lebih lanjut, Roy mengatakan delegasi Indonesia tak bisa memberi komentar terkait jadwal ketua delegasi negara lain yang mungkin tidak bisa hadir sepenuhnya saat Prabowo berpidato.
Dia juga mengatakan Prabowo sempat melakukan pertemuan singkat dengan seluruh ketua delegasi menjelang dan setelah KTT, termasuk Erdogan.
"Khusus dengan Presiden Turki, bisa disampaikan bahwa kedua pemimpin lakukan pertemuan dalam situasi yang sangat bersahabat termasuk pada saat duduk berdekatan pada acara luncheon yang diselenggarakan setelah berakhirnya KTT," ungkap Roy.