JATIMTIMES, BANYUWANGI - Memperingati 1 Suro, Yayasan Jamiyah Tauhid dan Pondok Pesantren Al - Hikam, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, menggelar ritual ‘Ider Bumi’, Rabu (14/10/2015).
Ritual tahunan yang digelar sejak puluhan tahun ini diikuti puluhan santri dan masyarakat sekitar. Ritual Ider Bumi ini untuk mendoakan Indonesia agar terhindar mara bahaya dan bencana.
Ritual di tempat ini tergolong unik. Para santri dan masyarakat yang mengikuti Ider Bumi, berkeliling sejak dini hari, hingga menjelang matahari terbenam.
Mereka pun juga berpuasa sembari melafalkan istighfar di sepanjang jalan. Rutenya pun tak ditentukan. Mereka berkeliling menuju jalan kampung, desa dan kelurahan. Bahkan sebagian pula berkeliling hingga lintas kecamatan di wilayah Banyuwangi. Tak lupa, mereka juga membawa bendera merah putih.
Sebelum dilakukan ritual, santri dan masyarakat menggelar pengajian hingga menjelang pagi. Kemudian peserta Ider Bumi makan sahur hanya dengan segenggam nasi dan air putih.
“Ini adalah budaya dan tradisi di Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, kita harus melestarikan sekaligus mendoakan Indonesia agar terhindar dari mara bahaya dan bencana,” ujar pengasuh Yayasan Jamiyah Tauhid dan Ponpes Al-Hikam Banyuwangi, KH Mas Syaifulloh Ali Bagiono.
Ritual Ider Bumi ini, tambah KH Mas Syaifulloh Ali, menurut pandangan ajaran Jawa kuno, adalah membersihkan diri dari kotoran 4 unsur manusia. Antara lain, unsur api, air, tanah dan angin.
Sementara Ider Bumi dalam pandangan Islam, merupakan napak tilas dari Nabi Adam, AS, saat diturunkan di bumi saat mencari Siti Hawa. Sekaligus ritual ini merupakan napak tilas para pahlawan saat merebut kemerdekaan dulu.
“Inti dari Ider Bumi ini adalah membersihkan diri. Selain mereka yang melakukan, juga membersihkan alam semesta dan seisinya. Pembersihannya dilakukan dengan bacaan Istighfar yang dilakukan peserta Ider Bumi,” tambahnya.
Kegiatan di bulan Suro di Banyuwangi ini dilakukan bermacam-macam. Mulai dari kegiatan jamasan atau mensucikan keris dan barang antik, hingga kegiatan pengajian.
Kegiatan ini semuanya dilakukan untuk membersihkan diri, hati dan pikiran, agar ditahun kedepan lebih dipermudah dalam menjalankan segala kegiatan ataupun aktifitas. Bukan hanya untuk diri pribadi setiap peserta acara, namun untuk Negara Indonesia tercinta. (*)