MALANGTIMES - Hamparan kebun Strawberry menjadi pemandangan mendominasi di Dusun Pandan, Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Hamparan kebun tersebut menjadi wisata petik buah strawberry secara langsung
Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?
Strawberry di Dusun Pandan ini memiliki ciri khas, yaitu aroma khas yang lebih manis dari buahnya. Pengunjung, selain bisa langsung memetik buah dari kebun, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan Kota Batu dari kebun tersebut.
Selain bisa dipetik langsung, hasil panen buah strawberry tersebut biasanya dikirim ke Kota Malang.
Abdul Manan, Kepala Desa Pandanrejo, mengatakan, Desa wisata petik strawberry di desa yang sudah berjalan satu tahun itu setiap harinya ada pengunjung rombongan besar atau keluarga. "Apalagi saat Sabtu dan Minggu, ramai pengunjungnya," katanya.
Luas area strawberry di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji tersebut mencapai 7-8 hektare. Masyarakat menanam strawberry tersebut di lapang dengan sistem polybag, dan dengan varietas strawberry yang ditanam adalah Sweetcharlie, Rosa Linda dan baru-baru ini mendatangkan Festival dan Santung dari Ciwidey Bandung.
Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April
"Pengembangan strawberry di Pandanrejo Batu ini telah menarik banyak wisatawan berkunjung ke sini," katanya kepada MALANGTIMES, Sabtu, (5/9/2015).
"Dengan harga Rp 40 ribu per kilogram, kita bisa memetik dan memilih buah strawberry sepuasnya di kebun," lanjut Abdul.
Melihat perkembangan wisata petik strawberry tersebut, Abdul Manan mempunyai konsep untuk mengembangkan, salah satu adalah dengan menanam strawberry di depan setiap rumah warga. "Ya sebagai kepala desa harus memberi contoh. Nah, polybag yang ada di rumah saya itu untuk memberi contoh kepada masyarakat," kata Abdul. (*)
