JATIMTIMES - Sejumlah lapisan masyarakat bakal menggelar agenda Haul Akbar dalam rangka memperingati empat tahun Tragedi Kanjuruhan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Agenda yang bakal dilangsungkan di kawasan halaman Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur tersebut merupakan salah satu dari rangkaian peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan.
Dari pantauan JatimTIMES pada Kamis malam, sejumlah lapisan masyarakat sejak ba'da magrib nampak mulai berdatangan ke kawasan Halaman Stadion Kanjuruhan. Sebelumnya, Sekretaris Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK) Cholifatul Nur menyebut, beberapa perwakilan hingga kerabat dari keluarga korban Tragedi Kanjuruhan juga telah mendatangi Gate 13 Stadion Kanjuruhan untuk memanjatkan doa bersama.
"Kegiatannya di mulai habis zuhur itu ada khataman, kami mengajak dari pesantren sebanyak 10 orang. Nanti sampai mau menjelang maghrib, kemudian ishoma sampai habis maghrib. Setelah itu selawatan dan ada mubalig untuk tausiyah," bebernya saat ditemui JatimTIMES disela-sela berlangsung serangkaian agenda peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan.
Salah satu keluarga korban yang karib disapa Ifa tersebut menuturkan, serangkaian kegiatan peringatan Tragedi Kanjuruhan tersebut juga turut diinisiasi oleh YKTK. Ifa juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan tersebut juga telah mendapatkan perizinan dari pihak terkait termasuk dari jajaran Forkopimda Kabupaten Malang.
"Mereka mensupport semua, Alhamdulillah jajaran Forkopimda juga membackup kegiatan kami semua. Kami dipermudah, ini persiapannya cuma satu minggu. Jajaran Forkopimda juga kami undang pada acara Haul Akbar nanti," ujar Ifa yang merupakan ibu dari almarhum korban Tragedi Kanjuruhan Jovan Farellino tersebut.
Dari hasil pendataan sementara, dijabarkan Ifa, pada kegiatan selawatan diperkirakan bakal diikuti oleh sekitar 2 ribu jemaah. Kemudian dari keluarga korban yang telah mengkonfirmasi hadir sebanyak kurang lebih 108 keluarga dari 135 korban jiwa se-Malang Raya.
"Tapi nanti kalau luar Malang hadir, ya Alhamdulillah. Terus sama suporter, tapi saya yang enggak tahu jumlah pastinya yang bakal hadir berapa, karena memang terbuka untuk umum. Tapi sepertinya besar, karena semuanya turut menyuarakan. Dari pada tahun kemarin, sepertinya bakal lebih banyak yang sekarang," imbuhnya.
Sebelum serangkaian agenda Haul Akbar Peringatan 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, disampaikan Ifa, sejumlah pihak termasuk keluarga korban juga rutin menggelar doa bersama. Agenda rutinan tersebut digelar setiap Sabtu Kliwon. Momen tersebut bertepatan dengan hari jawa yang dikenal dengan istilah geblag atau tepat meninggalnya korban Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 silam.
"Walaupun pada agenda Sabtu Kliwonan tersebut juga dibuka untuk umum, untuk merawat ingatan pada tragedi yang telah merenggut 135 korban jiwa," tuturnya.
Keluarga korban asal Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang ini berharap, melalui serangkaian agenda peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan tersebut juga dapat menjadi sarana untuk menyuarakan keadilan bagi para korban.
"Harapannya nomor satu adalah masalah hukum, itu mutlak. Sampai kapan pun penegakan hukum itu harus, mereka harus mendapatkan keadilan seadil-adilnya," tegasnya.
Selain upaya hukum bagi para korban, diutarakan Ifa, para keluarga korban juga berharap agar momen Tragedi Kanjuruhan turut diperingati oleh dunia. Dengan demikian kejadian serupa diharapkan tidak terulang di kemudian hari.
"Harus dirawat terus, disejarahkan. Saya mau tanggal 1 Oktober ialah hari tanpa bola, kalau bisa di tingkat dunia (internasional, red) juga. Saat ini kan masih Indonesia ya, masih di Malang yang memang sudah ditiadakan sepakbola kalau pas 1 Oktober. Tapi saya maunya dunia, karena untuk merawat ingatan, hari duka sepakbola," pungkasnya.
Baca Juga: Lahan 400 Hektare Tanjung Pecinan Mangkrak Sejak 1997, Warga Desak Kepastian Investasi
Baca Juga: Hampir 3 Dekade Mangkrak, Warga Tanjung Pecinan Situbondo Desak Kepastian Investasi Lahan 400 Ha