Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Usai Sembahyang, Umat Konghucu Bersihkan Rumpang dan Altar

Penulis : Imadudin Muhammad - Editor : Redaksi

02 - Feb - 2016, 23:46

Placeholder
Umat Konghucu membersihkan rupang dan altar kelenteng Eng An Kiong. (Foto: imadudin/malangtimes)

MALANGTIMES - Usai menggelar sembayang Sung Sen, umat Konghucu menlanjutkan peribadatan dengan menyucikan rumpang dan altar dewa yang berada di Kelenteng  Eng An Kiong.

Humas Kelenteng Eng An Kiong, Bunsu Anton Triyono menjelaskan, pembersihan rumpang dan altar dilakukan saat para suci pergi ke kahyangan, altar di kelenteng ditinggalkan para suci sehingga altar dalam keadaan kosong.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

Anton juga menjelaskan dalam membersihkan rumpang ini hanya menggunakan peralatan biasa seperti waslap dan airbunga.

"Kami menggunakan bunga mawar supaya lebih suci dan sakral," kata Anton, Selasa (2/2/2016).

Lebih lanjut, Anton menambahkan selain menggunakan bunga, ada syarat khusus bagi orang yang membersihkan rumpang dan altar ini.

"Semua orang boleh membersihkan rumpang dan altar, namun diutamakan tidak memakan makanan berjiwa atau vegetarian," kata Anton.

Rangakaian perayaan imlek sendiri telah dimulai sejak hari ini Selasa (2/1/2016) dengan ritual Sung Sen, kemudian dilanjutkan dengan sembayang di tanggal 1 tahun baru Cina.

Pada tahun baru Imlek, umat Konghucu percaya tanggal 1 peristiwa ketuhanan yang luar biasa, saat itu bertepatan dengan adanya bulan mati. 

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

"Itulah kuasa Tuhan, saat bulan mati air surut, dan kami mengucap syukur. Karena kami mengabadikan bulan itu penerangn bumi, menciptakan air di muka bumi menjadi surut," jelasnya.

Setelah itu, rangkaian perayaan Imlek dilanjutkan dengan sembayang Ciek Sen yakni ritual menerima kembali para suci yang kembali dari kahyangan.

"Ciek Sen dilakukan empat hari usai hari raya Imlek," tandasnya. (*)


Topik

Peristiwa Kelenteng-Eng-An-Kiong Imlek Konghucu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imadudin Muhammad

Editor

Redaksi